BUDIDAYA JERUK

Budidaya Jeruk - Tanaman jeruk adalah tanaman buah tahunan berasal dari Asia. Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh. Sejak ratusan tahun lalu, jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami maupun dibudidayakan. Tanaman jeruk di Indonesia sebagian besar merupakan peninggalan jaman penjajahan Belanda, mereka mendatangkan jeruk manis dan jeruk keprok dari Amerika dan Italia.

CARA MENANAM JERUK

Prospek agribisnis jeruk di Indonesia sebenarnya cukup bagus mengingat Indonesia memiliki potensi lahan produksi subur dan luas. Namun pengetahuan petani mengenai budidaya jeruk masih sangat minim sehingga hasil produksi jeruk belum memenuhi permintaan konsumen. Melalui program peningkatan kualitas sumberdaya petani serta didukung hasil inovasi teknologi pemupukan, pengelolaan hama dan penyakit terpadu, serta sistem budidaya lainnya diharapkan mampu meningkatkan Kuantitas maupun Kualitas produksi jeruk di Indondesia. Cara menanam jeruk secara baik dan benar sangat menunjang keberhasilan budidaya jeruk, namun sebelum berbicara lebih lanjut, alangkan baiknya kalau kita mengenal sedikit tentang jeruk dan sentral penanaman jeruk di Indonesia.

KLASIFIKASI TANAMAN JERUK

Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Rutales
Keluarga : Rutaceae
Genus : Citrus
Spesies : Citrus sp.

SENTRA PENANAMAN JERUK

Sentra penanaman jeruk di Indonesia tersebar di berbagai wilayah, meliputi : Garut (Jawa Barat), Tawangmangu (Jawa Tengah), Batu (Jawa Timur), Tejakula (Bali), Selayar (Sulawesi Selatan), Pontianak (Kalimantan Barat) dan Medan (Sumatera Utara). Karena adanya serangan virus CVPD (Citrus Vein Phloen Degeneration), beberapa sentra penanaman jeruk mulai mengalami penurunan produksi secara signifikan.

Adapun jenis jeruk lokal yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah jeruk keprok (Citrus reticulata/nobilis L.), jeruk siem (C. microcarpa L. dan C.sinensis. L), jeruk manis (C. auranticum L. dan C.sinensis L.), jeruk sitrun/lemon (C. medica), jeruk besar (C.maxima Herr.), jeruk nipis (C. aurantifolia), jeruk purut (C. hystrix) serta jeruk sambal (C. hystix ABC).

MANFAAT JERUK

  1. Manfaat jeruk dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia salah satunya adalah sebagai makanan buah segar maupun makanan olahan, dimana kandungan vitamin C pada buah ini sangat tinggi.
  2. Manfaat jeruk di bidang Industri terutama banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan minyak. Di Beberapa negara telah diproduksi minyak dari kulit dan biji jeruk, gula tetes, alkohol serta pektin dari buah jeruk yang terbuang. Minyak kulit jeruk ini dipakai untuk membuat minyak wangi, sabun wangi, esens minuman serta bahan campuran kue.
  3. Manfaat jeruk bagi kesehatan terutama terdapat pada buah jeruk nipis. Jeruk nipis banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal alami untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti batuk, penurun panas, pereda nyeri saluran napas bagian atas, penyembuh radang mata, dll.

SYARAT TUMBUH TANAMAN JERUK

Tanaman jeruk memerlukan 6-9 bulan basah (musim hujan), curah hujan 1000-2000 mm/th merata sepanjang tahun, air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus. Temperatur optimal untuk pertumbuhan tanaman jeruk antara 25-30°C, kelembaban optimum sekitar 70-80%. Kecepatan angin lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga maupun buah. Ketinggian optimum antara 1-1200 m dpl. Tanaman jeruk merupakan salah satu jenis tumbuhan yang menyukai tempat terbuka tanpa naungan selama proses budidayanya, karena sinar matahari langsung sangat membantu meningkatkan produktivitas tanaman. Jenis tanah Andosol atau Latosol sangat cocok untuk budidaya jeruk, derajat keasaman tanah (pH tanah) berkisar 5,5-6,5. Air tanah optimal pada kedalaman 150-200 cm di bawah permukaan tanah, sedangkan di musim kemarau 150 cm, musim hujan 50 cm. Tanaman jeruk menyukai air berkandungan garam sekitar 10%, serta dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan kemiringan sekitar 300.

Ketinggian tempat penanaman jeruk sangat bervariasi, tergantung spesies yang dibudidayakan. Untuk Jenis jeruk Keprok Madura maupun Keprok Tejakula optimal ditanam di ketinggian 1–900 m dpl. Keprok Batu 55, Keprok Garut : 700-1.200 m dpl. Jeruk Manis Punten, Waturejo, WNO, VLO: 300–800 m dpl. Jeruk Siem: 1–700 m dpl. Jeruk Besar Nambangan-Madiun, Bali, Gulung: 1–700 m dpl. Jeruk Jepun Kasturi, Kumkuat: 1-1.000 m dpl. Jeruk Purut: 1–400 m dpl.

PEMBIBITAN TANAMAN JERUK

Teknik Generatif

Biji diambil dari buah dengan cara memeras buah yang telah dipotong kemudian dianginkan di tempat yang tidak terkena sinar selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang. Media semai dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (perbandingan 2:1) atau pupuk kandang, sekam, pasir (perbandingan 1:1:1).

Teknik Vegetatif

Metode yang lazim dilakukan adalah penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (onderstam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran tahan serangan penyakit akar seperti busuk akar maupun nematoda, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahan kekeringan, tahan/toleran terhadap penyakit virus. Varietas batang bawah yang biasa digunakan oleh penangkar adalah Japanese citroen, Rough lemon, Cleopatra, Troyer Citrange atau Carizzo citrange.

BUDIDAYA JERUK

Persiapan Lahan Budidaya Jeruk

Tanaman jeruk ditanam di tegalan tanah sawah/di lahan berlereng. Jika ditanam di suatu bukit perlu dibuat sengkedan/teras. Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk. Jenis jeruk keprok dan siem : jarak tanam 5 x 5 m. Jenis jeruk manis : jarak tanam 7 x 7 m. Jenis jeruk sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m. Jenis jeruk nipis : jarak tanam 4 x 4 m. Jenis jeruk grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m. Jenis jeruk besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m.

Lubang tanam hanya dibuat pada tanah yang belum diolah, dibuat 2 minggu sebelum tanam. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas tanah (25 cm). Tanah berasal dari lapisan atas dicampur pupuk kandang sebanyak 20 kg. Setelah penanaman, tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya. Bedengan (guludan) berukuran 1 x 1 x 1 m hanya dibuat jika jeruk ditanam di tanah sawah.

Teknik dan Cara Menanam Jeruk

Bibit jeruk dapat ditanam setelah memiliki 6-8 helai daun pada musim hujan atau dapat juga ditanam di musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami, namun sebaiknya ditanam diawal musim hujan. Sebelum ditanam, perlu dilakukan:
1) Pengurangan daun maupun cabang yang berlebihan.
2) Pengurangan akar.
3) Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat.
Setelah bibit ditaman, siram secukupnya, serta tutup mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari penyakit busuk batang. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi, dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.

PEMELIHARAAN TANAMAN JERUK

Penyulaman Budidaya Jeruk

Penyulaman tanaman jeruk dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh.

Penyiangan Budidaya Jeruk

Penyiangan dilakukan dengan cara membersihkan gulma sesuai frekuensi pertumbuhannya. Biasanya dilakukan sebelum melakukan pemupukan.

Pembubunan Budidaya Jeruk

Pembumbunan perlu dilakukan untuk menjaga agar akar tidak muncul ke permukaan karena hal ini dapat menghambat pertumbuhan tanaman, akar menjadi tidak berfungsi dengan baik. Jika budidaya jeruk dilakukan pada tanah berlereng, perlu diwaspadai terjadinya erosi tanah.

Pemangkasan Budidaya Jeruk

Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon serta menghilangkan bagian cabang yang sakit, kering serta tidak produktif/tidak diinginkan. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon. Pada pertumbuhan selanjutnya, setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya. Bekas luka pangkasan dioles menggunakan fungisida atau lilin agar terhindar dari serangan bankteri maupun cendawan (jamur). Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam Klorox/alkohol. Bagian ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah.

Pemupukan Budidaya Jeruk

Pemupukan tanaman setelah penamanan adalah sebagai berikut (gram/tanaman) :
a) Umur tanaman 1 bulan: Pupuk urea=100; ZA=200; TSP=25; ZK=100; Dolomit=20; Pupuk kandang=20 kg/tan.
b) Umur tanaman 2 bulan: Pupuk urea=200; ZA=400; TSP=50; ZK=200; Dolomit=40; Pupuk kandang=40 kg/tan.
c) Umur tanaman 3 bulan: Pupuk urea=300; ZA=600; TSP=75; ZK=300; Dolomit=60; Pupuk kandang=60 kg/tan.
d) Umur tanaman 4 bulan: Pupuk urea=400; ZA=800; TSP=100; ZK=400; Dolomit=80; Pupuk kandang=80 kg/tan.
e) Umur tanaman 5 bulan: Pupuk urea=500; ZA=1000; TSP=125; ZK=500; Dolomit=100;
Pupuk kandang=100 kg/tan.
f) Umur tanaman 6 bulan: Pupuk urea=600; ZA=1200; TSP=150; ZK=600; Dolomit=120;
Pupuk kandang=120 kg/tan.
g) Umur tanaman 7 bulan: Pupuk urea=700; ZA=1400; TSP=175; ZK=700; Dolomit=140;
Pupuk kandang=140 kg/tan.;
h) Umur tanaman 8 bulan: Pupuk urea=800; ZA=1600; TSP=200; ZK=800; Dolomit=160;
Pupuk kandang=160 kg/tan.
i) Umur tanaman 8 bulan: Pupuk urea 1000; ZA=2000; TSP=200; ZK=800; Dolomit=200;
Pupuk kandang=200 kg/tan.

Pengairan dan Penyiraman Budidaya Jeruk

Penyiraman jangan menggenangi batang akar. Tanaman diairi sedikitnya satu kali dalam seminggu pada musim kemarau. Jika air kurang tersedia, tanah di sekitar tanaman digemburkan lalu ditutup mulsa.

Penjarangan Buah Budidaya Jeruk

Pada tahun dimana pohon jeruk berbuah lebat, perlu dilakukan penjarangan supaya pohon mampu mendukung pertumbuhan dan bobot buah serta kualitas buah teta terjaga. Buah dibuang adalah buah sakit, buah tidak terkena sinar matahari (di dalam kerimbunan daun) serta kelebihan buah di dalam satu tangkai. Hilangkan buah di ujung kelompok buah dalam satu tangkai utama, sisakan hanya 2-3 buah.

HAMA TANAMAN JERUK

Hama Kutu Loncat (Diaphorina citri)

Bagian tanaman yang diserang adalah tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda.
Gejala:
Tunas keriting, tanaman mati.
Pengendalian:
Buang bagian tanaman terserang hama kutu loncat. Penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif dimethoate, monocrotophos, imidakloprid, abamektin, atau endosulfan. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Hama Kutu Daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii)

Bagian tanaman yang diserang adalah tunas muda maupun bunga.
Gejala:
Daun menggulung, akan membekas sampai daun dewasa.
Pengendalian:
Penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif methidathion, dimethoate, diazinon, phosphamidon, malathion, atau imidakloprid. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Hama Ulat Peliang Daun (Phyllocnistis citrella)

Bagian tanaman yang diserang adalah daun muda.
Gejala:
Alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut, menggulung, rontok.
Pengendalian:
Penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif methidathion, malathion, diazinon, profenofos, sipermetrin, betasiflutrin, atau klorpirifos. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah.

Hama Tungau (Tenuipalsus sp., Eriophyes sheldoni Tetranychus sp.)

Bagian tanaman yang diserang adalah tangkai, daun maupun buah.
Gejala:
Bercak keperakperakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun.
Pengendalian:
Penyemprotan menggunakan insektisida/akarisida berbahan aktif, cyhexation, dicofol, oxythioquimox, dicarbam, atau abamektin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Hama Penggerek Buah (Citripestis sagittiferella)

Bagian tanaman yang diserang adalah buah.
Gejala:
Terdapat lubang yang mengeluarkan getah.
Pengendalian:
Penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif methomyl, methidathion, fipronil, atau deltametrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan. Buah terserang dipetik lalau dimusnahkan.

Hama Kutu Penghisap Daun (Helopeltis antonii)

Gejala:
Bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis.
Pengendalian:
Penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif fenitrotionmothion, fenithion, metamidofos, methomil, atau imidakloprid. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Hama Ulat Penggerek Bunga dan Puru Buah (Prays sp.)

Bagian tanaman yang diserang adalah kuncup bunga jeruk manis atau jeruk bes.
Gejala:
Bekas lubang-lubang bergaris tengah 0,3-0,5 cm, bunga mudah rontok, buah muda gugur sebelum tua.
Pengendalian:
Penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif methomyl, methidathion, profenofos, atau sipermetrin. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan. Kemudian buang bagian tanaman terserang.

Hama Thrips (Scirtotfrips citri)

Bagian tanaman yang diserang adalah tangkai maupun daun muda.
Gejala:
Helai daun menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas menjadi hitam, kering, lalu gugur, bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang-kadang disertai nekrotis.
Pengendalian:
Menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari masuk ke bagian tajuk, hindari memakai mulsa jerami. Penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif difocol, propargite, abamektin, asetamiprid, atau imidakloprid. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Hama Kutu Dompolon (Planococcus citri)

Bagian tanaman yang diserang adalah tangkai buah.
Gejala:
Berkas berwarna kuning, mengering dan buah gugur.
Pengendalian:
Penyemprotan menggunakan insektisda berbahan aktif methomyl, triazophos, carbaryl, atau methidathion. Kemudian cegah datangnya semut yang dapat memindahkan kutu. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Hama Lalat Buah (Dacus sp.)

Bagian tanaman yang diserang adalah buah hampir masak.
Gejala:
Lubang kecil di bagian tengah, buah gugur, belatung kecil di bagian dalam buah.
Pengendalian:
Pemasangan alat perangkap sexpheromone menggunakan Methyl-Eugenol atau protein Hydrolisate. Penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif fenthion, dimethoathe, atau klorfenapir. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Hama Kutu Sisik (Lepidosaphes beckii Unaspis citri)

Bagian tanaman yang diserang daun, buah dan tangkai.
Gejala:
Daun berwarna kuning, bercak khlorotis, gugur daun. Pada gejala serangan berat terlihat ranting dan cabang kering, kulit retak, buah rontok.
Pengendalian:
Penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif diazinon, phosphamidon, dichlorophos, atau methidhation. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Hama Kumbang Belalai (Maeuterpes dentipes)

Bagian tanaman yang diserang adalah daun tua pada ranting atau dahan bagian bawah.
Gejala:
Daun gugur, ranting muda kadang-kadang mati.
Pengendalian:
Sanitasi kebun, kurangi kelembaban perakaran. Kemudian gunakan insektisida carbaryl, atau diazinon. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

PENYAKIT TANAMAN JERUK

Penyakit CVPD

Penyebab:
Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri.
Bagian tanaman yang diserang adalah silinder pusat (phloem) batang.
Gejala:
Daun sempit, kecil, lancip, buah kecil, asam, biji rusak, pangkal buah berwarna oranye.
Pengendalian:
Gunakan varietas unggul sehat bebas CVPD. Selain itu penempatan lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. Gunakan insektisida untuk mengendalikan serangga vektor serta lakukan sanitasi kebun.

Penyakit Tristeza

Penyebab:
Virus Citrus tristeza dengan vektor Toxoptera.
Bagian tanaman yang diserang jeruk manis, nipis, besar dan batang bawah jeruk Japanese citroen.
Gejala:
Lekuk batang, daun kaku pemucatan, vena daun, pertumbuhan terhambat.
Pengendalian:
Sanitasi kebun, memusnahkan tanaman terserang, kemudian kendalikan serangga vektor.

Penyakit Woody Gall (Vein Enation)

Penyebab:
Virus Citrus Vein Enation dengan vektor Toxoptera citridus, Aphis gossypii.
Bagian tanaman yang diserang: Jeruk nipis, manis, siem, Rough lemon dan Sour Orange.
Gejala:
Tonjolan tidak teratur tersebar pada tulang daun di permukaan daun.
Pengendalian:
Gunakan mata tempel bebas virus serta lakukan sanitasi di sekitar areal penanaman, serta pengendalian serangga vektor.

Penyakit Blendok

Penyebab:
Fungi Diplodia natalensis.
Bagian tanaman yang diserang adalah batang atau cabang.
Gejala:
Kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang, warna kayu jadi keabu-abuan, kulit kering lalu mengelupas.
Pengendalian:
Pemotongan cabang terinfeksi, bekas potongan diberi karbolineum atau fungisida Cu. dan fungisida Benomyl 2 kali dalam setahun.

Penyakit Embun Tepung

Penyebab:
Fungi Odidium tingitanium.
Bagian tanaman yang diserang adalah bagian daun maupun tangkai muda.
Gejala:
Tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda.
Pengendalian:
Penyemprotan menggunakan fungisida berbahan aktif pyrazophos, bupirimate, atau metil-tiofanat. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Penyakit Kudis

Penyebab:
Fungi Sphaceloma fawcetti.
Bagian tanaman yang diserang adalah daun, tangkai atau buah.
Gejala:
Bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye.
Pengendalian:
Pemangkasan secara teratur, penyemprotan menggunakan fungisida berbahan aktif makozeb, propineb, Benomyl atau simoksanil. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Penyakit Busuk Buah

Penyebab:
Penicillium spp. Phytophtora citriphora, Botryodiplodia theobromae.
Bagian tanaman yang diserang adalah buah.
Gejala:
Terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit.
Pengendalian:
Hindari kerusakan mekanis, celupkan buah ke dalam air panas atau fungisida berbahan aktif propamokarb hidroklorida. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan. Lakukan pelilinan buah serta pemangkasan bagian bawah pohon.

Penyakit Busuk Akar dan Pangkal Batang

Penyebab:
Phyrophthoranicotianae.
Bagian tanaman yang diserang adalah bagian akar maupun pangkal batang serta daun di bagian ujung dahan berwarna kuning.
Gejala:
Tunas tidak segar, tanaman kering.
Pengendalian:
Pengolahan, pengairan yang baik, sterilisasi tanah saat melakukan penanaman, buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah. Penyemprotan menggunakan fungisida berbahan aktif simoksanil, propamokarb hidroklorida, famoksadon atau metalaksil. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Penyakit Buah Gugur Prematur

Penyebab:
Fusarium sp. Colletotrichum sp. Alternaria sp.
Bagian tanaman yang diserang adalah bagian buah maupun bunga
Gejala:
2–4 minggu sebelum panen buah gugur.
Pengendalian:
Penyemprotan menggunakan fungisida berbahan aktif benomyl, metiltiofanat, karbendazim, atau klorotalonil. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk di kemasan.

Penyakit Jamur Upas

Penyebab:
Upasia salmonicolor.
Bagian tanaman yang diserang adalah batang.
Gejala:
Retakan melintang pada batang serta keluarnya gom, batang kering dan sulit dikelupas.
Pengendalian:
Kulit terinfeksi dikelupas lalu dioles fungisida carbolineum. Kemudian potong cabang terinfeksi.

Penyakit Kanker Jeruk

Penyebab:
Bakteri Xanthomonas campestris Cv. Citri.
Bagian tanaman yang diserang adalah daun, tangkai, buah.
Gejala:
Bercak kecil berwarna hijau-gelap atau kuning di sepanjang tepi, luka membesa seperti gabus pecah (diameter 3-5 mm).
Pengendalian:
Penyemprotan menggunakan fungisida berbahan aktif tembaga. Selain itu untuk mencegah serangan ulat peliang daun adalah mencelupkan mata tempel ke dalam 1.000 ppm Streptomycin selama 1 jam.

PANEN JERUK

Ciri jeruk siap panen :
Buah jeruk dipanen saat masak optimal, biasanya berumur antara 28–36 minggu, tergantung jenis/varietasnya. Buah dipetik menggunakan gunting pangkas.

Perkiraan Produksi
Rata-rata tiap pohon dapat menghasilkan 300-400 buah per tahun, kadang-kadang sampai 500 buah per tahun tergantung perawatan maupun varietas. Produksi jeruk di Indonesia sekitar 5,1 ton/ha masih di bawah produksi di negara subtropis yang dapat mencapai 40 ton/ha.

PASCAPANEN

Pengumpulan, Penyortiran dan Penggolongan Buah Jeruk
Di kebun, buah dikumpulkan di tempat teduh dan bersih. Pisahkan buah bermutu rendah, memar serta buang buah rusak. Sortasi dilakukan berdasarkan diameter dan berat buah tergantung permintaan pasar. Namun umumnya pasar menginginkan jeruk terbagi dalam 4 grid. Kelas A adalah buah berdiameter dan memiliki berat terbesar sedangkan kelas D memiliki diameter dan berat terkecil.
Penyimpanan Buah Jeruk. Untuk penyimpanan buah jeruk, gunakan tempat sehat, bersih dengan temperatur ruangan 8-100C.

Pengemasan Buah Jeruk
Sebelum pengiriman, buah dapat dikemas di dalam keranjang bambu/kayu tebal yang tidak terlalu berat untuk kebutuhan lokal serta kardus untuk ekspor. Pengepakan jangan terlalu padat agar buah tidak rusak. Buah disusun sedemikian rupa sehingga di antara buah jeruk ada ruang udara bebas tetapi buah tidak dapat bergerak. Wadah untuk mengemas jeruk berkapasitas 50-60 kg.


LOGO TANIJOGONEGORO
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA
Tanijogonegoro On Google Plus