BUDIDAYA JAHE

Budidaya Jahe - Jahe< dengan nama ilmiah Zingiberaceae merupakan keluarga temu-temuan, sama halnya dengan temu-temuan lainnya seperti temu hitam (Curcuma aeruginosa), temu lawak (Cucuma xanthorrizha), kencur (Kaempferia galanga), kunyit (Curcuma domestica), lengkuas atau laos (Languas galanga) dan lain-lain. Pada artikel pendek ini kami akan membahas beberapa hal tentang jahe, diantaranya adalah klasifikasi tanaman jahe, deskripsi, jenis, manfaat, serta budidaya jahe.

KLASIFIKASI TANAMAN JAHE

Divisi : Spermatophyta
Sub-divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Zingiber
Species : Zingiber officinale

DESKRIPSI TANAMAN JAHE

Tanaman Jahe merupakan salah satu jenis tanaman berbatang semu, tanaman ini memiliki bentuk daun memanjang dan berpasangan dengan panjang berkisar antara 15-23 cm, panjang tangkai daunnya antara 2-4 cm, tangkai daun tanaman memiliki bulu halus, sedangkan lidah daunnya tidak berbulu, berbentuk memanjang kurang lebih 7,5-10 cm, seludang agak berbulu. Tinggi tanaman dapat mencapai 30 cm, bahkan hingga 1 m jika ditanam di tempat yang subur dengan unsur hara yang memenuhi kebutuhan tanaman. Rimpang jahe berwarna coklat muda, dengan daging berwarna kuning muda atau jingga tergantung varietas.

Bunga jahe berupa malai berbentuk bulat telur yang sempit atau terkadang menyerupai tongkat dengan panjang 2,75–3 kali lebarnya. Malai ini keluar langsung di permukaan tanah, sangat tajam dan memiliki panjang 3,5–5 cm, lebar 1,5–1,75 cm, sedangkan tangkai bunganya memiliki panjang 25 cm sedikit berbulu, rahis berbulu jarang, pada tangkai bunga terdapat sisik dengan panjang 3–5 cm, berjumlah 5–7 buah saling berdekatan, berbentuk lanset, hampir tidak berbulu, daun pelindung memiliki panjang 2,5 cm, lebar 1–1,75 cm, berbentuk bundar telur terbalik dan bundar pada ujungnya, tidak berbulu, mahkota bunga berbentuk tabung 2-2,5 cm, berbentuk tajam, berwarna kuning kehijauan, helainya agak sempit, panjang 1,5-2,5 mm, lebar 3-3,5 mm, bibir berwarna ungu, gelap, berbintik-bintik berwarna putih kekuningan, panjang 12-15 mm, kepala sari berwarna ungu dengan panjang 9 mm, tangkai putik berjumlah 2.

JENIS JAHE

Jahe gajah atau jahe badak

Jahe gajah atau sering juga dikenal dengan naman jahe badak ini memiliki rimpang yang lebih besar dan gemuk dari jenis jahe lainnya. Tanaman ini lebih disukai para petani karena cara pemanenannya lebih mudah meskipun seringkali harganya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan jahe emprit atau jahe merah. Karena produktivitasnya lebih tinggi biasanya mampu menutup selisih harga dari keduanya. Jahe gajah dapat dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua, baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan.

Jahe putih atau jahe emprit

Jenis jahe putih atau emprit biasanya memiliki harga yang lebih baik di pasaran, namun karena ruas rimpangnya kecil menjadi kurang disukai oleh para pengusaha pertanian, apalagi jahe putih atau emprit ini selalu dipanen setelah berumur tua sehingga waktu pemanenannya lebih lama. Jahe emprit lebih banyak dimanfaatkan sebagai ramuan obat tradisional karena kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah, sehingga memiliki rasa lebih pedas. Selain itu, kandungan seratnya pun lebih tinggi. Jahe putih kecil atau jahe emprit ini juga sering diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya oleh para industri jamu.

Jahe merah atau jahe wulung

Jahe merah atau lebih dikenal dengan nama jahe wulung oleh orang jawa, memiliki bentuk rimpang yang hampir sama dengan jahe putih atau jahe emprit. Namun warnanya berbeda, rimpang dan dagingnya berwarna merah. Sama halnya dengan jahe emprit, jahe merah pun selalu dipanen setelah tua sehingga waktu panennya lebih lama. Kandungan minyak atsiri jahe merah setara dengan jahe kecil atau jahe emprit, sehingga sangat cocok untuk ramuan obat-obatan.

MANFAAT TANAMAN JAHE

Jahe dengan berbagai varietasnya seringkali dimanfaatkan sebagai bumbu masak oleh para ibu rumah tangga, pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman. Selain itu, tanaman ini juga dapat digunakan pada industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, diolah menjadi jahe instan, asinan, dibuat acar, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup. Dewasa ini para petani cabe memanfaatkan jahe sebagai pestisida alami untuk menglangsungkan budidaya pertanian, tentunya ketika harganya sedang murah di pasaran sehingga dapat menekan input yang dikeluarkan. Dalam sektor perdagangan, jahe juga dijual dalam bentuk segar, kering, jahe bubuk maupun awetan jahe. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain.

Manfaat lain dari jahe ini secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut), antimuntah, pereda kejang, antipengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, antiinflamasi, antimikroba dan parasit, antipiretik, antirematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.

SENTRA BUDIDAYA JAHE

Budidaya tanaman jahe dibudidayakan di seluruh Indonesia, ditanam di kebun dan di pekarangan. Pada saat ini jahe telah banyak dibudidayakan di Australia, Srilangka, Cina, Mesir, Yunani, India, Indonesia, Jamaika, Jepang, Meksiko, Nigeria, Pakistan. Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi, sedangkan India merupakan negara produsen jahe terbesar, yaitu lebih dari 50 % dari total produksi jahe dunia.

CARA BUDIDAYA JAHE


Syarat Tumbuh Tanaman Jahe

Tanaman membutuhkan curah hujan relatif tinggi, yaitu antara 2.500-4.000 mm/tahun. Pada umur 2,5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan intensitas cahaya matahari 70-100%. Dengan kata lain budidaya tanaman jahe sebaiknya dilakukan di tempat terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari. Suhu udara optimum budidaya tanaman jahe antara 20-35°C. Tanaman paling cocok ditanam pada tanah subur, gembur dan banyak mengandung humus. Tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir, liat berpasir dan tanah laterik. Tanaman dapat tumbuh pada pH Tanah sekitar 4,3-7,4. Tetapi keasaman tanah (pH) optimum untuk jahe gajah adalah 6,8-7,0. Jahe tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0-2.000 mdpl. Di Indonesia, pada umumnya budidaya dilakukan pada ketinggian 200-600 mdpl.

Pembibitan Jahe

Persyaratan Bibit Jahe

Bibit berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh tinggi), dan mutu fisik. Mutu fisik adalah bibit bebas hama dan penyakit. Rimpang untuk dijadikan benih, sebaiknya mempunyai 2-3 bakal mata tunas dengan bobot sekitar 25-60 g untuk jahe putih besar, 20-40 g untuk jahe putih kecil atau jahe emprit dan jahe merah. Kebutuhan benih per ha untuk jahe putih besar (panen tua) adalah 2-3 ton/ha, dan 5 ton/ha untuk jahe putih besar panen muda. Sedangkan jahe merah dan jahe emprit 1-1,5 ton.

Teknik Penyemaian Bibit Jahe

Pada budidaya tanaman jahe, untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang seragam, bibit sebaiknya jangan langsung ditanam, tetapi terlebih dahulu harus dikecambahkan. Penyemaian bibit dapat dilakukan dengan peti kayu atau ditaruh di atas bedengan.

Penyemaian Jahe Pada Peti Kayu

Rimpang jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang 1/2-1 hari. Selanjutnya potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung beranyaman jarang, lalu dicelupkan dalam larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit kemudian keringkan. Setelah itu dimasukkan kedalam peti kayu. Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut: pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis, kemudian diatasnya diberi abu gosok atau sekam padi, demikian seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam padi. Setelah 2-4 minggu, bibit jahe siap disemai.

Penyemaian Jahe Pada Bedengan

Buat rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m untuk menanam bibit 1 ton (kebutuhan jahe gajah seluas 1 ha). Buat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. Rimpang bakal bibit disusun pada bedengan jerami lalu ditutup jerami, diatasnya diberi rimpang tutup dengan jerami, demikian seterusnya, sehingga didapatkan 4 susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami. Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap hari dan sesekali disemprot dengan fungisida. Setelah 2 minggu, biasanya rimpang sudah bertunas. Bila bibit bertunas dipilih agar tidak terbawa bibit berkualitas rendah. Bibit hasil seleksi itu dipatah-patahkan dengan tangan dan setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan beratnya 40-60 gram.

Penyiapan Bibit Jahe

Pada budidaya tanaman jahe, sebelum ditanam, bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan cara dimasukkan ke dalam karung dan dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam, barulah ditanam.

Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Jahe

Pembukaan Lahan

Pengolahan tanah diawali dengan dibajak sedalam kurang lebih dari 30 cm dengan tujuan untuk mendapatkan kondisi tanah yang gembur atau remah dan membersihkan tanaman pengganggu. Setelah itu tanah dibiarkan 2-4 minggu agar gas-gas beracun menguap serta bibit penyakit dan hama akan mati terkena sinar matahari.

Pembentukan Bedengan dan Pemupukan Dasar

Pada budidaya tanaman jahe, untuk memudahkan pemeliharan sekaligus untuk encegah terjadinya genangan air, sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan dengan ukuran tinggi 20-30 cm, lebar 80-100 cm, sedangkan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan. Budidaya tanaman jahe dengan sistem bedengan juga bertujuan untuk memudahkan serangan patogen, karena kelembaban tanah bisa dijaga dengan membuat pari-parit. Pemupukan dasar diberikan bersamaan dengan pembuatan bedengan menggunakan pupuk kandang yang sudah difermentasi sebanyak 40 ton/ha dan NPK 15-15-15 sebanyak 1,5 ton/ha. Akan lebih baik bila ditambahkan dengan agensia hayati seperti Trichoderma sp. dan Gliocladium sp. untuk mencegah serangan bakteri maupun cendawan patogen. Pemberian humat dan fulvat akan berfungsi sebagai pembenah tanah, sehingga serapan unsur hara oleh tanaman bisa optimal.

Pengapuran

Pengapuran dilakukan pada saat pembentukan bedengan. Pada tanah dengan pH tanah rendah, sebagian besar unsur-unsur hara didalamnya, terutama fosfor (p) dan kalsium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau terikat oleh ion-ion tanah. Kondisi tanah yang masam ini dapat menjadi media perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit fusarium sp dan pythium sp. Pengapuran juga berfungsi menambah unsur kalium yang sangat diperlukan tanaman untuk mengeraskan bagian tanaman yang berkayu, merangsang pembentukan bulu-bulu akar, mempertebal dinding sel buah dan merangsang pembentukan biji.

Teknik Budidaya Tanaman Jahe

Penentuan Pola Tanam

Budidaya tanaman jahe secara monokultur pada suatu daerah tertentu memang dinilai cukup rasional, mengingat nilai ekonomis jahe yang cukup tinggi, sehingga dengan teknis budidaya secara monokultur diharapkan mampu memberikan produksi tinggi. Namun di daerah, budidaya tanaman jahe secara monokultur kurang dapat diterima karena selalu menimbulkan kerugian. Budidaya tanaman jahe secara tumpangsari dengan tanaman lain mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut :
  • Mengurangi kerugian yang disebabkan naik turunnya harga.
  • Menekan biaya kerja, seperti: tenaga kerja pemeliharaan tanaman.
  • Meningkatkan produktivitas lahan.
  • Memperbaiki sifat fisik dan mengawetkan tanah akibat rendahnya pertumbuhan gulma (tanaman pengganggu).
Pada praktek penanam jahe di lapangan, petani biasa menanam jahe yang ditumpangsarikan dengan sayur-sayuran, seperti timun, bawang merah, cabe rawit, buncis, dll. Ada juga yang ditumpangsarikan dengan palawija, seperti jagung, kacang tanah dan beberapa kacang-kacangan lainnya.

Pembuatan Lubang Tanam

Pada budidaya tanaman jahe, untuk menghindari pertumbuhan jahe yang jelek, karena kondisi air tanah yang buruk, maka sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan. Selanjutnya buat lubang-lubang kecil atau alur sedalam 3-7,5 cm untuk penanaman bibit jahe. Pembuatan bedengan memiliki tujuan utama untuk menghindari genangan air di sekitar area budidaya pada saat musim hujan. Genangan air di sekitar area budidaya dapat memicu timbulnya penyakit, baik penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri maupun penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur atau fungi.

Cara Menanam Jahe

Cara menanam jahe dilakukan dengan cara melekatkan bibit rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yang sudah disiapkan. Jarak tanam yang digunakan untuk menanam jahe putih besar yang dipanen tua adalah 80 cm x 40 cm atau 60 cm x 40 cm, jahe putih kecil dan jahe merah 60 cm x 40 cm.

Perioda Tanam

Budidaya tanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan September dan Oktober. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak untuk pertumbuhannya. Jahe yang ditanam pada musim kemarau akan meningkatkan biaya produksi yang besar, terutama biaya pengairan. Kalaupun lahan budidaya memiliki sumber air yang memadai, namun pertumbuhan tanaman akan sedikit terhambat, karena suhu udara yang terlalu tinggi akan menghambat pertumbuhan tanaman muda.

Pemeliharaan Tanaman Jahe

Penyulaman

Penyulaman dilakukan pada umur 2–3 minggu setelah tanam. Jika penyulaman dilakukan terlalu tua, maka pertumbuhan tanaman tidak akan seragam. Pertumbuhan yang tidak seragam akan menambah tingkat kesulitan dalam pemeliharaan, terutama dalam pengendalian hama penyakit tanaman.

Penyiangan

Penyiangan pertama pada budidaya tanaman jahe dilakukan ketika tanaman berumur 2-4 minggu kemudian dilanjutkan 3-6 minggu sekali. Tergantung pada kondisi tanaman pengganggu (gulma) yang tumbuh. Namun setelah jahe berumur 6-7 bulan, sebaiknya tidak perlu dilakukan penyiangan lagi, sebab pada umur tersebut rimpangnya mulai besar.

Pembubunan

Tanaman jahe memerlukan tanah yang peredaran udara dan air dapat berjalan dengan baik, maka tanah harus digemburkan. Disamping itu tujuan pembubunan untuk menimbun rimpang jahe yang kadang-kadang muncul ke atas permukaan tanah. Apabila tanaman masih muda, cukup tanah dicangkul tipis di sekeliling rumpun dengan jarak kurang lebih 30 cm. Pertama kali dilakukan pembumbunan pada waktu tanaman berbentuk rumpun yang terdiri atas 3-5 anakan, umumnya pembubunan dilakukan 2-3 kali selama umur tanaman jahe. Namun tergantung pada kondisi tanah dan banyaknya curah hujan.

Pemupukan Susulan

Tanaman jahe merupakan tanaman yang berumur panjang dibandingkan dengan tanaman cabe maupun tomat. Pada dasarnya pupuk dasar yang diberikan sudah mencukupi untuk menopang pertumbuhan tanaman tersebut. Akan tetapi dalam budidaya secara intensif perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan hasil produksi yang signifikan. Oleh karena itu, pupuk susulan perlu diberikan pada saat tanaman berumur 2-3 bulan, 4-6 bulan, dan 8-10 bulan menggunakan pupuk NPK 15-15-15 dengan dosis 20 gram per tanaman ditambah dengan pembenah tanah, seperti asam humat dan asam fulvat untuk membantu serapan unsur hara oleh akar sehingga pertumbuhan tanaman bisa optimal.

Pengairan dan Penyiraman

Pada budidaya tanaman jahe, tanaman tidak memerlukan air yang terlalu banyak untuk pertumbuhan, akan tetapi pada awal petumbuhannya, tanaman jahe membutuhkan air yang cukup, sehingga saat memulai budidaya tanaman jahe diusahakan penanaman pada awal musim hujan sekitar bulan September.

108 comments:

  1. kunjungan siang mbk. trmkasi infonya dan ilmu nya sangat bermanfa'at skali mbk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat bermanfaat mbak, langkah awal untuk menanam jahe bagaimana? posisi saya di jawa barat, bogor
      email
      rachmatshanghai@gmail.com
      tx

      Delete
    2. Yang perlu dipersiapkan adalah penyediaan lahan dan pengolahan lahan, perlakuan bibit yang mau ditanam. hanya itu saja, perawatan sangat ringan. secara ekonomis juga cukup menjanjikan.

      Delete
    3. amin....
      semoga dengan informasi yag ibu novik berikan bermanfaat...bgi kita semua dan hlayak umum di bidang pertanian

      hasil dari pertanian harus organik...mantap

      Delete
    4. amin..

      sukses buat pertanian kita semua....

      mari berkebun

      Delete
    5. Terima kasih, mari kita tingkatkan hasil pertanian kita. Budiidaya Jahe menjadi salah satu pilihan kita.

      Delete
    6. Mbak novik, menurut saya pribadi, permasalahan para petani bukan hanya sekedar tata caramenanam saja. Yang lebih mendasar sepertinya masalah mendapatkan pupuk dan naik turunnya harga penjualan. Memang seharusnya negara mengontrol pergerakan harga pasar.

      Delete
    7. Betul sekali, tapi dalam dunia yang sudah sangat kapitalis ini apakah negara masih memiliki kekuatan untuk mengontrol pasar?

      Delete
    8. makasih inonya, bu apakah ada vidio teknik penanam jahe dan bawang bu

      Delete
    9. Kebetulan kami tidak memiliki file budidaya dalam bentuk video, mungkin bisa Anda cari dari blog lain. terima kasih atas kunjungannya.

      Delete
  2. oke infonya bagus aplikatif bagi pengusaha pertanian dapat praktekkan

    ReplyDelete
  3. harus di coba nih secara harga jahe sagat menggiurkan.......

    ReplyDelete
  4. mantap mas gan.///aku pengin juga nih budidaya jahe..ouh iya nitip lapak ya masgan kunjungi juga website ane http://sewalcdsemarang.wordpress.com/

    ReplyDelete
  5. Terima kasih infonya mba ,sangat bermanfaat,Sukses slalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas kunjungannya, salam sukses

      Delete
  6. Oke sekali berkebun di lahan sempit patut di coba . terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lahan sempit tidak menjadi kendala untuk tetap beraktivitas, yang terpenting adalah cara pengelolaan yang baik, sehingga di lahan sempitpun mampu menghasilkan karya yang besar ... Selamat Mencoba, semoga sukses

      Delete
  7. Saya suka sekali dengan tanaman ini

    Nambah dah ilmu gue nih.

    Makasih Ya

    Salam

    http://lpg-plant.blogspot.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas apresiasi dan kunjungannya, semoga artikel budidaya jahe ini bisa memberi inspirasi yang hebat. Salam

      Delete
  8. Terima kasih atas infonya dan berapa harga pokok jual perton/perkilo dipasar sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas kunjungannya di PETUNJUK PRAKTIS BUDIDAYA PERTANIAN. Kebetulan saya tidak mengikuti perkembangan harga JAHE. tapi sekitar dua minggu yang lalu saya membeli jahe untuk bibit seharga Rp 15.000/kg.

      Delete
    2. Mohon informasi dmana mendapatkan bibit jahe merah yang berkulaitas baik?

      Delete
    3. Untuk mendapatkan bibit jahe pada bulan-bulan ini sudah sulit, karena para petani jahe umumnya sedang dalam masa pemeliharaan. Mungkin untuk bulan Agustus-September, saat petani panen raya, bibit jahe banyak tersedia di pasar dengan harga yang terjangkau

      Delete
  9. nanti aku pensiun mau pulang kampung, pengin berkebun & beternak kambing, lahan orang tuaku tidak ada yg garap...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya doakan semoga kelak bisa terlaksana, terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  10. Info yang sangat menarik.. Terima kasih sudah berbagi, salam sukses dan salam kenal.

    http://naturaljawa.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga, terima kasih atas kunjungannya

      Delete
  11. hm....
    sangat mengispirasi...
    ngumpulin duid buat modal ah..
    hehehe...:p
    btw kira2 abis berapa ya buat modalnya mbak?
    diluar lahan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biaya per Ha sekitar 15 jt, variablenya utamanya dipengaruhi harga jahe yang digunakan untuk bibit.

      Delete
  12. Ini blog udah saya cari2 baru ketemu. Hebat nich blog isi nya sangat bermanfaat. Makasih admin....

    ReplyDelete
  13. Saya ada rencana untuk sosialisasi penanaman jahe ini di dalam karung dgn cara khusus untuk wilayah perkotaan/lahan sempit, hasil bisa mencapai 20kg/karung. minta ijin share. thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan, semoga sosialisasi Budidaya Jahe berhasil, tidak mengalami kendala yang berarti.

      Delete
  14. you are the best in the pamily...and my allah blas you...suskses salam...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, selama bergabung di Budidaya Jahe

      Delete
  15. mbak, untuk dapat bibit jahe yang baik di mana? dan jenis apa yang cocok utk wilayah sulawesi selatan? tks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Faktor paling berpengaruh terhadap Budidaya Jahe adalah ketinggian tempat dan pH tanah. Selain itu bisa dimanupulasi dalam teknik Budidaya Jahe yang tepat. Beberapa jenis jahe yang bisa dibudidayakan adalah Jahe Emprit, Jahe Merah, Jahe Gajah. Pilihan kita tergantung pada orientasi Budidaya

      Delete
  16. lantas pemasarannya gimana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pemasaran Jahe sangat mudah. Anda di daerah man?

      Delete
  17. Siang Bu Novik Kurnianti. Dari ketiga jenis jahe yang diuraikan diatas, apakah semuanya bermanfaat yang sama atau berkasiat yang berbeda?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Manfaatnya hampir sama, yang membedakan hanya kadar kandungan dari masing-masing jenis Jahe. Sehingga untuk memperoleh manfaat tertentu dari masing-masing jenis Jahe maka jumlah yang dibutuhkan berbeda

      Delete
  18. wedang jahe bisa hangatkan tubuh juga ya mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. berapa itu hrga bibit jahenya

      Delete
    2. Harga bibit jahe sekarang sudah mencapai Rp 20.000/kg

      Delete
  19. Terimakasih mba artikelnya sangat bermanfaat untuk petani ataupun yang mau bertani,kalo boleh saya saranin mba,usahakan artikelnya itu jangan terlalu banyak keywordnya,maksimal 2-3% saja dari keseluruhan jumlah kata dalam satu artikel,sebar di awal tengah dan ahir,kalo kebanyakan keyword dinggapnya sampah oleh google mba,terus thempletnya pilih yang rigan saja jangan terlalu banyak warnanya jadi berat,hal ini juga gak disukai oleh google mba,warna yang disukai oleh google itu putih dan biru,seperti website www.wisatatourdantravel.com .maaf mba bukanyya menggurui tapi hanya ingin berbagi sedikit ilmu yang saya pelajari selama ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih masukannya. Kebetulan saya blogger baru dan blog ini juga baru berumur beberapa bulan. Malah saya baru tahu tentang kepadatan keywords, karena selama ini memang saya abaikan. Terus terang saya hanya mengandalkan jaringan G+ untuk meningkatkan reputasi blog. Kata kunci Budidaya Jahe sebetulnya tidak menjadi target untuk saya.

      Delete
  20. perawatan/penyemprotan dgn bahan kimia semasa pertumbuhan apa tdk perlu Mbak?
    soalnya saya pernh liat rekan petani di daerah saya mereka menyemprot dgn bahan kimia tanaman jahe nya mulai usia sekitr 8minggu s/d 6 bln disemprot tiap 1mggu sekali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penyemprotan perlu, hanya saja karena Tanaman Jahe tergolong tahan terhadap serangan hama/penyakit, maka interval penyemprotan cukup 14 hari sekali. Jenis Pestisida dan Bahan aktif yang digunakan harus disesuaikan dengan serangan hama penyakitnya.

      Delete
  21. terimakasih infonya.

    memang kalo saja kita bisa memanfaatkan tanaman yg murah dan tersedia melimpah yang ada d sekitar kita, maka kita akan merasaan manfaatnya dengan besar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan artikel Budidaya Jahe bisa memberi inspirasi untuk melakukan Budidaya di sekitar rumah

      Delete
  22. Bagaimana pola tanam Jahe dengan Polybag ? Saya punya pupuk organik cair dari HCS, adakah tutorialnya untuk budidaya Jahe dengan metode tersebut ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk Budidaya Jahe menggunakan polybag saya sendiri sedang praktek. Jadi untuk detil budidaya belum saya dapatkan. tapi kalau mau coba teknologi yang saya terapkan kurang lebih begini : Komposisi media tanam adalah tanah, pupuk organik, sekam bakar, dengan perbandingan 3:3:1. siapkan polybag dengan diameter 40 cm. isi dengan media tanam setinggi 15 cm. letakkan bibit jahe siap tanam, sedikit diuruk/ditimbun. pastikan air hujan tidak menggenang di dalam polybag. pengurukan berikutnya secara bertahap, tergantung pada perkembangan tanaman. semakin tinggi urukan semakin besar potensi produksi. slamat mencoba budidaya jahe dalam polybag (pot)

      Delete
  23. dl saya sempat mencoba berbagai tehnik menanam,
    baca anomini sy jadi pengin mencoba kembali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat mencoba budidaya jahe, semoga sukses!

      Delete
  24. semogah sukses dan bermanfaat ilmunya?........

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih, semoga saja demikian, artikel budidaya jahe bisa memberi manfaat besar

      Delete
    2. Mbak Novik, kalau saya mau beli jahenya bisa ngga?
      Tksh,
      Yekti

      Delete
    3. Kebetulan saya baru baru saja melakukan penanaman untuk jahe gajah dan hanya seluas 1500 m2. Belum berani melakukan budidaya jahe dalam skala luas, karena saya baru uji coba menerapkan teknologi budidaya jahe organik. Barangkali Anda berkenan untuk merintis kerja sama lebih jauh bisa mengawali komunikasi lewat telp atau email

      Delete
  25. Bu Novik, punya banyak ngga jahe organiknya. Kalau ada mau saya coba bantu ekspor.

    Terima kasih & salam kenal.
    Yekti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya baru melakukan penanaman untuk jahe gajah dan hanya seluas 1500 m2. Belum berani melakukan budidaya jahe dalam skala luas, karena saya baru uji coba menerapkan teknologi budidaya jahe organik. terima kasih atas perrkenannya untuk membantu pemasaran jahe organik. Barangkali mbak Yekti berkenan untuk merintis kerja sama lebih jauh bisa mengawali komunikasi lewat telp atau email.

      Delete
  26. Bu Novik,
    punya banyak ngga jahe organiknya?
    Saya coba bantuk jual (ekspor).

    Terima kasih & Salam kenal,
    Yekti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya baru melakukan penanaman untuk jahe gajah dan hanya seluas 1500 m2. Belum berani melakukan budidaya jahe dalam skala luas, karena saya baru uji coba menerapkan teknologi budidaya jahe organik. terima kasih atas perrkenannya untuk membantu pemasaran jahe organik. Barangkali mbak Yekti berkenan untuk merintis kerja sama lebih jauh bisa mengawali komunikasi lewat telp atau email.

      Delete
  27. MBak Novik, banyak ngga jahenya. Bagaimana cara belinya? Harga berapa?
    Tksh,
    YW

    ReplyDelete
    Replies
    1. KKebetulan saya baru baru saja melakukan penanaman untuk jahe gajah dan hanya seluas 1500 m2. Belum berani melakukan budidaya jahe dalam skala luas, karena saya baru uji coba menerapkan teknologi budidaya jahe organik. Barangkali Anda berkenan untuk merintis kerja sama lebih jauh bisa mengawali komunikasi lewat telp atau email.

      Delete
  28. Mbak Novik, mohon maaf posting saya berkali-kali.
    Karena respon otomatis yang muncul dalam bahasa Afrika.
    Saya tidak paham.
    Terima kasih sudah direspon. Saya ingin berkomunikasi secara langsung lewat email.
    Yekti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak masalah, memang banyak posting komen yang berulang karena biasanya mengira gagal terkirim. Silahkan untuk menghubungi ke email kami tanijogonegoro@gmail.com

      Delete
  29. mohon informasi teknik menanam jahe merah :
    1. ukuran demplot
    2. jarak tanaman jahe merah
    3. saluran air antar demplot
    4. saluran air utama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf saya kurang paham dengan kata demplot yang Anda maksudkan, dalam pengertian saya demplot adalah titik atau lokasi uji coba/pengamatan. Mohon untuk lebih diperjelas, supaya saya tidak salah persepsi dalam berbagi pengalaman tentang budidaya jahe.

      Delete
  30. dalam pemasarn nya bagaiman mbak jahe ini,apa tidak susah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pemasaran jahe sangat mudah, apalagi bulan-bulan tidak musim panen biasanya terjadi kelangkaan di pasar, sehingga sangat berpeluang untuk membudidayakan.

      Delete
  31. Mbak novik, kalau untuk jahe merah, apa diperlukan perawatan yang khusus? Saya tinggal dipapua dengan tekstur tanah pasir.
    Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cara budidaya jahe pada artikel ini bisa mewakili untuk budidaya jahe merah, budidaya jahe emprit, maupun budidaya jahe gajah

      Delete
  32. Trima kasih infonya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga artikel budidaya jahe ini bermanfaat

      Delete
  33. mba novik, saya ingin sekali merintis kerjasama lebih jauh sambil belajar untuk budidaya jahe (wirausaha). bagaimana saya bisa menghubungi mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa menghubungi ke 085227022230 atau email tanijogonegoro@gmail.com

      Delete
  34. Terima kasih ilmunya mbak,,
    sangat membantu,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga artikel budidaya jahe ini bisa bermanfaat.

      Delete
  35. Salam mbak saya budidaya jahe sesuai artikel anda dan saat ini saya juga budidaya jahe dalam karung perbulan 3000 karung tolong hubungkan dgn pembeli atau penerima jahe.terimakasih sukses selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anda berada di daerah mana, kalau boleh tahu jenis jahe apa yang dibudidayakan dan untuk saat ini tanaman sudah berumur berapa bulan? Bisa dilanjutkan lewat email, barangkali saya bisa membantu mencarikan pembeli.

      Delete
    2. mas joni
      saya mau tanya, anda dapat bibit jahe dari membeli apa membuat sendiri? posisi mas joni dimana?terimakasih

      Delete
    3. saya dapat bibit dari membeli dengan sumber yang bisa dipertanggung jawabkan kemurniannya dan bersertifikat,posisi saya di purbalingga jateng.apabila anda berminat seriusa bisa saya bantu,hubungi saya lewat email saya jhonijoss@gmail.com

      Delete
    4. Yth. Pak Jhoni joss
      Di mana kami dapat menemui benih jahe bersertifikat ?
      Kami sudah ke Wonogiri, Temanggung dan Magelang, belum menemui yang bersertifikat...

      Terima kasih infonya...

      Delete
  36. Salam Kenal Mbak novik,
    sangat menarik. Saya lagi mencari informasi detail tentang budidaya jahe. ternyata disini tempatnya. dan yg patut saya apresiasi, admin yang begitu telaten. siap menjaab semua pertanyaan pengunjung. Salam Kenal Mbak Novik. Perkenalkan saya Manan, Tinggal dibandung. Mohon info mau beli Bibit Jahe untuk lahan 1 Ha. kebutuhannya dan dimana belinya. saya mau coba jahe gajah aja
    terima Kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk saat ini harga jahe sangat murah, kemungkinan di pasar sedang banyak pasokan jahe. Jika membeli dari luar daerah apa tidak terlalu mahal? Posisi kami di Wonosoobo Jateng, jika kesulitan untuk mendapatkan bibit jahe barangkali saya bisa membantu nanti akan saya hubungkan dengan pihak penjual. Untuk komunikasi lebih lanjut bisa melalui email.

      Delete
  37. saya ada jahe merah organik cukup banyak..belum tahu mau dijual dimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kira-kira jahe merah umur berapa dan perkiraan jumlah barang. Mengenai kualitas sebagai jahe organik, untuk saat ini pasar masih belum membedakan antara jahe organik dan non organik. Memang itu semata-mata menjadi tantangan petani yang menerapkan sistem pertanian organik. Kerugian dan resiko yang ditimbulkan dengan aplikasi teknologi organik masih 100% ditanggung petani. Sementara pihak yang menganjurkan untuk menerapkan pertanian organik hanya bisa berpegang pada idealismenya. Seandainya saya dapat pembeli bagaimana saya menghubungi Anda?

      Delete
  38. mbak kalo mau dapat bibit jahe yang siap tanam gimana caranya & berapa harganya kalo minta dikirim ke sulawesi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebetulan kami bukan penyedia bibit, jika berminat untuk mencari bibit dari Jawa nanti bisa saya bantu. Informasi kontak person bisa Anda kirimkan ke email.

      Delete
  39. Jenis jahe yg pemasaran nya mudah apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jahe merah dan jahe putih kecil (emprit)

      Delete
    2. salam mba novik,mungkin kita bisa kerjasama dalam masalah jahe ni,baik penyediaan bibit maupun pemasaran maksudnya untuk teman2.bisa saya minta no telp mba novik?trims

      Delete
    3. trims,mba sungguh sangat senang kenal dgn anda,oh ya untuk saat ini saya punya jahe gajah siap panen 50 ton,jahe merah 20 ton,mungkin ada sobat yg mau beli mba,tolong di mediasi umur tanaman saat ini 9 bulan.thanks,tak tunggu infonya.jelasnya mba saya telp.

      Delete
  40. untuk bibit dari rimpang yang dipanen umur 1,5 thn dan alhamd.sudah dua kali tanam 100% tumbuh semua,dan kami tanam sistem organik sehingga mudah untuk penjualannya

    ReplyDelete
  41. Salam kenal mbak...
    Maksudnya bibit disimpan 1-1,5 bulan gmn ya? Perlakuan dlm proses penyimpanan bagaimana caranya? Saya di banda aceh (disini cuaca cukup panas), apa perlu dibuatkan naungan di atas lahan supaya sedikit terlindungi dari matahari langsung? Sebelumnya terima kasih yg sebesar2nya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Disimpan ditempat yang kering dengan cara di gelar, tidak ada cara khusus, tergantung tempat penyimpanan. Penyimpanan tersebut bertunjuan untuk menghindari masa dormansi atau masa istirahat bibit.

      Delete
    2. salam pak distan boyolali saya dapat bibit dari hasil pengembangan penelitian khusus bibit jahe yang dinaungi oleh yayasan untuk jelasnya silahkan hub. saya lewat email atau telp 085700091278 tentu minta ijin dulu ama mbak novik.salam mbak novik sukses slalu

      Delete
  42. ibu Novik.

    sudah pernah melakukan budidaya jahe sebagai bisnis?
    bagaimana jika bisa bertukar informasi mengenai usaha ini, karena saya ada lahan 3Ha di Cileungsi, yang bisa ditanami untuk budidaya Jahe.
    mengenai hal selanjutnya jika boleh kita bertukar informasi nomer yang bisa dihubungi melalui email ferdinandus_t@yahoo.com
    terimakasih

    ReplyDelete

Tanijogonegoro.com: Menyajikan Informasi Terbaik

LOGO TANIJOGONEGORO
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA
Tanijogonegoro On Google Plus