BUDIDAYA BELUT

Budidaya Belut merupakan salah satu cabang usaha perikanan darat yang memiliki potensi bisnis sangat tinggi sehingga kegiatan tersebut memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi di sektor perikanan. Produktivitas kegiatan budidaya di sektor perikanan masih memungkinkan untuk dikembangkan, salah satunya adalah memperbaiki dan meningkatkan teknologi budidaya serta melakukan inovasi dalam kombinasi faktor-faktor produksi. Berternak belut merupakan kegiatan agribisnis perikanan yang perlu mendapatkan perhatian serius, mengingat potensi bisnisnya begitu besar bahkan teknologi budidaya yang diterapkan pun relatif lebih mudah diaplikasikan oleh petani atau peternak belut. Salah satu kelemahan dari usaha budidaya ini adalah minimnya pasokan benih belut, sehingga petani banyak yang kesulitan untuk mendapatkan benih.

PELUANG USAHA BUDIDAYA BELUT SAWAH

Kegiatan budidaya untuk jenis ikan belut memang belum banyak dilakukan secara kultur di kolam-kolam atau tempat-tempat pemeliharaan lain, karena dianggap kurang diminati konsumen. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kini banyak diproduksi makanan olahan berbahan dasar belut, baik dalam bentuk basah maupun kering. Hal ini menyebabkan peningkatan permintaan masyarakat terhadap komoditas perikanan. Meningkatkan permintaan terhadap komoditas belut secara otomatis akan menciptakan peluang agribisnis tersendiri. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika kini berternak belut mulai banyak dilirik oleh pelaku agribisnis. Mereka berusaha membidik peluang pasar budidaya ini meskipun di daerah-daerah tertentu pengadaan benih belut sangat sulit untuk didapatkan. Pada artikel pendek ini, hanya akan dibahas mengenai cara budidaya untuk konsumsi, dengan masa budidaya selama 2-3 bulan.

CARA BUDIDAYA

Meskipun mudah dilakukan, tetapi teknik atau cara budidaya belum banyak diketahui oleh peternak belut. Hal ini disebabkan secara kultur teknis ternak belut memang masih belum banyak dilakukan. Untuk mendapatkan informasi mengenai teknik budidaya yang baik dapat Anda simak pada ulasan-ulasan di bawah ini, namun sebelum melangkah lebih lanjut, tidak ada salahnya kalau kita mengenal belut lebih dalam lagi untuk sedikitnya membantu memudahkan proses budidaya disamping juga menambah wawasan kita sebagai seorang petani belut.

Deskripsi Belut Sawah

Di Indonesia dikenal ada tiga jenis ikan yang disebut belut. Ketiga jenis ikan tersebut adalah Monopterus albus Zuiew, Synbranchus bengalensis Mc. Clellland, serta Macrotema caligans Cantor. Monopterus albus Zuiew di Indonesia dikenal dengan sebutan welut, lindung. Sementara itu, Synbranchus bengalensis Mc. Clellland, dikenal dengan sebutan kirai. Sedangkan Macrotema caligans Cantor dikenal dengan istilah belut.
Ketiga jenis ikan di atas termasuk dalam Family Synbranchidae serta Ordo Synbranchoidea. Dari ketiga jenis belut tersebut, Monopterus albus termasuk dalam jenis belut sawah yang sering dijumpai di lahan-lahan persawahan.
Tubuh belut sawah licin berbentuk bulat panjang seperti ular, tetapi tidak memiliki sisik. Belut sawah memiliki sirip punggung serta sirip dubur. Sirip-sirip tersebut berbentuk lipatan-lipatan kulit tanpa jari sirip.
Belut sawah tergolong binatang hermaprodit protogyni. Daur hidupnya dimulai dari masa juvenil (hermaprodit), berkembang menjadi belut betina, selanjutnya masuk dalam masa inter-sex, kemudian berkembang lagi menjadi belut jantan. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan belut sawah mengalami perubahan kelamin tersebut. Berbagai penelitian telah dilakukan, tetapi hasilnya masih sangat bervariasi. Beberapa ahli telah melakukan penelitian terhadap perubahan jenis kelamin maupun ukuran tubuhnya.
Berdasarkan hasil penelitian, dilakukan oleh Ir. Djatmika D.H. di daerah Magelang, Jawa Tengah dan Bantul, Yogyakarta, pada tahun 1982, diperoleh hasil mengenai ukuran serta jenis kelamin belut sawah sebagai berikut:

Benih, merupakan belut berukuran 2-2.7 cm, berwarna putih dengan sedikit warna merah muda. Di dekat kepala, terdapat bagian berwarna hijau, bagian ini merupakan kantong kuning telur cadangan makanannya.
Belut betina memiliki panjang tubuh sekitar 20-28 cm , warna punggungnya hijau kecoklatan atau kehitaman, warna perut putih kekuning-kuningan, sedangkan ukuran kepala maupun tengkuknya relatif kecil. Ekor berbentuk memanjang serta bagian ujungnya lancip.
Fase Intersex terjadi pada belut yang memiliki panjang tubuh antara 29-35 cm, warna tubuh bagian atas atau punggungnya coklat kehitaman, sedangkan warna bagian perut kuning kecoklatan, ukuran kepala maupun tengkuk relatif lebih besar bila dibanding belut betina, ekor agak panjang serta bagian ujungnya agak tumpul.
Belut jantan memiliki panjang tubuh antara 36-48 cm, bahkan di lapangan seringkali ditemui belut jantan berukuran lebih panjang daripada ukuran tersebut. Bagian tubuh atas atau punggung berwarna coklat kehijauan, sementara bagian perut berwarna kuning kecoklatan. Ukuran kepala maupun tengkungnya relatif besar, ekornya pendek, serta bagian ujungnya tumpul.

Sistematika

Kingdom : Animalia
Sub-kingdom : Metazoa
Phyllum : Chordata
Sub-phyllum : Vertebrata (Craniata)
Class : Pisces
Sub-class : Teleostei
Ordo : Synbranchoidea
Familia : Synbranchidae
Genus : Monopterus
Species : Monopterus albus

Lingkungan Hidup

Belut sawah hidup di daerah persawahan maupun parit-parit di sawah. Mereka hidup di daerah lumpur atau tanah becek sampai kedalaman berkisar 10 cm. Biasanya banyak ditemukan di daerah-daerah pertanaman padi, terutama pada saat masa-masa awal penanaman. Hal ini disebabkan pada masa-masa tersebut, sawah masih digenangi air sehingga masih berlumpur. Sarangnya dibuat dengan cara menggali lubang seperti terowongan berliku, dalam hal ini pola sarang menyerupai huruf U. Binatang ini menyukai media dingin sebagai tempat tinggalnya. Suhu optimal saat budidaya berkisar antara 21 – 27 derajat celsius. Apabila mengalami kenaikan temperatur air, maka belut sawah akan meninggalkan tempat tersebut. Belut sawah mampu hidup di perairan dengan kandungan oksigen terlarut rendah, dimana pada kondisi tersebut, ikan-ikan air tawar lainnya sudah tidak lagi mampu mempertahankan hidupnya. Hal tersebut dikarenakan selain bernapas menggunakan insang juga memiliki alat pernapasan tambahan berupa lipatan-lipatan kulit tipis (lipatan kulit tipis ini terdapat di rongga mulutnya). Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Monopterus albus memiliki daya hidup cukup baik. Inilah salah satu kelebihannya sebagai salah satu komoditas perikanan masa depan. Tingginya daya hidup tersebut membuat potensi agribisnis budidaya ikan jenis ini semakin terbuka lebar, sehingga keberhasilan usaha budidaya lebih terjamin.

Kandungan Gizi

Belut selain rasanya enak serta banyak mengandung vitamin, juga mengandung kalori tinggi. Kandungan zat gizi setiap 100 gram berat ikan mengandung kalori 303 gram, protein 14 gram, lemak 27 gram, kalsium 0,02 gram, besi 0,001 gram, vitamin A 1,6 gram, vitamin B1 0,0001 gram, vitamin C 0,002 gram serta mengandung air 58 gram.

Teknik Budidaya

Secara teknis, kegiatan budidaya ini tidak diperlukan persyaratan khusus seperti budidaya ikan lainnya. Pelaksanaan kegiatan budidaya juga dapat dilakukan pada kolam kecil maupun besar. Bagian dasar kolam maupun dinding kolam belut sebaiknya dibuat permanen.

Bak

Bak untuk budidaya berukuran panjang 3 meter, lebar 1 meter, kedalaman 1,2 meter dimana sedalam 0,7 m berada dalam tanah (dengan cara digali), tujuannya agar media bak selalu dalam keadaan dingin sehingga suhu dalam media sesuai kondisi lingkungan hidup ideal untuk berternak belut. Pembuatan bak sebaiknya tidak terlalu besar agar proses pemeliharaan dalam kegiatan budidaya tersebut tidak mengalami hambatan serius.

Komposisi Media

Komposisi dan cara pembuatan media budidaya disusun dari bawah ke atas meliputi lumpur sawah, jerami, pupuk kandang fermentasi, pelepah pisang, dedak halus, lumpur sawah. Susun media tersebut hingga ketebalan 40 cm. Setelah tersusun media digenangi air hingga ketinggian 60 cm dari dasar kolam, selama kurang lebih 1 bulan. Tujuannya agar proses pelapukan berjalan sempurna sehingga tidak menimbulkan gas beracun setelah benih belut dimasukkan. Sesekali dilakukan penggantian air agar media memperoleh oksigen terlarut cukup sehingga bakteri dekomposer dapat melakukan aktivitas perombakan secara optimal. Disamping itu penggantian air juga bertujuan untuk menghilangkan buih-buih hasil pelapukan. Untuk mengontrol apakah proses pelapukan sudah sempurna atau belum dapat dilakukan dengan memasukkan jentik-jentik nyamuk dalam media. Apabila jentik-jetik nyamuk tersebut mati, berarti proses pelapukan belum sempurna.
Setelah bak beserta media budidaya selesai dipersiapkan serta dinyatakan proses pelapukan sudah sempurna, maka penebaran benih belut dapat dilakukan.

A. Teknik Pemijahan

a. Pemilihan Induk

Induk belut yang akan dipijahkan di dalam kolam sebaiknya telah memenuhi syarat ukuran badan. Induk betina memiliki panjang di bawah 30 cm, sedangkan induk jantan sekitar 40 cm. Pada ukuran tersebut biasanya induk belut sudah siap kawin. Komposisi induk di dalam kolam adalah 1 induk jantan dan 2 induk betina untuk tiap 1 m² kolam.

b. Pemantauan Pemijahan

Untuk mengetahui kapan induk belut bertelur, kolam pemijahan harus diperiksa. Jika di permukaan kolam sudah terdapat gelembung-gelembung busa, berarti pemijahan akan segera dimulai. Agar memudahkan penangkapan benih belut nantinya, bagian berbusa diberi tanda dengan cara menancapkan bambu atau kayu kecil. Busa ini akan menghilang setelah 10 hari, artinya ikan telah selesai kawin. Telur-telur hasil pemijahan tersebut akan menetas dalam waktu 10 hari kemudian.
Selanjutnya, benih belut berumur 5 hari sebaiknya segera diambil untuk dipisahkan dari induknya. Pengangkatan benih belut dilakukan secara hati-hati menggunakan serokan berbahan halus agar meminimalir resiko terjadinya luka di tubuh. Setelah benih belut diangkat, induk pun diangkat untuk diistirahatkan dalam kolam penampungan induk. Di kolam penampungan, induk belut diberi makan cincangan daging bekicot, keong emas, gedebog pisang, ikan, anak kodok, belatung, atau cacing tanah agar tetap terpelihara serta sehat. Jumlah pakan ikan yang diberikan per hari sebanyak 5% dari berat tubuh.
Kolam pemijahan disiapkan lagi untuk pemijahan berikutnya. Caranya dengan menaburkan pupuk kandang berupa kotoran sapi atau ayam, ketebalan tebaran pupuk kandar sekitar 10 cm. Pemupukan ini bisa ditambahkan dedak halus atau serpihan jerami. Induk belut betina pada periode pemijahan sebelumnya dapat dipakai sebagai induk jantan, sementara induk jantan tidak perlu dipakai lagi sebab sudah tidak potensial. Induk belut ini sebaiknya dijual atau dikonsumsi saja.

B. Pemilihan Benih Belut

Kualitas benih belut memegang peran penting dalam menunjang keberhasilan usaha budidaya. Untuk itu, sebaiknya hanya benih belut berkualitas yang dipilih untuk didederkan. Benih berkualitas memiliki syarat-syarat sebagai berikut.
  1. Anggota tubuhnya masih utuh, mulus atau tidak ada bekas luka gigitan.
  2. Gerakan tubuhnya lincah dan agresif.
  3. Penampilannya sehat, dicirikan tubuh ikan keras, tidak lemas jika dipegang.
  4. Tubuhnya berukuran kecil, berwarna kuning kecoklat-coklatan.
  5. Usianya 2-4 bulan.

Budidaya Tahap I

Pada budidaya tahap I, benih belut yang ditebar berukuran 5 – 8 cm, padat penebaran ikan 150 ekor/m2. Setelah dua bulan dipelihara benih belut sudah berukuran 15 cm. Belut siap dikonsumsi sebagai belut kering (goreng tepung) atau dipelihara pada budidaya tahap II. Belut ukuran ini sangat sulit ditangkap karena sudah bisa membenamkan diri dalam lumpur. Cara penangkapan salah sayunya dengan cara memasang perangkap (bubu) yang dipasang berderet sebelum pengeringan.

Budidaya Tahap II

Pada budidaya tahap II, benih belut yang ditebar adalah hasil dari budidaya tahap I, yaitu belut ukuran 15 cm, padat penebaran ikan 25 ekor/m2. Untuk membantu pertumbuhan, perlu diberikan pakan tambahan berupa cacing tanah, bekicot, atau sisa-sisa dapur. Setelah dua bulan, belut sudah berukuran 25–20 cm. Belut ukuran ini siap untuk dikonsumsi, selain itu juga paling banyak dicari konsumen.

Pakan Ikan Tambahan

Budidaya untuk jangka waktu kurang dari 4 bulan tidak memerlukan pakan ikan tambahan karena sudah cukup memperoleh makanan dari media yang dibuat. Tetapi untuk menjunjang pertumbuhan belut, pemberian pakan tambahan seperti di atas bisa dilakukan. Pemberian pakan belut jangan berlebihan. Sampai saat ini belum ada penelitian mengenai jenis, kuantitas, serta kualitas pakan belut sawah.

PANEN

Panen belut sawah dilakukan dengan cara mengambil serta memindahkan lumpur yang dijadikan sebagai media budidaya. Pengambilan lumpur biasanya membutuhkan alat bantu berupa papan. Pindahkan lumpur atau media budidaya ke bak lain sedikit demi sedikit. Dengan pengambilan atau pemindahan lumpur tersebut, maka belut akan merasa terancam terganggu, secara naluriah ia akan menyingkir ke tempat lain yang lebih aman. Setelah lumpur habis maka belut sawah tinggal diambil untuk dipindahkan ke wadah penampungan.

Demikian informasi singkat ini kami sajikan mengenai budidaya belut, semoga bermanfaat. Salam Tanijogonegoro!

81 comments:

  1. Terimmakasih informasinya....jayalah tani indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah menyimak Budidaya Belut

      Delete
    2. Owh ternyata seperti itu cara budidaya belut sawah.
      Pantas saja kemaren saya gagal.

      Terimakasih info nya mbak.
      Lain kali saya coba lg seperti cara yg di atas.

      Delete
    3. Selamat mencoba Budidaya Belut Semoga berhasil.

      Delete
    4. Untuk mendapatkan benih 5-8cm untuk wilayah cirebon ada nga broe???

      Delete
    5. terimakasih banyak atas infonya, di daerah aku sulit mencari bibitnya, dimanakah pemesana bibit belutnya?

      Delete
    6. Saya sendiri sedang mencari bibit untuk Budidaya Belut

      Delete
    7. cari bibit yang bagus di mana ya mbak...tks

      Delete
    8. Saya sendiri sedang mencari bibit belut untuk mencoba budidaya belut secara intensif. tapi memang sejauh ini budidaya belut mengalami kesulitan mencari sumber benih

      Delete
    9. klo cara mengembang biakan na gmn mbak

      Delete
    10. Ada teknologi sendiri untuk mengembangbiakkan belut, mungkin akan saya tulis pada artikel tersendiri lain waktu. terima kasih atas kunjungannya.

      Delete
    11. Wah Singkat padat tapi banyak manfaat, Tapi kalau boleh tau gemana triknya mwmbuat fermentasi dan bahannya apa saja

      Delete
    12. Nanti akan kami uraikan dalam artikel pembuatan pupuk organik padat. Jika dijelaskan dalam kolom komentar, mungkin akan terlalu panjang. Terima kasih atas kunjungannya.

      Delete
  2. wah bgus untuk usaha.gak terllu bnyk modal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Budidaya Belut memang tidak membutuhkan biaya tinggi.

      Delete
    2. semoga bisa menjadi referensi bagi pemula Budidaya Belut

      Delete
  3. gimana cara mendapatkan benih belut

    ReplyDelete
  4. Maaf .. jika boleh tanya, apakah belut termasuk hewan yang suka memakan temanNya sendiri ? Bagaimana caranya agar dalam kolam pembesaran dapat diupayakan tumbuh merata. Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belut termasuk binatang kanibal. Budidaya Belut seperti halnya Budidaya ikan lain, pasti terjadi ketidak seragaman pertumbuhan. Kita hanya meminimalisir dengan teknologi Budidaya Belut seperti diatas

      Delete
  5. Terima kasih Imformasinya mudahmudahan bermaanfaat saya akan mencoba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat mencoba budidaya belut. Semoga sukses.

      Delete
  6. alhamdulilah jadi bertambah ilmu,.. bisa nyoba budi daya belut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan berhasil mencoba Budidaya Belut

      Delete
  7. Dimana ya bisa mendapatkan benih belut, aku tinggal di bogor

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sendiri sedang mencari bibit untuk persiapan Budidaya Belut

      Delete
  8. dimana saya bisa mendapatkan pesanan bibitnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sendiri sedang mencari bibit untuk persiapan Budidaya Belut

      Delete
  9. Aq tinggal d blitar, susah cari benih belut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang benih belut belum banyak diusahakan petani.

      Delete
  10. Belut sawah adalah teman nasi favorit sejak kecil. Namun sejalan dengan perkembangan cara manusia yg ingin serba instan dalam mengolah tanah, mendapatkan ikan dg cepat dan mendapatkan keuntungan banyak tanpa memperhatikan lingkungan lainnya, populasi belut terasa semakin berkurang dan saat ini cenderung sulit mendapatkannya di pinggiran pematang sawah, padahal cara mendapatkan belut dari pinggiran pematang sawah tsb sangat membahagiakan. Semuanya itu, kini tinggal kenangan yg tergugah oleh tulisan budidaya belut dari "petunjuk-budidaya" bernuansa hijau. Trim's ya, Mbak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih apresiasinya, mudah-mudahan artikel budidaya belut bisa turut memberi inspirasi untuk meniti usaha kecil

      Delete
  11. Replies
    1. Bagi yang sudah terbiasa belut menjadi ikan peliharaan menyenangkan

      Delete
  12. Untk pembibitan nya sndiri bgaimana cra nya,,?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Referensi pembibitan pada budidaya belut belum saya dapatkan. Sementara orientasi budidaya belut yang saya lakukan untuk pembesaran

      Delete
  13. Referensi pembibitan pada budidaya belut belum saya dapatkan. Sementara orientasi budidaya belut yang saya lakukan untuk pembesaran

    ReplyDelete
  14. wah sepertinya menarik nih buat dicoba..
    jujur, saya penikmat belut goreng :)
    jadi ingin coba budidayanya langsung..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan, budidaya belut bisa dilakukan di halaman rumah atau pekarangan kecil.

      Delete
  15. good article....tapi sayang bibit belut belum banyak ditemukan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat betul, perlu ada solusi pengadaan bibit belut untuk mendukung budidaya belut

      Delete
  16. idem dengan arif,saya sudah pernah mencoba membuat media tanamnya untuk kolam belut ini,tp sayang hanya sekali tanam dan tidak bisa di lanjut lagi karena tidak adanya suplay bibit...mungkin next saya akan coba membuat pendederan atau pembenihan bibit sendiri...amiiiin izin saya copas di blog ane

    ReplyDelete
    Replies
    1. budidaya belut selama ini mengalami kendala ketersediaan benih. sehingga subsektor budidaya belut untuk pembenihan memang berpeluang besar. semoga berhasil.

      Delete
  17. Cara terbaru yang lebih praktis pakai media air,tapi harus sedia pakan.,.untuk bibit saya pernah ditawari oleh pembibit dari Pati & Pemalang,Purbalingga juga ada kalau tidak salah.Browsing aja di fb!:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, kalau bisa berbagi informasi tentang tempat pembenihan lele, saya sangat merasa terbantu. terima kasih sebelumnya

      Delete
  18. susahnya mencari bibit belut ,akibat dari budaya setrum ,sekarang banyak orang mencari ikan atau belut dengan menyetrum ,akibatnya bibit yang kecilpun mati tersengat setrum ,lebih parah lagi ada yang pakai potas ...habis sudah .semoga ada yang berhasil membudidayakan pembenihan .terimakasih .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan penangkapan ikan menggunakan cara tersebut bisa ditindak tegas. Mari kita bersama-sama mempelajari budidaya belut terutama subsistem pembenihan

      Delete
  19. Replies
    1. budidaya belut memang sangat simpel tapi cukup prospektif

      Delete
  20. wah info yang menarik, belut emang kabarnya kaya akan protein dan rendah lemak. semoga banyak nantinya yang ikut berternak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harapan kami memang untuk memasyarakatkan budidaya belut.

      Delete
  21. bung saya mau tanya bagai mana cara membudidayakan belut di lahan gambut soalnya di kalimantan tengah ini kondisi tanahnya adalah bergambut....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lahan gambut derajat keasaman tanahnya sangat rendah, sementara pada budidaya belut harus menjaga pH pada kisaran 6-6,8 agar pertumbuhan belut optimal. langkah pertama adalah memperbaiki pH tanah dengan pengapuran, dua minggu kemudian lakukan pengukuran pH tanah. Jika pH tanah sudah sesuai dengan kondisi optimal untuk pertumbuhan belut, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan media sesuai dengan teknis budidaya di atas. terima kasih atas kunjungannya, selamat mencoba budidaya belut.

      Delete
  22. mohon info bibit belut, kalau di riau susah mencarinya. salam kenal dari anak riau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di jawa sendiri masih kesulitan mencari bibit belut, oleh karena itu perlu ada literatur yang membahas teknik budidaya belut untuk pembenihan, sehingga pasokan kebutuhan benih bisa tercukupi.

      Delete
  23. mohon izin berbagi link.
    http://usahamiliyaran.blogspot.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan, semoga blog Anda ramai. Selamat bergabung saudaraku dari Riau, salam kenal kembali.

      Delete
  24. Terima kasih sudah menulis hal ini, karena bermanfaat bagi orang banyak. Salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih juga atas kunjungan dan apresiasinya pada artikel kami, budidaya belut.

      Delete
  25. trimakasih banyak infonya...!! info ni sangat pentiing. krna keluarga saya ada rencana buat membudidayakan belut...!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih juga atas kunjungan dan apresiasinya pada artikel kami, budidaya belut. Semoga usaha Anda dan keluarga untuk budidaya belut bisa berhasil, SUKSES!

      Delete
  26. terimakasih banya infonya,,!! jadi tambah terobsesi untuk membudidayakan beluut,,!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih juga atas kunjungan dan apresiasinya pada artikel kami, budidaya belut. Semoga usaha Anda dan keluarga untuk budidaya belut bisa berhasil, SUKSES!

      Delete
  27. klo sudah ketemu benih belut di daerah jawa tengah, minta infonya ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ok, nanti segera saya informasikan kalau saya sudah menemukan penyedia bibit belut

      Delete
    2. jika di bandingkan antra budidaya belut dengan budidya ikan gurame lebih prospektif mana? terimakasih sebelumnya..

      Delete
    3. Semua tergantung pada tujuan budidaya masing-masing pengusaha. Untuk perbandingan kedua sektor budidaya yang Anda sebutkan, sebentar lagi akan saya posting tentang analisa usaha budidaya lele

      Delete
    4. Artikelnya menarik sekali. Membuat saya termotivasi untuk beternak belut.

      Delete
    5. Semoga dengan motivasi itu akan mampu menggerakkan Anda memulai usaha budidaya belut

      Delete
  28. kl untuk panen per harinya mencapai 100kg kira2 modal awalnya brp /

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk menghitung modal usaha, biaya investasi, keuntungan, dan tingkat pengembalian modal, harus dibuatkan analisa usaha. Saya belum sempat membuat, kalau hanya kira-kira tidak bisa, maaf.

      Delete
  29. duhhh jadi tertarik nihh budaya belut.....
    klo ada yg sudah berhasil budi dya belut...
    hbungi aku ya boz... hp 085332650647 pin 28757F01
    aku minat nih bdaya blu
    trmksh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga sukses dalam agribisnis budidaya belut. Salam Tani Indonesia. MERDEKA!

      Delete
  30. Trimakasih atas infonya, saya sudah lama sekali mencari artikelbseperti ini. Mohon bantuannya ya kalu saya nanti jadi membudidayakan belut ini. Untuk daerah lampung barat benih dapat di cari dimana. Trims
    ....
    Didiet Meonk ( Muhadi Agusta ) 05379701998
    Facebook Didiet Meonk Aza
    Twitter @didiet_meonk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sampaikan simpati atas keseriusan Anda dalam melaksanakan agribisnis budidaya belut. Semoga Sukses. Salam Tani Indonesia. MERDEKA!

      Delete
  31. Mau belajar budidaya ini kaya nya pasar masih luas tuh...........

    ReplyDelete
    Replies
    1. budidaya belut memang peluang usaha yang masih belum banyak dilirik orang. barangkali bisa meraih sukses untuk membudidayakannya. Salam Blogger.

      Delete
    2. Bertambah lagi pengetahuan saya, kebetulan sekarang saya lagi coba sampingan dan sekarang sudah menanam sekitar 5 ton bibit belut ukuran 1kg=150-200 ekor dengan total kolam yang sudah isi sekitar 67 kolam dengan masing masing kolam memiliki luas 8 x 10 m yang saya ingin tanyakan bagaimana cara mengemas belut saat panen agar bisa tahan bila di eksport dengan perkiraan waktu + 10 jam dari mulai packing sampai ke cust terimakasih dan sukses untuk kita semua

      Delete
    3. Kebetulan saya tidak memiliki pengalaman ekspor. Belut untuk kiriman ekspor biasanya dikemas dalam keadan beku, frozen, berbentuk fillet. Tata cara pengemasan untuk komoditas perikanan bisa Anda tanyakan di perusahaan penyedia jasa Packing atau ke dinas perikanan terdekat untuk meminta pengarahan yang lebih tepat.

      Kalau tidak keberatan untuk berbagi informasi, dimana Anda memperoleh benih belut sebanyak itu? Banyak pembaca yang menanyakan dan saya belum bisa memberikan informasi yang dibutuhkan. Biasanya saya memesan kepada petani untuk menyediakan bibit belut, dan itu hanya dilakukan untuk skala kecil saja karena merupakan hasil tangkapan.

      Delete
  32. selamat siang bu ??
    saya ingin memulai bisnis untuk jual beli belut dan sudah ada yang siap menampung pengiriman saya,
    untuk belut minimal 15 ekor/kg harganya berapa ?
    dan dimana saya bisa membelinya ???
    mohon balas ke imail saya di sultanhardiansyah@gmail.com

    mohon balasannya
    terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebetulan saya tidak bergerak di pemasaran. Kalau ada informasi nanti saya hubungi.

      Delete

Tanijogonegoro.com: Menyajikan Informasi Terbaik
Tanijogonegoro.com: Menyajikan Informasi Terbaik

LOGO TANIJOGONEGORO
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA
Tanijogonegoro On Google Plus