BUDIDAYA LELE (TERNAK LELE)

Budidaya Lele (Ternak Lele) - Ikan lele merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki potensi serta peluang bisnis cukup menjanjikan. Disamping cara budidaya cukup mudah, komoditas perikanan ini juga sangat digemari oleh berbagai kalangan. Seperti kita ketahui bersama, bahwa hampir semua kios-kios penjual pecel lele selalu dipadati oleh pengunjung. Hal ini membuktikan bahwa cita rasa masyarakat terhadap komoditas ikan lele cukup tinggi. Selain harganya murah, tekstur daging maupun kelezatannya secara umum cukup istimewa.

PELUANG BUDIDAYA

Berternak ikan lele mempunyai peluang usaha cukup menjanjikan mengingat selera konsumen sangat tinggi akan jenis ikan ini. Beberapa kelebihan dari komoditas ikan lele diantaranya adalah tekstur dagingnya cukup kenyal, tidak banyak tulang diantara dagingnya sehingga memudahkan orang saat sedang mengkonsumsinya, ikan lele juga memiliki kandungan protein cukup tinggi (bisa dijadikan sebagai salah satu sumber protein alternatif). Disamping harganya terjangkau, juga memiliki cita rasa cukup enak, sehingga banyak digemari masyarakat. Dengan berbagai kelebihan tersebut, tidak mengherankan jika semakin hari permintaan ikan lele semakin meningkat. Apalagi sekarang banyak dijual produk-produk makanan olahan berbahan dasar lele, hal tersebut tentunya akan semakin meningkatkan konsumsi masyarakat akan ikan lele.

Tingginya permintaan konsumen, baik lokal maupun internasional, menjadikan potensi agribisnis budidaya ikan lele semakin terbuka lebar dari hari ke hari. Melihat fenomena ini, tidak mengherankan jika masyarakat berbondong-bondong mulai mencoba menjalankan bisnis ternak ikan lele. Disamping peluang pasar cukup besar, kegiatan budidaya juga dapat dilakukan oleh setiap orang, karena teknik budidaya yang diterapkan cukup mudah serta kebutuhan modal selama proses budidaya juga tidak begitu tinggi.

Usaha budidaya ikan jenis ini selain dapat dilakukan sebagai salah satu usaha utama, juga dapat dijadikan sebagai usaha sampingan. Salah satu faktor paling menentukan keberhasilan usaha budidaya ini adalah kedisiplinan. Oleh karena itu, jika kegiatan budidaya akan dijadikan sebagai usaha sampingan, sebaiknya peternak lele harus mencari tenaga kerja berkedisiplinan tinggi. Jika tidak, dikhawatirkan usaha budidaya akan terbengkelai sehingga berakibat terhadap kemungkinan terjadinya kegagalan dalam berternak. Selain disiplin, penguasaan teknik dan cara budidaya yang benar juga menjadi faktor penting selama proses budidaya, terutama harus dikuasai oleh peternak lele. Jika kedua faktor telah dipenuhi maka besar kemungkinan usaha ternak ikan lele akan menuai hasil tinggi.

LINGKUP KEGIATAN BUDIDAYA IKAN LELE

Ternak ikan lele merupakan kegiatan agribisnis perikanan (pertanian dalam arti sempit) yang menitikberatkan pada usaha produksi ikan lele mulai dari pembenihan hingga masa panen. Berdasarkan bentuk kegiatannya, budidaya ikan ini dibagi beberapa subsektor, yaitu budidaya subsektor pembenihan, pendederan, maupun subsektor pembesaran lele. Pada budidaya subsektor pembenihan ikan lele, orientasi kegiatan budidaya terutama bertujuan menghasilkan benih yang akan dipelihara di subsektor pendederan lele. Sedangkan budidaya subsektor pendederan berorientasi menyediakan benih lele siap dipelihara di kolam pembesaran. Sementara itu, budidaya subsektor pembesaran memiliki orientasi kegiatan menghasilkan produk siap konsumsi.

Artikel ini akan membahas mengenai cara berternak lele secara umum, mulai dari teknik budidaya pembenihan sampai pembesaran ikan lele. Seperti telah dikatakan bahwa berternak ikan lele merupakan salah satu kegiatan budidaya perikanan yang perlu mendapat perhatian serius. Selain karena permintaan pasar sangat tinggi, baik konsumsi nasional maupun ekspor, kegiatan usaha budidaya juga bisa dilakukan di lahan sempit sehingga dapat mengoptimalkan lahan sempit di sekitar kita. Sebelum berternak ikan lele, sebaiknya perlu dipahami terlebih dahulu mengenai ikan lele itu sendiri. Hal tersebut terutama difokuskan pada karakteristik, morfologi, maupun kebiasaan hidup ikan, baik di dalam kolam pemeliharaan maupun di alam bebas. Namun, pada artikel ini kami tidak membahasnya lebih lanjut. Mengenai informasi seputar morfologi, syarat hidup, maupun kebiasaan hidup ikan, bisa dilihat pada artikel Mengenal Ikan Lele

BUDIDAYA IKAN LELE TAHAP PEMBENIHAN

Kegiatan ini memfokuskan kegiatan budidaya pada pengadaan benih atau larva ikan. Adapun faktor utama penentu keberhasilan adalah kualitas induk ikan. Oleh karena itu, sebelum melakukan kegiatan ternak ikan lele subsektor pembenihan ini, terlebih dahulu harus melakukan survey untuk menyediakan induk ikan lele berkualitas. Indukan berkualitas akan menghasilkan benih atau larva ikan berkualitas pula sehingga perolehan keuntungan menjadi lebih optimal.

Secara teknis, kegiatan budidaya subsektor pembenihan dapat dilakukan dengan menerapkan beberapa teknik atau sistem budidaya, yaitu secara tradisional, semiintensif, maupun intensif. Budidaya pembenihan secara tradisional pada dasarnya merupakan teknik budidaya dengan memanfaatkan potensi maupun sumberdaya apa adanya, selain itu teknologi budidaya yang diterapkan biasanya berdasarkan pengalaman peternak ikan secara turun temurun. Mengenai teknik budidaya pembenihan ikan lele tradisional juga telah kami ulas lebih terperinci dalam artikel lain, bisa Anda kunjungi artikel Budidaya Ikan Lele Pembenihan Secara Tradisional.

Sementara itu, pembenihan ikan lele secara semiintensif merupakan perpaduan dari teknik budidaya pembenihan lele secara modern atau intensif dengan teknik budidaya pembenihan lele tradisional. Pada kegiatan ini, peternak lele memanfaatkan potensi maupun sumberdaya seperti pada budidaya pembenihan ikan lele tradisional, tetapi teknik pelaksanaan kegiatan budidaya pembenihan sudah dilakukan secara intensif, terutama dalam hal proses pematangan gonad dari induk-induk ikan. Pada teknik budidaya pembenihan ikan lele semiintensif ini, peternak lele telah memanfaatkan kemajuan teknologi dengan cara penyuntikan kelenjar hipofisa pada induk-induk ikan. Untuk lebih jelasnya, telah kami ulas lebih terperinci dalam artikel lain, silahkan baca kunjungi Budidaya Ikan Lele Pembenihan Semiintensif.

Sedangkan teknik budidaya pembenihan ikan lele secara intensif merupakan kegiatan pembenihan lele yang dilakukan sepenuhnya memanfaatkan kemajuan teknologi, baik sumberdaya maupun teknik budidaya yang diterapkan. Berhubung kami belum bisa mengumpulkan referensi secara lengkap mengenai teknologi budidaya pembenihan ikan lele secara intensif, maka kami belum bisa menyajikan informasi tentang hal itu. Selain itu, dengan mempertimbangkan faktor kecukupan modal peternak, akan lebih rasional untuk menerapkan teknologi budidaya pembenihan ikan lele secara tradisional maupun semiintensif.

KEGIATAN BUDIDAYA LELE PENDEDERAN

Usaha ternak ikan lele tahap pendederan pada intinya merupakan kegiatan pemeliharaan lele mulai dari memelihara benih atau larva ikan berukuran 1-3 cm, yang dihasilkan dari kegiatan budidaya subsektor pembenihan ikan lele hingga mencapai ukuran 3-5 cm. Biasanya kegiatan budidaya tahap ini memerlukan waktu kurang lebih 2-3 minggu. Selain itu, teknik ternak ikan lele tahap pendederan biasanya meliputi beberapa kegiatan, diantaranya penebaran benih lele, pengaturan air, pemberian pakan tambahan, pengendalian hama dan penyakit ikan lele, serta kegiatan panen. Hasil panen tahap pendederan lele selanjutnya dipelihara lagi pada tahap pembesaran, proses ini bisa dilakukan baik di kolam terpal, kolam tanah, maupun kolam tembok (semen).

Penebaran Bibit Lele

Penebaran bibit lele tahap pendederan sangat rentan terhadap kematian, terutama diakibatkan stress maupun luka saat penangkapan atau pengangkutan ikan. Padat penebaran lele antara 500-700 ekor/m2. Sehingga untuk kolam seluas 10 m2 bisa ditebar bibit ikan sebanyak 5.000-7.000 ekor. Penebaran bibit lele harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar resiko dapat diminimalisir, berikut cara penebaran bibit ikan lele untuk mengurangi resiko stres maupun luka akibat pemanenan dan pengangkutan :
  • Pemindahan bibit lele sebaiknya dilakukan pagi hari atau sore hari saat suhu air belum terlalu tinggi. Tujuannya adalah untuk mempercepat proses adaptasi bibit lele tebaran di lingkungan barunya. Jika pemindahan bibit dilakukan saat siang hari, apalagi jika terik matahari tinggi, bisa dipastikan bibit ikan banyak mengalami stress yang mengakibatkan tingkat kematian sangat tinggi.
  • Pengambilan bibit lele dilakukan menggunakan jaring dengan ukuran net rapat serta lembut. Tujuannya adalah agar bibit ikan lele tidak banyak mengalami kerusakan sehingga menimbulkan stress saat dilakukan penangkapan. Penangkapan menggunakan jaring kasar dikhawatirkan akan melukai tubuh bibit. Jika tubuh atau kulit ikan mengalami gesekan dengan benda kasar bahkan sampai terjadi luka atau lecet, akan mempengaruhi daya hidup saat dipindahkan ke kolam pemeliharan lain.
  • Bibit ikan lele hasil tangkapan kemudian ditempatkan di wadah yang sudah diisi air dari kolam yang akan digunakan sebagai tempat penebaran larva atau benih. Penggunaan air pada kolam penebaran larva lele bertujuan meningkatkan daya adaptasi benih di tempat barunya. Jika jarak kolam pendederan tersebut tidak cukup jauh, maka bisa menggunakan wadah berupa ember. Namun bila jaraknya lumayan jauh, sebaiknya bibit ikan hasil tangkapan terlebih dahulu dikumpulkan dalam hapa agar sirkulasi oksigen tetap terjamin. Sedangkan pemindahannya bisa menggunakan kantong plastik berisi oksigen.
  • Setelah wadah cukup penuh, bibit lele segera dipindah ke kolam penebaran secara hati-hati. Cara penebarannya adalah, wadah dimasukkan dalam kolam pendederan perlahan-lahan sampai air kolam masuk ke dalam wadah. Dengan cara demikian bibit lele yang baru dipindahkan akan berenang keluar dari wadah dengan sendirinya. Cara tersebut cukup efektif untuk mengurangi resiko bibit ikan lele mengalami stres di lingkungan perairan barunya.

Cara Pengaturan Air

Kualitas air kolam pendederan ikan lele perlu dijaga, cara paling efektif adalah penggunaan air mengalir sistem paralon secara kontinyu dengan debit air tidak terlalu besar. Debit air terlalu besar justru kurang baik untuk pertumbuhan maupun perkembangan ikan lele.
Pada ternak ikan lele pendederan, kualitas air tidak terlalu cepat menurun. Hal ini dikarenakan ukuran ikan masih sangat kecil, sehingga kotoran dari ikan belum begitu banyak. Pakan tambahan diberikan sebanyak 3-5% dari jumlah total berat benih lele peliharaan. Pakan ikan tambahan diberikan dalam bentuk tepung. Pemberiannya sebanyak tiga kali, yaitu setiap pagi, siang serta sore hari. Pemberian pakan lele jangan sampai berlebihan, agar sisa pakan tidak mengendap. Pengendapan pakan ikan di dasar kolam dapat menurunkan kualitas air kolam.

Pemberian Pakan Tambahan

Bibit ikan berukuran 1-3 cm belum dapat makan pelet dalam bentuk butiran sehingga di minggu pertama tidak perlu diberikan pakan ikan tambahan. Bibit lele akan memakan pakan alami yang telah tersedia di kolam, seperti plankton, kutu air (Daphnia sp.) ataupun cacing sutra (Tubifex sp.) Untuk itu, usahakan agar kolam ikan mengandung banyak pakan alami, misalnya dapat memberikan pupuk kandang fermentasi saat pembuatan kolam ikan. Setelah ikan lele memasuki minggu kedua sampai ketiga perlu diberi pakan tambahan dalam bentuk tepung. Pakan ikan diberikan sebanyak tiga kali, tiap pagi, menjelang sore serta malam hari. Pemberian pakan tambahan dilakukan sedikit demi sedikit, sampai tidak ada lagi bibit ikan yang mengejar pakan (sekitar 3-5% dari berat total).

Pengendalian Hama dan Penyakit Lele

Pada tahap ini, peternak lele harus betul-betul memperhatikan kesehatan ikan dari ancaman hama dan penyakit pengganggu selama budidaya. Jika tidak diperhatikan, bisa jadi usaha budidaya tidak akan mencapai hasil optimal seperti harapan. Larva atau benih lele yang masih kecil belum memiliki daya tahan sebaik ikan remaja atau dewasa. Pada ukuran ini, benih sangat rentan baik terhadap perubahan lingkungan maupun serangan hama dan penyakit lele. Serangan hama ikan lele sebetulnya kurang signifikan, namun tetap memerlukan perhatian. Sebaliknya serangan penyakit baik disebabkan karena faktor eksternal maupun internal justru sangat perlu mendapat perhatian serius agar hasil produksi mencapai titik optimal.
Hama pengganggu selama berternak lele pendederan meliputi ular, burung, kadal, serta katak. Usahakan pencegahan terhadap serangan hama-hama tersebut supaya tidak mudah masuk ke dalam kolam ikan. Pencegahan dapat dilakukan menggunakan anyaman bambu untuk menutup permukaan kolam. Selain itu juga harus dilakukan sanitasi lingkungan di areal kolam, agar kehadirannya dapat ditekan. Bila hama telah terlanjur masuk, harus segera dikeluarkan dari kolam ikan.
Pencegahan penyakit selama budidaya bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan air serta pengaturan pH air. Kebersihan air perlu mendapat perhatian serius, karena jika air kolam kondisinya kotor, baik akibat pemberian pakan ikan secara berlebihan maupun sisa-sisa kotoran ikan, akan berpotensi menimbulkan serangan penyakit. Selain itu, usahakan nilai pH air tetap dalam kondisi optimal untuk menopang pertumbuhan benih atau larva lele, yaitu berkisar antara 6,5-6,8. Jika nilai pH air terlalu rendah, bisa ditambahkan kapur pertanian sesuai tingkat kebutuhan. Pengukuran nilai pH air bisa menggunakan kertas lakmus ataupun pH tester.
Apabila bibit lele menunjukan tanda-tanda terserang penyakit (terutama jamur), bisa diberikan malachite green oxalite 1-5 ml atau methylene blue 10 ml per 1 meter kubik air.

Seleksi Bibit Lele Hasil Panen

Setelah berumur 18 hari bibit ikan lele diseleksi menggunakan ayakan bibit berukuran 3-5 cm. Ayakan bibit dapat berupa ember atau alat lain yang diberi lubang berukuran sebesar lingkaran tubuh bibit. Bibit ikan yang terlepas dari ember menunjukkan bahwa bibit tersebut tidak lolos seleksi, karena ukurannya masih terlalu kecil. Selanjutnya bibit lele tersebut kembali dimasukkan ke dalam kolam pemeliharaan agar mencapai ukuran sesuai kehendak. Sedangkan bibit lele yang tersisa di ember merupakan bibit lolos seleksi atau telah mencapai ukuran 3-5 cm. Bibit-bibit ikan berukuran 3-5 cm dapat dipanen untuk selanjutnya dibesarkan pada budidaya pendederan tahap kedua, atau bisa juga dapat langsung dijual di pasar. Bibit tersebut merupakan bibit ikan lele berkualitas tinggi karena memiliki kecepatan pertumbuhan tinggi. Oleh karena itu, bibit lele hasil seleksi pertama biasanya dijual oleh peternak lele dengan harga lebih mahal. Selain kecepatan pertumbuhannya, menggunakan bibit lele berkualitas juga dapat meningkatkan daya hidup selama masa pemeliharaan lele tahap berikutnya.
Seleksi kedua dilakukan saat bibit ikan lele telah dipelihara selama 21 hari. Kualitas bibit sedikit di bawah bibit ikan lele hasil seleksi pertama. Bibit ikan yang tidak lolos seleksi pertama maupun kedua merupakan bibit sisa. Bibit sisa ini dapat terus dibesarkan hingga mencapai ukuran 3-5 cm. Akan tetapi kualitas bibit ikan sisa tentunya tidak begitu baik.
Kegiatan berternak lele pendederan tahap kedua tidak berbeda jauh dengan ternak ikan lele pendederan tahap pertama, hanya kepadatan penebaran harus dikurangi menjadi 250-300 ekor/m2. Pemeliharaan bibit lele tahap ini dilakukan sampai bibit ikan telah mencapai ukuran 8-12 cm.

BUDIDAYA IKAN LELE TAHAP PEMBESARAN

Pada budidaya tahap pembesaran dapat dilakukan baik di kolam terpal maupun permanen. Secara umum, teknik pemeliharaan pada kegiatan budidaya ini, baik di kolam terpal, permanen atau semipermanen tidak jauh berbeda. Hal paling mendasar penyebab perbedaan tersebut adalah pembuatan kolam pemeliharaan. Teknik membuat kolam ikan secara permanen dapat dilihat lebih lengkap pada artikel kami Cara Membuat Kolam Ikan. Sedangkan cara pembuatan kolam terpal secara sederhana akan sedikit kami uraikan di bawah ini.

Budidaya Ikan Lele Pembesaran Kolam Terpal

Berternak lele tahap pembesaran merupakan upaya budidaya sampai ukuran layak konsumsi. Biasanya dari berat 1 ons sampai 1 kg per ekor. Pada dasarnya metode budidaya tahap ini merupakan solusi untuk beberapa kondisi antara lain lahan sempit, modal kecil, serta daerah minim air. Ikan lele merupakan ikan yang memiliki beberapa keistimewaan dan banyak diminati orang. Salah satunya adalah kemampuannya bertahan hidup meskipun di perairan kurang baik. Oleh karena itu, ternak ikan lele menjadi salah satu solusi bagi daerah-daerah dengan irigasi kurang baik.
Secara teknis, berternak lele kolam terpal tergolong mudah. Selain tidak memerlukan air dalam jumlah banyak, ikan juga relatif tahan terhadap serangan penyakit. Pengaturan suhu air maupun pemberian pakan ikan dalam jumlah cukup merupakan kunci keberhasilan budidaya. Selain lebih mudah dipelihara, lele juga memiliki pertumbuhan lebih cepat. Meskipun hidup dalam kondisi air “buruk” masih mampu bertahan hidup bahkan berkembang baik sehingga solusi berternak ikan lele kolam terpal menjadi alternatif pilihan. Ternak ikan lele dumbo sistem kolam terpal mendatangkan peluang usaha cukup menjanjikan serta tidak memerlukan modal besar. Analisis usahatani ikan lele dapat dilakukan dalam berbagai model baik untuk konsumsi maupun pembibitan.
Persiapan Pembuatan Kolam Terpal
Persiapan yang dapat dilakukan untuk budidaya kolam terpal meliputi persiapan lahan kolam, material terpal, serta perangkat pendukung. Lahan yang perlu disediakan disesuaikan dengan keadaan maupun kapasitasnya. Untuk budidaya tahap pembesaran sampai tingkat konsumsi bisa digunakan lahan dengan ukuran 2 x 1 x 0.6 meter. Model pembuatan kolam dapat dilakukan dengan menggali tanah kemudian diberi terpal atau membuat rangka dari kayu kemudian diberi terpal. Cara pertama membuat terpal tahan lebih lama.
Penebaran Bibit Lele untuk Kolam Terpal
Pengisian air kolam dilakukan secara bertahap. Saat penebaran, pengisian air hanya setinggi 40 cm agar bibit lele tidak terlalu sulit saat mengambil oksigen. Penebaran bibit ikan untuk kolam terpal adalah bibit berukuran 5-7 cm dengan kepadatan 40 ekor/m2. Waktu pemeliharaan antara 2-4 bulan, tergantung ukuran panen yang dikehendaki.

Pemeliharaan Ikan Lele

Secara teknis, pemeliharaan ikan pada budidaya tahap pembesaran lele meliputi beberapa kegiatan, diantaranya pengaturan air, pemberian pakan ikan, serta pengendalian hama dan penyakit ikan lele. Saat ikan berumur tujuh hari, ketinggian air perlu ditambah menjadi 50 cm. Ada baiknya disediakan rumpon atau semacam perlindungan karena ikan lele merupakan jenis ikan yang senang bersembunyi di daerah tertutup.
Pemberian pakan ikan dilakukan sehari tiga kali, tiap pagi, siang, maupun sore hari. Pakan ikan tambahan diberikan sedikit demi sedikit sampai tidak ada lagi ikan yang mengejar pakan. Jika di lingkungan tersedia pakan alami seperti bekicot, kerang, keong emas, rayap dll, bisa diberikan makanan alami tersebut. Makanan alami selain bisa menghemat pengeluaran juga memiliki kandungan protein tinggi untuk membantu mempercepat pertumbuhan ikan.

Pemberian Pakan Alternatif Ikan Lele

Pakan merupakan salah satu faktor input terbesar yang akan meningkatkan biaya produksi agribisnis ternak ikan lele. Mengandalkan pakan ikan dari pabrik saja, tentu akan mengakibatkan pembengkakan biaya. Hal ini sangat terkait dengan peran pakan sebagai salah satu faktor utama penentu keberhasilan budidaya. Oleh karena itu, sebagai petani atau peternak lele yang berorientasi mendapatkan keuntungan besar di setiap kegiatan budidaya, maka dibutuhkan kreatifitas dalam menekan biaya pemeliharaan. Salah satu upaya penekanan ini adalah menekan biaya pembelian pakan ikan. Oleh karena itu, pemberian pakan alternatif harga murah serta mudah didapat perlu dilakukan selama berternak lele.

Pakan ikan alternatif harus memiliki nilai gizi yang cukup tinggi agar mampu menopang pertumbuhan ikan selama masa pemeliharaan. Di lingkungan sekitar lokasi budidaya, biasanya terdapat berbagai jenis pakan alternatif berkualitas, tidak kalah dibanding pakan ikan hasil industri. Oleh karena itu, ada baiknya ketika menentukan lokasi budidaya juga mempertimbangkan kebutuhan pakan alternatif di lingkungan setempat. Jika di lingkungan sekitar tersedia berbagai sumber pakan alternatif melimpah, bisa dipastikan peternak lele akan mendapatkan keuntungan lebih besar. Apalagi jika nutrisinya mampu mengimbangi pakan ikan industri, maka biaya pemeliharaan untuk pembelian pakan ikan bisa dipangkas habis.

Pertimbangkan Nutrisi Ikan

Pemberian pakan ikan akan menjadi faktor utama dalam menopang pertumbuhan maupun perkembangan ikan. Bagi peternak lele profesional, tentu saja harus mempertimbangkan nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan lele peliharaannya, sehingga baik pertumbuhan maupun perkembangannya dapat seoptimal mungkin agar mencapai kesuksesan dalam berternak lele. Oleh karena itu, saat melakukan pemberian pakan ikan juga harus mempertimbangkan kecukupan nutrisi ikan.

Beberapa hal terkadang diabaikan oleh peternak lele, padahal penting diketahui yaitu mengenai kebutuhan nutrisi ikan ini. Apalagi jika kegiatan budidaya mengandalkan pemberian pakan alternatif untuk menopang pertumbuhan maupun perkembangan ikan, bisa jadi pakan alternatif tidak mempertimbangkan kecukupan nutrisi. Oleh karena itu, pengetahuan tentang nutrisi ikan menjadi sangat penting selama berternak lele, bahkan sebaiknya dikuasai peternak lele profesional.

Meskipun ikan lele mampu bertahan hidup dalam kondisi air kurang baik, namun pada kegiatan ternak ikan lele intensif perlu adanya kegiatan menjaga kualitas air agar kondisinya tetap optimal untuk pertumbuhan. Penggantian air dilakukan seminggu sekali, kurang lebih 10-30% dari volume air kolam, agar kolam tidak terlalu kotor serta untuk mengurangi serangan penyakit. Penyakit ikan lele mudah menyerang ketika kondisi air terlalu kotor.

Seleksi ikan dilakukan saat lele berumur satu bulan. Biasanya ikan ini mengalami pertumbuhan tidak sama, sehingga harus segera dipisahkan. Jika dibiarkan, ikan berukuran kecil akan kalah bersaing berebut makanan. Selain itu, pemisahan juga dilakukan terhadap ikan lele yang terindikasi terserang penyakit agar mencegah penularan. Dengan perlakuan serta penanganan tepat dan disiplin, maka tingkat keberhasilan usaha budidaya semakin besar.

Pemanenan

Panen merupakan kegiatan akhir yang dinanti-nantikan oleh para peternak lele. Kegiatan panen adalah kegiatan memetik hasil setelah melalui serangkaian proses usaha budidaya panjang. Pada kegiatan ini, peternak lele akan menantikan hasil jerih payahnya selama proses budidaya. Keberhasilan usaha ternak ikan lele yang dijalankan dapat diukur dari seberapa besar perolehan hasil panennya.

Ikan lele dapat dipanen saat berumur dua bulan. Pada umur ini, ikan lele telah siap untuk dikonsumsi. Panen saat berusia dua bulan akan menghasilkan ukuran ikan ideal untuk memenuhi permintaan pasar terutama warung pecel lele. Tetapi jika menghendaki ukuran lebih besar, maka proses budidaya bisa dilanjutkan lebih lama lagi, yaitu hingga 3-4 bulan.

Meskipun demikian, sebaiknya ukuran panen disesuaikan permintaan pasar, sehingga peternak lele tidak kesulitan ketika memasarkan hasil panennya. Jangan sampai hasil panen lele mengalami kesulitan pemasaran hanya karena ukuran ikan tidak dikehendaki konsumen, sehingga akan mempengaruhi harga jual. Hal ini tentunya dapat berakibat terhadap penurunan keuntungan usahatani lele secara signifikan karena ukuran sesuai permintaan biasanya memiliki nilai ekonomis lebih tinggi.

Demikian informasi terbaik yang dapat kami sajikan, semoga artikel budidaya lele (ternak lele), bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih atas kunjungannya, salam Tanijogonegoro!

176 comments:

  1. nice blog sis, folback yah dickyslimdick.blogspot.com, sukses slalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih atas kunjungannya pada Budidaya Lele

      Delete
    2. Biar lele cpt besar ukuran 6-7 ekor /kg gmana ya. . ? Trus apa kah bole lele dikasi sayur2an yg uda di rebus? Kalo blh sayuran apa aja
      ?

      Delete
    3. Ikan lele cenderung pemakan detritus dan karnivor, jadi makanan paling efektif tetap saja dari jenis daging. Kalau mau dicoba memberi pakan sayuran rebus bisa saja. asal tidak beracun tidak begitu beresiko.

      Delete
    4. Coba pakai Minaraya. Saya pakai minaraya keuntungannya besar sekali. Udah gitu kolamnya jadi ga bau. Ikannya jadi cepat besar. Ikan-ikan yang mati jauh berkurang. Kalau tertarik bisa hubungi saya. 085725515154 (sms only) harganya juga cukup murah, 1 liternya 25ribu kalo ga salah.
      Mari berternak lele!

      Delete
    5. Terima kasih, semoga informasi Anda bermanfaat untuk pembudidaya lele.

      Delete
    6. klo cara nya buat air dalam terpal sbelum dtaruh benih lele biar bnyak mengan dung plangton gmana yh,,,,,,soalnya pemula,,,n jga tomg gal pakai bhasa ilmiah soalnya saya kurang paham,thanks

      Delete
    7. Tinggal menambahkan penyubur air untuk perikanan. Untuk merk dagang bisa ditanyakan di kios pertanian/perikanan terdekat.

      Delete
    8. mbaq,sya msih awam ne soal budi daya ikan lele.
      lw boleh tw,cara membedakan iakn jantan ma betina gmn?
      n gmn cra proses mengawinkan nya?
      thank sbelum nya......

      Delete
    9. Lele jantan alat kelaminnya berbentuk panjang, sedangkan lele betina berbentuk bulat. Untuk teknik pemijahan akan kami tambahkan pada artikel di atas, menjadi sub pokok bahasan.

      Delete
    10. asalamualaikum.wr.br saya baru pemula bikin kolam cuman gak tau di mana untuk mendapatkan bibit nya yg gak jauh dari rumah ,sedang rumahku di tangerang keronjo ...

      Delete
    11. Maaf, saya tidak begitu tahu informasi pedagang benih di daerah Anda. Mestinya daerah jawa barat lebih maju untuk perikanannya. Terima kasih telah bergabung.

      Delete
  2. bagus sekali. saya tertarik dengan budi daya lele. gimana dengan cara pemasarannya? mohon penjelasannya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pemasaran lele sangat mudah, banyak pedagang ikan yang kekurangan pasokan ikan lele. sehingga peluang budidaya lele masih terbuka lebar

      Delete
    2. bagai mana cara budi daya lele di kolam semen.

      Delete
    3. teknis pemeliharaan budiday lele baik dikolam terpal maupun semen tidak beda jauh. yang terpenting pengaturan air, jangan sampai air kolam terlalu kotor sehingga berpotensi menimbulkan penyakit.

      Delete
    4. klo semen nya baru di buat,,,,gfmana caranya ngilangin kandungan racun pada dinding semen sblum di kasih air

      Delete
    5. Kolam diairi selama 2-3 minggu, kemudian air dibuang.

      Delete
  3. Replies
    1. Mudah-mudahan Anda terinspirasi Budidaya Lele

      Delete
  4. sangat bermanfaat. bagaimana dengan ikan mujahir atau sejenisnya? mohon infonya, trimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. mudah-mudahan segera kami posting artikel tentang budidaya ikan nila. Budidaya lele kami dahulukan, karena lebih sederhana.

      Delete
  5. mudah2an bermanfaat untuk kawan2 yg ingin budi daya lele

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga saja demikian, sehingga budidaya lele di Indonesia semakin berkembang

      Delete
  6. OBAT KHUSUS PENYAKIT IKAN LELE C-6 .. AMPUH SEJAK TAHUN 2002 .. 081216179270 --

    Bismillahirrahmanirrahim ......
    Tahukah Anda bahwa telur ikan lele didalam perut sang induk ternyata telah terkontaminasi oleh suatu penyakit manakala sang induk telah terinfeksi pathogen.

    Oleh karena itu ketika telur berhasil menetas, selang tidak berapa lama habislah puluhan ribu bahkan ratusan ribu burayak ( catfish babies) mati tanpa diketahui penyebabnya dan celakanya tak satu obatpun mampu mengatasi kondisi ini.

    Adalah C-6 dirancang sebagai obat ikan lele yang dapat segera mencapai sasaran dengan efektif dan cepat untuk melawan ganasnya penyakit yang menyerang lele dari pecah telur hingga konsumsi adalah tahapan-tahapan yang mematikan hingga tentu saja menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi peternak lele.

    Obat lele C-6 adalah obat yang telah melalui uji lapangan yang sangat luas, tepat dengan jenis penyakit yang menyerang dimana tidak semua obat mampu mengatasi serangan spesifik patogen ESC serta adaptasi lingkungan yang tepat dan aman.

    Obat ikan lele C-6 dapat digunakan untuk penyakit:
    - Bercak putih pada kulit
    - Cacar dan luka kulit
    - Sungut keriting dan putus
    - Insang merah / hitam
    - Sirip geripis
    - Perut buncit
    - Hilang keseimbangan

    Obat ikan lele C-6 dapat juga digunakan sebagai pencegahan terhadap penyakit, menambah nafsu makan dan meningkatkan ketahanan tubuh lele.

    Obat ikan lele C-6 sangat mudah digunakan karena sistemnya adalah dengan dicampur pada pakan ikannya, dengan takaran yang sangat ekonomis yaitu 1-2 tutup kemasan obat dicampur dengan 1kg pakan ikan.

    ... HATI-HATI BARANG TIRUAN ...

    Distributor tunggal ...
    SWARA NIAGA
    Kedungturi Permai S-15
    Sidoarjo - Jawa Timur
    081216179270

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih informasinya, semoga bisa menunjang usaha budidaya lele

      Delete
  7. Saya tertarik untuk budidaya ikan lele, tapi masih mengumpulkan modal...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan segera mendapatkan solusi permodalan dan sukses dalam budidaya lele.

      Delete
  8. trmaksih seblumnya atas pos ting ini telah bnyak membantu... terutama bagi saya sebagai pemula pada usaha ini... namun yg paling menarik bagi saya adalah seperti yang di sudah di tulis diatas lele ternyata bisa di beri pakan alami. selain jenis jenis hewani akapakah ada bahan lain dari jenis tumbuh -tumbuhan misalnya yang bisa kta gunakan sebagai pakan alami lele ..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikan lele cenderung pemakan detritus dan daging (carnivor), jadi lebih efektif memberi pakan berbentuk daging atau bahan-bahan yang berpotensi menumbuhkan pakan alami, seperti kutu air, plankton, atau belatung.

      Delete
  9. brapa kg pelet untuk ukuran 1000 ekor lele,untuk dlm jangkah waktu 2 bulan,,,biar saya tau perbandingaanya pakan dari masa pembenihan sampai usia panen...
    mhn di bantu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Secara umum kebutuhan pakan ikan berkisar antara 3-5% berat total. Jadi untuk mengetahui secara pasti pemberian pakan, maka setiap 2 mminggu sekali harus dilakukan sampling terhadap berat ikan rata dikalikan populasi saat penebaran.

      Delete
  10. terima kasih tlah transfer ilmunya,semoga berlanjut ke 'amalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih juga atas kunjungannya di budidaya lele

      Delete
  11. Saya bru memulai usaha itu mbak,sbg pembelajaran, mengamati kehidupan ikan lele,dan meyakinkan diri apakah benar sy bisa usaha ikan lele plus menjaga kehidupan lele setiap hari sy membuat kolam lele ukuran mini ,lebih tepatnya sy pakai cincin sumur yg kelamanx kira2 40-50cm , ,
    hari ini sy masih dalam proses menyemen bgian2 yg prlu di semen atau di perbaiki agar tidak ada kebocoran.
    dan kendalanya
    1. Tentang cara pemberian pakan alami.
    2.apakah setelah ada pakan alami kita gak perlu ngasih makan pelet lagi.
    3.bagaimana cara agar kita taw kalaw pakan alami yg ada di kolam mini itu telah hbs,
    coz prasaan sy begini mbak,misal di dlm kolam mini ada tumbuh/hidup hewan semisal plankton,sedangkan kita taw kalaw hewan/lele itu sukax makan,jadi dalam 2 hari saja pakan alami itu tak tersisa. .
    4.sy telah menyediakan bolongan kecil tempat penggantian air klw air di rasa bau,tp masalahx pakan alaminya ngulang lagi dong karna pembuangan air tsb.
    5.saya agak takut2 pegang ikan apalagi lele yg ada sayap kiri kanan,tp insyaallah klw nanti udah jadi sy usahakan agar gak takut takut,dan itu wajib.

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1) Pemberian pakan alami yang baik menggunakan pupuk kandang yang sudah di fermentasi. dosis pemberian cukup 300 g/m2. Pakan alami diberikan 2 minggu sebelum penebaran benih, sehingga pakan alami sudah tersedia akibat proses mikrobiologi dari pemberian pupuk kandang tersebut.
      2) Pemberian pakan tambahan tetap perlu, idealnya 3-5% dari berat total. sehingga karena lele terus tumbuh, maka semakin lama pakan tambahan yang dibutuhkan semakin banyak. Sebetulnya supaya pemberian pakan bisa lebih terukur perlu dilakukan pengambilan sampling setiap minggu untuk menentukan jumlah pakan. tapi karena hal tersebut cukup merepotkan, biasanya petani memberikan pakan secara bertahap, sampai tidak ada lagi lele yang mengejar pakan yang kita berikan.
      3) Untuk mengetahui pakan alami dalam kolam secara pasti, perlu dilakukan uji lab. terhadap kualitas air kolam. Sebagai petani kita tidak mungkin melakukan hal tersebut. karenanya petani menentukan waktu berdasarkan pengalaman dan pengamatan lapangan, sehingga pada minggu ke dua setelah penebaran sudah mulai diberikan pakan tambahan.
      4) Penggantian air dilakukan secara bertahap, dan pada saat penggantian air, kemungkinan ikan lele yang kita tebar sudah tidak bisa bergantung pada pakan alami. sehingga faktor utama yang menjadi perhatian kita terhadap penggantian air adalah kesehatan dan keselamatan ikan lele dengan mengurangi resiko munculnya penyakit.
      5) Selamat mencoba, semoga budidaya lele yang Anda rintis berhasil. terima kasih telah mengunjungi artikel kami, budidaya lele.

      Delete
  12. SAYA, MENCOBA BUDIDAYA LELE SANGKURIANG SYSTEM ORGANIK,,SAYA SUDAH MENGIKUTI PETUNJUK2 NYA,, KOLAM SAYA 3,5X 5,5 M.KEDALAM AIR SAAT TEBAR BENIH 50CM,UMUR AIR SBLUM TEBAR 15HARI,SYA TEBAR 2000 EKOR.TP,, SETELAH TEBAR 3HARI HAMPIR 300 EKOR YG TEWAS MENGAMBANG DN MSH TRUSS BERV TAMBAH,, GMNA TU BOSSS STRESSS SAYA,,ANANG 085768825327 LAMPUNG.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada beberapa kemungkinan, salah satunya tingkat kematangan pupuk kandang (jika menggunakan pupuk kandang) artinya pupuk kandang yang diaplikasikan masih harus melalui proses dekomposisi. faktor lain adalah stres benih pada saat penangkapan dan pengangkutan sebelum ditebar di kolam. Atau bisa juga terjadi upwheling atau kondisi dimana lapisan air bagian bawah membalik ke atas akibat perbedaan suhu yang tinggi antara siang dan malam.

      Delete
  13. untuk ternak lele di kolam semen boleh kah kita pakai pompa untuk menyaring air biar gak cepat kotor.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa, ada cara lain yaitu dengan menyediakan bak pengendapan

      Delete
  14. mohon maaf saya mau tanya sekali lagi cara menghindari aroma bauk/busuk kolam lele,berhubung kolam lele saya berada di halaman rumah yang terbuat dari kolam semen.
    ada informasi dari kawan di anjur kan untuk pakai pompa sistem sirkulasi pakai saringan,untuk menjaga air selalu bersih.
    apa kah sistem tersebut bisa di terap kan di kolam lele.
    terimakasih sebelum nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bau menyengat yang ditimbulkan dari kolam budidaya lele biasanya disebabkan karena air tidak mengalir dan terlalu kotor. Upaya untuk mengurangi bau tersebut dengan membuat sirkulasi air. Penggunaan pompa air merupakan salah satu cara untuk memanipulasi sirkulasi air. Jadi teknologi tersebut bisa diaplikasikan. Selamat mencoba, semoga berhasil dalam budidaya lele

      Delete
  15. mkasi atas ilmu nya mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih juga atas kunjungannya, semoga bisa mendapatkan manfaat dari artikel budidaya lele

      Delete
  16. saya org yg tdk pny pengalaman berternak, termasuk lele.
    Apa menurut anda org spt saya ini bisa menjadi pengusaha lele, atau memang hrs bakat mnrt kriteria org masing2 !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setiap orang pasti tidak memiliki pengalaman saat terjun pada aktifitas baru. Pengalaman akan didapat setelah kita menggelutinya dan melakukan langkah pertama. Artinya setiap orang juga berpeluang untuk menjad besar pada bidang usaha yang dipilihnya, dengan cara belajar pada pengalaman-pengalaman baru yang ditemuinya. Termasuk Anda akan berpeluang menjadi besar dalam bidang budidaya lele. Semoga sukses!

      Delete
    2. Oh iya bu Novik.... klo gitu saya simpan saja postingnya di blog saya. Mudah2an ke depannya saya berminat untuk mencobanya. Dan terimakasih atas sharenya !

      Delete
    3. Silahkan, semoga artikel ini, budidaya lele, bisa lebih bermanfaat.

      Delete
  17. salam kenal saya Denny Santoso sangat sekali ingin budidaya ikan, maksud saya ada beberapa kriteria ikan yang dapat di budidaya tapi apakah untuk lele itu potensi nya cukup bagus ? mohon bimbingan nya. terima kasih mbak Novi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setiap usaha memiliki peluang besar. Sebagai pelaku kita sekedar menganalisa peluang itu. Tapi jujur saja, sebagai pelaku dunia usaha, saya tidak pernah menganalisa peluang masing-masing bidang. Yang saya analalisa dan saya pelajari adalah bagaimana saya bisa menjadi besar dalam bidang usaha yang saya pilih. Jadi menurut pendapat saya, Budidaya Lele memiliki peluuang yang sama besar dengan budidaya ikan lainnya atau bahkan bidang usaha lainnya, tinggal bagaimana kita mampu menggali peluang tersebut. Jangan berkecil hati, tentukan pilihan berdasarkan potensi yang Anda miliki, dan Anda berpeluang menjadi besar. Selamat mencoba budidaya lele, semoga sukses!

      Delete
  18. bagaimana cara mengatur air pada kolam tanah (blumbang) jeng....?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tinggal menyesuaikan pintu masuk air dan pintu keluar air, usahakan pintu keluar lebih besar dari pada pintu masuk. untuk ketinggian air tinggal mengatur ketinggian pintu keluar.

      Delete
    2. Maaf Mbak Novik, kenapa pintu keluar harus lebih besar daripada pintu masuk ??

      Delete
  19. nice info mbak, saya juga pemula dalam usaha ternak lele ini dan masih bingung mengenai pakan dan ukuran lele yang siap panen itu bagaimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mengenai pakan tambahan sebaiknya gunakan pellet saja, dan untuk ukuran lele siap panen sebaiknya Anda mendatangi pembeli dulu dan akan dipanen pada ukuran berapa. karena masing-masing pasar berbeda permintaan ukuran lelenya.

      Delete
  20. saya mau memulai usaha ini dengan cara investasi, karena saya tidak mempunyai tempat yang cukup utk membuat kolam nya.kira2 berapa biaya yang harus saya keluarkan utk memulai usaha ini apabila luas kolam sekitar 3m2(biaya utk bibit+ pakannya)sampai masa panen ikan lele?. dan sistem seperti apakah yang harus saya pergunakan untuk pembagian hasil dgn pemilik kolam? mohon panduan nya supaya saya bisa mendapatkan pencerahan ttg usaha budi daya ikan lele ini. harapan nya ke depan nya saya bisa mempunyai tempat sendiri utk usaha ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertanyaan Anda harus dijawab berdasarkan analisa usaha, untuk itu nanti akan segera kami posting mengenai analisa usaha budidaya lele

      Delete
    2. terima kasih atas respon nya, saya tunggu postingan nya mba......:)

      Delete
    3. OK, asal tidak terburu-buru, karena untuk pembuatan analisa usaha terlebih dahulu harus dilakukan survey harga, sehingga analisa yang dibuat menjadi rasional. Saya tidak berani copas dari artikel lain. Terima kasih atas pengertiannya.

      Delete
  21. Salam kenal mbak, saya budidaya lele menggunakan terpal dan kolom tanah, biasanya lele yang di tebarkan dikolom terpal saya pindahkan ke kolom tanah setelah berumur 2 bulan, yang jadi masalah setelah 4 hari lele dipindahkan kekolom tanah lele banyak yang mati, dan terjakit jamur. saya mohon petunjuknya dan solusinya. sebelum nya saya ucapkan terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu permasalahan yang sering dihadapi pembudidaya lele. Penyebabnya sangat beragam. Bisa karena stress saat penangkapan/pemindahan, sehingga mengakibatkan kondisi fisik ikan lele lemah. Hal ini bisa diantisipasi dengan cara menyesuaikan suhu air kolam terpal dengan suhu air kolam tanah beberapa hari sebelum pemindahan. Atau sebelum pemindahan bibit ikan lele terlebih dahulu direndam dalam larutan obat yang tersedia di pasaran. dosis penggunaannya sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan.

      Delete
  22. selamat mlm mbak? Oh ya saya sekarang sdh berternak lele dan allhamdullilah bln kmr sdh panen dlm pembibitan dng ukuran 4-5-6 yg saya tanyakan kenapa di bln ini setiap ukuran 2-3 ikan pada kehilangan keseimbangan perasaan kondisi air tdk berubah atau berbusa setiap harinya mati ribuan ekor alhasil hbs jg dlm jangka 1minggu gmn solusi untuk bibit lele yg kehilangan keseimbangan dan perutnya kembung? Tanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kejadian tersebut beberapa waktu lalu dialami oleh beberapa petani lele di daerah saya, menurut pengamatan mereka hal tersebut terjadi karena cuaca yang kurang mendukung untuk pertumbuhan ikan lele ukuran 2-3. Solusinya dengan menunda perkawinan/pemijahan agar induk benar-benar siap menghasilkan keturunan yang sehat.

      Delete
  23. Artikel yg sangat menarik. Saya seorang mahasiswa yg berniat memulai bisnis lele pembesaran. Rencana kolam saya adalah kolam terpal dengan ukuran 4x6x1,2 m. Bila saya memakai benih 5 - 7 cm, menurut berapa jumlah benih ideal yg harus saya tabur ? Lalu, persiapan apa saja yg perlu saya lakukan karena saya benar2 masih awam dalam dunia bisnis lele ini ? Kemudian, pertanyaan klasik yg biasanya selalu muncul, selain pakan pelet, pakan apa saja yg bisa saya pakai untuk menekan biaya produksi namun tetap menghasilkan lele yg maksimal ? Terimakasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jumlah benih ideal yang ditebar sebanyak 960 ekor untuk masa pemeliharaan selama 3 bulan. Persiapan untuk budidaya lele dengan kolam terpal meliputi persiapan lahan kolam, persiapan material terpal, serta persiapan perangkat pendukung. Model pembuatan kolam bisa dengan menggali tanah kemudian diberi terpal atau dengan membuat rangka dari kayu kemudian diberi terpal. Cara pertama membuat terpal lebih tahan lama. Untuk kolam terpal, karena kapasitas sirkulasi air biasanya sangan minim sehingga pakan yang terbaik masih tetap pellet. Untuk menghemat biaya, jika mau diberikan pakan tambahan lain, seperti bulu ayam, sisa RPH, dll, sebaiknya jangan terlalu banyak, karena akan cepat menurunkan kualitas air kolam.

      Delete
  24. Salam, maaf bu, saya mau bertanya, bagaimana kalau saya memelihara ikan lele dan diatas kolam lele tersebut saya membuat kandang ayam, hal tersebut boleh atau tidak ya...?

    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teknologi budidaya lele seperti yang Anda maksud banyak dibudidayakan di daerah saya, dan rata-rata para pembudidaya lele dengan sistem tumpang sari ayam/kambing banyak memperoleh keberhasilan. Semoga sukses Bung!

      Delete
  25. Replies
    1. Semoga artikel ini, budidaya lele, bermanfaat

      Delete
  26. Terima kasih artikelnya sangat menarik, dan saya merasa termotivasi untuk mencoba walaupun sekarang belum ada persiapan apa-apa untuk keperluan budidaya ikan lele, tapi setelah membaca artikel ini saya merasa tertarik dan akan berusaha untuk melakukan budidaya ikan lele, yah tentu saja harus kumpul-kumpul modal dulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih juga atas kunjungannya, semoga cepat terlaksana untuk mencoba budidaya lele dan bisa meraih sukses.

      Delete
  27. askum mbak novi,mau nanya obat alternatif lele kembung ada gak..soalnya uda pakai obat beli ditoko pemakaian uda 4 hari berturut turut belum ada perubahan meskipun belum ada lele yg mati,mohon infonya.
    Trima kasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebetulnya tidak ada istilah pengobatan dalam menangani hama/penyakit pada budidaya lele. Yang dapat kita lakukan supaya budidaya berhasil adalah pencegahan dari serangan hama penyakit tersebut. Penyakit kembung pada ikan lele ditandai dengan gerakan ikan yang lambat dan ikan sering muncul di permukaan air. Lakukan pembersihan menyeluruh terhadap kolam dengan segera, pindahkan ikan lele yang masih sehat ke dalam bak penampungan sementara. Kuras air dan buang lumpur beserta endapan sisa pakan dan kotoran sampai bersih, buang ikan lele yang mati dan ikan lele yang sudah terlanjur terserang penyakit. Setelah kolam bersih, diisi dengan air dan beri larutan obat yang direkomendasikan. Masukkan kembali ikan lele yang masih sehat ke dalam kolam. Semoga berhasil menangani penyakit tersebut. Salam SUKSES!

      Delete
  28. Salam Lele,,, Apakah sistem budidaya lele tumpang sari semisal dengan kandang ayam diatas kolam akan mempengaruhi kelezatan dari daging lele.......???
    Menurut saya sebisa mungkin cara tumpang sari dapat diminimalisir, dikarenakan dapat menurunkan pamor lele. bahwa pandangan masyarakat kehidupan lele identik dengan lingkungan kotor. sebagai contoh saya punya teman yang sama sekali tidak mau makan olahan lele, dikarenakan hal tersebut. Untuk menekan biaya pakan kita bisa alternatif buat pakan dengan bahan2 yg tersedia dilingkungan sekitar.
    "Salam sukses para pembudidaya lele"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kelezatan daging ikan sangat dipengaruhi oleh kualitas air dan kualitas pakan. Faktor kualitas air yang dominan mempengaruhi kualitas daging ikan adalah kandungan plankton dan material dalam air, sedangkan faktor kualitas pakan yang mempengaruhi kelezatan daging ikan adalah kandungan nutrisi dalam pakan tersebut, terutama protein. Budidaya apapun, baik itu ikan, tanaman, maupun ternak sebaiknya dilakukan secara monokultur supaya hasil produksi lebih optimal baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Hanya saja kadang masyarakat mempertimbangkan sisi ekonomis, sehingga lebih memilih untuk melakukan budidaya dengan sistem polikultur/tumpang sari.

      Delete
    2. OK, Sebelumnya Terimakasih atas penjelasannya Bu...
      Selanjutnya: (Pemupukan kolam)
      -Untuk budidaya dikolam terpal pupuk kandang dari hewan apa saja yg diperbolehkan ? dan yg terbaik dari kotoran hewan apa ?
      -Bagaimana tata cara fermentasinya, apakah ditebar lansung kekolam/bagaimana ?

      Delete
    3. Pupuk kandang yang digunakan boleh dari kotoran hewan apapun, yang terpenting adalah fermentasi pupuk kandang tersebut untuk menghindari proses dekomposisi di dalam kolam yang dapat menghasilkan gas beracun sehingga berbahaya untuk ikan lele. Teknik fermentasi pupuk kandang nanti akan kami bahas dalam artikel Pembuatan Pupuk Organik. Masih dalam proses editing, mungkin tidak lama lagi segera kami posting.

      Delete
  29. informasi nya sangat bermanfaat
    saya akan memberitahukannya pada teman saya yang akan memulai membudidayakan lele

    terima kasih informasinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih juga atas apresiasinya. Mudah-mudahan teman Anda bisa mencapai sukses dalam budidaya lele. Salam petani!

      Delete
  30. Bagus sekali artikelnya, cocok dijadikan bahan literatur untuk orang yang ingin berbisnis budidaya lele.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas apresiasinya, semoga artikel budidaya lele bermanfaat untuk para pembaca.

      Delete
  31. salam kenal bu,
    saya sekarang lagi ikut tren budidaya lele pakai media terpal setelah satu minggu ikan lele saya banyak yang mati padahal klo saya liat yang mati itu diperutnya kenyang...kira-kira apa penyebabnya trims.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemungkinan belut Anda terserang penyakit kembung. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain menjaga kebersihan kolam, terutama air kolam; pemberian pakan jangan berlebihan; apabila sudah terlanjur terserang penyakit tersebut upaya pengendalian yang bisa dilakukan adalah pembersihan menyeluruh terhadap kolam dengan segera, pindahkan ikan lele yang masih sehat ke dalam bak penampungan sementara. Kuras air dan buang lumpur beserta endapan sisa pakan dan kotoran sampai bersih, buang ikan lele yang mati dan ikan lele yang sudah terlanjur terserang penyakit. Setelah kolam bersih, diisi dengan air dan beri larutan obat yang direkomendasikan dan tersedia di pasaran dengan dosis sesuai pada kemasan. Masukkan kembali ikan lele yang masih sehat ke dalam kolam. Semoga berhasil menangani penyakit tersebut. Salam SUKSES!

      Delete
    2. Maaf, kata2 diatas (belut seharusnya Lele........)

      Delete
    3. terima kasih atas infonya bu...larutan obat yang direkomendasikan itu apa ya bu soalnya saya ini masih pemula (merknya apa?) terima kasih sekali lagi bu.

      Delete
    4. Bisa Anda tanyakan di kios yang menyediakan obat-obatan untuk ikan.

      Delete
  32. met malam bu novik,

    saya punya masalah kenapa kalau kena air hujan koq banyak yang mati, terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada saat hujan turun biasanya terjadi perubahan suhu yang cukup drastis. Terutama jika pada siang harinya panas. Perbedaan suhu tersebut mengakibatkan perbadaan suhu pada lapisan air, yaitu air di permukaan dan air di bagian bawah. Perbedaan suhu pada lapisan air mengakibatkan terjadinya turn over atau pertukaran posisi lapisan air. Sehingga lapisan air yang tadinya di bagian bawah akan naik ke permukaan. Pertukaran posisi lapisan air tentu diikuti dengan material yang terkandung dalam air, termasuk kotoran, sisa pakan dan lumpur di bagian bawah juga akan ikut naik. Jika hal itu terjadi maka gas beracun yang ditimbulkan oleh sisa pakan dan kotoran tersebut juga akan naik dan meracuni kolam sehingga banyak ikan lele yang mati.

      Delete
  33. Postingan yang sangat bagus....!!!!
    1.Bu Novik, apakah intensitas cahaya berpengaruh pada kesehatan dan pertumbuhan ikan lele?
    2.Mungkinkah suatu kolam pembesaran ikan lele dilengkapi dengan alat pemutar air sehingga terjadi siklus untuk menghindari perbedaan suhu air (bagian bawah dan permukaan) seperti yang terjadi pada saat cuaca ekstrim untuk kolam terbuka?
    3.Berapa persen kandungan pakan ikan lele yang ideal?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Intensitas cahaya sangat mempengaruhi budidaya lele, terutama berkaitan dengan kesehatan kolam. Alat pemutar air sangat bagus digunakan, terutama untuk meningkatkan disolves oksigen. Paling tidak pakan ikan lele mengandung 30% protein.

      Delete
  34. salam sukses.. saya adalah pembudi daya pemula menggunakan kolam semen dipelataran terbuka.. mf bertanya,, gimana cara merawat larva lele yang baik? dan mengatasi larva yang baru menetas pada mati massal? atau perut larva bergelembung udara secara massal juga.. mohon bimbingannya.. terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada fase ini ikan lele memang sangat rentan kematian, terutama diakibatkan oleh stress. Faktor paling dominan yang mempengaruhi kematian bibit adalah stres akibat penangkapan atau pengangkutan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kematian larva antara lain :

      Pemindahan dan penangkapan dilakukan pada pagi hari, jika jarak tempuh agak jauh, penangkapan dilakuakan pada sore hari dan pengangkutan pada malam hari, sehingga stres pada saat pengankutan bisa dikurangi

      Pengambilan bibit lele menggunakan jaring yang lembut.

      Bibit ditempatkan menggunakan wadah yang sudah diisi air dari kolam penebaran larva.

      Delete
  35. artikel ini sangat bermanfaat buat saya sebagai pemula..... moga ada jalan sukses buat saya. suksessss!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas apresiasinya, semoga sukses dalam budidaya lele

      Delete
  36. ya mksh... yg saya maksud, saya memijahkan lele sendiri, tidak membeli larva.. gmna ya bu cara yang benar merawatnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemmungkinan kolam Anda sudah terkontaminasi penyakit kembung, penyakit yang sangat mematikan dan sejauh ini belum ada obat yang mampu menghentikan. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan kolam budidaya lele kemudian dikeringkan selama kurang lebih dua minggu, setelah itu lakukan pengapuran pada kolam agar pH air bisa meningkat. Pada pH yang mendekati netral pertumbuhan patogen bisa dikendalikan. Untuk sementara ikal lele dipindahkan ke lokasi kolam yang lain dulu. Untuk memberikan nutrisi pada ikan lele dan meningkatkan kualitas air selama pemeliharaan, bisa ditambahkan Nutrisi Perikanan. Dengan penambahan nutrisi tersebut daya tahan ikan lele bisa jauh meningkat. Semoga berhasil dan SUKSES! Salam Tani Indonesia.

      Delete
  37. apa mungkin kolam pmeliharaan larva mesti ditutupi agar tidak terkena curah hujan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menutup kolam pemeliharaan sama halnya dengan menghambat sinar matahari ke kolam, seingga berpotensi menimbulkan penyakit. Langkah yang tepat adalah melakukan sterilisasi kolam sebelum digunakan untuk breeding.

      Delete
  38. obat untuk pembesaran biar cepet ada gag y..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nutrisi untuk perikanan banyak tersedia di pasaran. Berdasarkan pengalaman petani ikan lele di daerah saya, pemberian nutrisi untuk ikan mampu meningkatkan produksi dan mberikan daya tahan ikan yang baik. Selain itu kualitas air kolam juga lebih terjaga. Nutrisi perikanan bisa Anda dapatkan di kios-kios perikanan terdekat. Semoga bermanfaat.

      Delete
  39. begitu ya.... maksud saya menutup dengan semacam mmbuat saung ditutupi pake plastik, supaya sinar matahari tembus... mksih infonya, Bu....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin inovasi itu bisa dicoba, dan bila langkah tersebut bisa memberikan hasil positif, Anda bisa membagian kepada pembudidaya lain. Semoga SUKSES,Salam Tani Indonesia!

      Delete
  40. Saya memelihara bibit ikan lele ukuran 4-5 cm, saya mau tanya makanan yang pelet yg bagus, adalh yg apa/ yg bagaiman? Biar lele cepat besar?
    trimaksih, slam tani indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pakan yang apa/yang bagamana? Sulit untuk menjelaskan, karena setiap produk memiliki spesifikasi pakan sindiri-sendiri. Sebagai referensi saja, cari pakan ikan lele yang mengandung protein 30%. Untuk menopang pertumbuhan dan kesehatan ikan, berikan nutrisi tambahan.

      Delete
  41. idealnya dr ukuran 3 cm sampai konsumsi berapa minggu ya bu dengan makanan cukup..dan makanan tambahan alami selain pelet apa bu? makasih infonya bu Novik sukses terus buat aktifitasnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau pertumbuhan normal kurang lebih 4-5 bulan sudah siap panen. untuk pakan alami yang mungkin mudah didapat antara lain bekicot, kerang, keong emas, rayap dll. Atau bisa juga memanfaatkan nutrisi dan penumbuh pakan alami yang tersedia di kios pertanian/perikanan terdekat,

      Delete
  42. ada yg bilang ukuran 5-7cm bisa panen 2bulan,, gimana caranya ya bu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dengan pertumbuhan dan perkembangan yang normal, sebetulnya panen ikan lele bisa dilakukan pada umur 2-4 bulan, tergantung pada permintaan pasar terhadap ukuran ikan lele. Secara umum, permintaan pasar ikan lele adalah untuk masa budidaya 3-4 bulan.

      Delete
  43. kenapa ikan lele saya banyak yang mati dan sters iia...
    mohon petunjuk dan solusinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih relevan dalam berbagi jika sedikit digambarkan gejalanya.

      Delete
  44. saya dari Garut Jawa Barat, slalu setia belajar dan mempelajari artikel ini,,, artikel ini memotivasi saya untuk jdi lbih faham menuju kesuksesan,,, Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga sukses, terima kasih atas apresiasinya.

      Delete
  45. anak lele umur 9 hari milik saya ko jadi ga banyak ya, hujan trus slama 3 hari... knapa ya Bu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kemungkinan stres akibat perubahan temperatur atau pada saat pemindahan. ikan lele umur tersebut memang sangat rentan.

      Delete
  46. assalamualaikum.....
    saya dari aceh, saya mau ajukan sedikit pertanyaan...
    kualitas air yang seperti apa yang bagus untuk pembenihan ikan lele sangkuriang dengan ukuran benih 3-5cm...makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. kualitas air sangat identik dengan kebersihan air. untuk itu, kebersihan kolam perlu dijaga, lebih disarankan untuk melakukan penggantian air harus dilakukan secara kontinyu, atau dengan menerapkan sirkulasi yang baik. Pemberian pakan juga harus dilakukan secara terukur agar tidak terjadi endapan sisa pakan. Ikan lele yang terserang penyakit harus segera dikeluarkan dari kolam untuk menghindari penularan penyakit yang lebih cepat. Akan lebih baik menggunakan nutrisi ikan organik, disamping ramah lingkungan, juga tidak berbahaya bagi manusia.

      Delete
  47. Salam sejahtera....
    Kami tidak mempunyai lahan yang cukup luas hanya saja survey budidaya lele yang berukuran 2x2m persegi. Kami ingin menanyakan bibit yang harus dimasukkan agar penelitian ini bisa tercapai dan memompa semangat kami dalam membudidayakan lele pada tahap berikutnya. Kami seorang pendidik yang ingin menghilangkan titik kejenuhan di saat bekerja. Salah satu cara yang paling kami senangi adalah di bidang perikanan, termasuk di dalamnya membudidayakan lele. Pertanyaanya, berapa bibit yag harus kami masukkan dengan kolam terpal yang hanya berukuran 2x2m persegi,berikut pengaturan air serta pengaturan pakan setiap harinya. Mohon pencerahannya yang berkaitan dengan budidaya lele dari mulai 0-siap panen...........terima kasih sebelumnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tahap awal, Anda mempersiapkan kolam terlebih dahulu. Kurang lebih seminggu sebelum penebaran bibit lele lakukan pengisian air hanya setinggi 40 cm dari dasar kolam, agar bibit ikan lele pada saat ditebas bisa mengambil oksigen dengan bebas. Lebih baik ditambahkan nutrisi dan probiotik untuk menjaga kualitas air kolam sekaligus menambah pakan alami yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan lele saat masih kecil. Penebaran bibit ikan lele berukuran 5-7 cm dengan populasi sebanyak 160 ekor. Pemberian pakan tambahan dilakukan tiga hari setelah penebaran, agar bibit ikan lele beradaptasi terlebih dahulu dengan kondisi air kolam. Pakan tambahan diberikan 3 kali sehari dengan ukuran pellet disesuaikan ukuran ikan. Pakan diberikan sedikit demi sedikit sampai tidak ada lagi bibit ikan lele yang mengejar pakan. hal ini bertujuan untuk mengurangi endapan sisa pakan yang berpotensi menimbulkan racun dalam kolam. Setelah berumur satu minggu ketinggian air ditambah menjadi 50-55 cm. Penggantian air dilakukan seminggu sekali, sebanyak 10-30% dari volume air kolam.

      Delete
  48. ma'af Bu.saya mw tanya,gimana cara merawat indukan yang baik,agar dapat menghasilkan telur & bibit yang bagus dan berkwalitas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk pemeliharaan induk dan pembenihan, kami belum memiliki pengalaman di lapangan, sehingga dalam artikel ini pun tidak saya ulas. Rencana kami akan menghimpun informasi dari para pelaku pembudidaya ikan lele subsektor pembenihan, sehingga dapat kami kompilasi menjadi sumber informasi yang bermanfaat agar artikel yang kami buat lebih aplikatif. Mohon maaf belum bisa bertukar pengalaman dalam hal ini. Kami harap di kemudian hari ada pembaca yang bersedia berbagi pengalaman pada artikel ini. Terima kasih atas kunjungannya.

      Delete
  49. Mbak novik,,
    dalam persiapan air kolam menggunakan kotoran sapi yang masih segar (berwarna hijau),, limbah sayur sawi (ditaruh dalam karung). kemudian dikasih obat fermentasi (EM4) didalam kolam boleh apa tidak??

    Trimakasih.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teknik seperti yang Anda sampaikan bisa diterapkan pada budidaya sektor perikanan. Akan tetapi yang perlu diingat adalah tenggat waktu pemberian dengan penebaran ikan harus betul-betul dipastikan tidak ada lagi proses dekomposisi di lahan. Karena hal tersebut bisa memicul timbulnya gas beracun dan dapat mengganggu pertumbuhan atau bahkan mematikan ikan lele. Terima kasih atas kunjungannya.

      Delete
  50. slam kenal buk novik
    ini adlh kali prtama sya ternak lele.. usia lele sya s2t ini uda jlan 3 bulan,,,tp ukurN lele sya kok msh jauh dr kta2 panen,, kira2 faktor ap y' dpat memperlmbat prtumbuhan lele,,, skilas mengenai kolam lele saya,, ukuran 2x2x0,5.. sbnyak 6 kolam tiap satu kolam saya isi lebih kurang 1000 ekor,,, pemberian pakan 2x1 sehari kdang2 sya tmbah mlm hari,,,

    mhon pencerahannya mbak novik,,thanks b4

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kepadatan penebaran bibit ikan lele hampir 8 kali lipat dari kepadatan ideal. Kalau ingin mencoba untuk memaksakan kapadatan penebaran dicoba sedikit demi sedikit, sambil menghimpun pengalaman praktek di lapangan. Coba sediakan satu kolam saja sebagai media mengamatan, isi dengan populasi 140 ekor, atau bila perlu tambah satu kolam lagi dengan populasi 300 ekor. Nanti bisa Anda analisa sendiri perbandingannya, baik dari sisi biaya produksi sampai dengan hasil produksi. Terima kasih telah berkunjung di blog kami.

      Delete
  51. Mbak novik,,
    dalam persiapan air kolam menggunakan kotoran sapi yang masih segar (berwarna hijau),, limbah sayur sawi (ditaruh dalam karung). kemudian dikasih obat fermentasi (EM4) didalam kolam boleh apa tidak??

    Trimakasih.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh ... Teknik seperti yang Anda sampaikan bisa diterapkan pada budidaya sektor perikanan. Akan tetapi yang perlu diingat adalah tenggat waktu pemberian dengan penebaran ikan harus betul-betul dipastikan tidak ada lagi proses dekomposisi di lahan. Karena hal tersebut bisa memicu timbulnya gas beracun yang dapat mengganggu pertumbuhan atau bahkan mematikan ikan lele. Terima kasih atas kunjungannya.

      Delete
  52. salam kenal Bu Novik.
    saya mau tanya bagaimana membuat rencana panen ( setiap hari dapat memanen lele dalam 1 bulannya ? )
    terimakasih Bu Novik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penebaran harus dilakukan setiap hari sebanyak umur panen lele (3 bln) dikalikan 30. Jadi selama 90 hari harus melakukan penebaran pada kolam berbeda. Anda tinggal membuat 90 petak kolam kecil-kecil

      Delete
  53. apakah warna terpal akan mempengaruhi perkembangan /pertumbuhan ikan lele

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya belum menemukan referensi yang demikian.

      Delete
  54. semoga ibu cepat sembuh dan beraktifitas kmbali....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, sekarang sudah bisa aktif kembali berinteraksi dengan saudara-saudara neter

      Delete
  55. saya punya kolam beton lokasi dekat persawahan,kualitas air agak keruh (cenderung agak putih+bau) apakah baik untuk penebaran lele?...u/ kolam berukuran 1,7x5m berapa jumlah ideal u/ penebaran lele? rencana tidak sampai konsumsi...sampai usia remaja saja.
    saat penebaran benih, u/ kedalama air 40cm langsung ditambah air atau menunggu berapa hari u/ penambahan air?
    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kualitas air yang baik adalah air yang bersih. Tetapi tidak berarti jika tidak ada air yang berkualitas baik maka tidak bisa melakukan budidaya. Parameternya sederhana saja. Jika di lokasi yang diairi oleh saluran irigasi tersebut masih terdapat ikan yang hidup, berarti ikan lele juga bisa hidup. Untuk hasil produksi yang optimal bisa diupayakan dengan melakukan pengamatan dari waktu ke waktu, sehingga Anda mempunyai satu formulasi tersendiri dengan memanfaatkan potensi yang Anda miliki. Learn by doing, itu prinsip saya. Pilihan untuk panen remaja lebih tepat, karena waktu budidaya yang pendek berarti resiko budidaya juga kecil. Kepadatan penebaran bisa 100 ekor/m2. Penambahan air bisa diberikan setelah berumur 7 hari. Ada baiknya untuk memperbaiki kualitas air diberikan pembenah air.

      Delete
  56. Bagaimana dengan Budidaya ikan gabus bu? mohon infonya.
    Terimakasih :)

    ReplyDelete
  57. bagus sekali,
    saya tertarik dengan budidaya ikan lele, tapi terkendala dengan semakin meningkatnya pakan pabrik. alternatifnya membuat pakan buatan.
    masih mengumpulkan informasi bagamana formulasi pakan yang baik apa ibu tau, trus misalnya tepung ikan dihilangkan, protein hanya dari nabati, apa ada pengaruhnya untuk lele?
    mohon bantuannya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikan lele tergolong ikan yang membutuhkan protein dalam jumlah tinggi. Jika kebutuhan protein hanya dipenuhi dari protein nabati, yang pada dasarnya lebih sulit dicerna, maka pertumbuhan ikan lele akan terhambat. Untuk formulasi pembuatan pakan mungkin akan segera kami buatkan artikel tersendiri, karena pokok bahasannya sangat beragam. Terima kasih atas kunjungannya.

      Delete
  58. nice info, bulan kemarin dengan niat yang menggebu akhirnya memutuskan pertama kali budidaya lele, dengan kuantitas cuman 15000 benih, awal penebaran baik-baik saja, tapi setelah 3 hari hujan mengguyur dengan hebat selama 4hari, dan ini berdampak pada penyakit yang timbul macam jamur, sehingga tiap hari pada mati yang lumayan jumlahnya....
    mohon kami diberi saran , kolam yang saya gunakan, kolam tanah dan air sungai ,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemungkina terbesar kematian bibit ikan lele disebabkan karena stress pada saat pengangkutan sehingga kondisinya lemah dan rentan terhadap serangan penyakit maupun perubahan suhu. Saran saya, coba berikan nutrisi untuk perikanan, bisa dibeli di kios pertanian/perikanan terdekat.

      Delete
  59. saya sudah membuat kolam terpal ukuran 4x5m, mohon informasinya sebaiknya kapan mulai bisa diisi bibit ukuran 9-10 cm dan 13-14 cm? dan apa saja suplemen yang harus disiapkan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebaiknya berikan air dan suplemen terlebih dahulu kemudian didiamkan selama 14 hari agar tumbuh pakan alami.

      Delete
  60. mbk,kalau kolam terpal ukuran 0.8*7meter bsa ga wat trnak lele trus berapa ekor kira2 bibit penebaran'y?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tinggal mengalikan ukuran tersebut dengan kepadatan penebaran yang tertera di atas

      Delete
  61. saya merendam pelet lele dengan kunyit, apakah itu salah?

    ReplyDelete
  62. pakan pelet ikan lele saya rendam dan saya keringkan, katanya itu obat bakteri lele...
    apakah itu salah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masuk akal, saya belum pernah mencobanya, tapi aplikasi kunyit saya terapkan untuk mengendalinan penyakit pada tanaman. Perlu dicoba dan lakukan pengamatan terus. Semoga berhasil.

      Delete
  63. salam kenal mbak sy baru belajar ternak lele mhn pencerahannya tahap awal trimaksih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikuti semua petunjuk budiaya yang dapat dipercaya akurasi teknologinya.

      Delete
  64. Selamat siang Mbak Novik, salam lele indonesia.....
    Saya mau tanya,
    - Bagaimana bila kolam tersebut hanya dari tanah yang digali (BLUMBANG)?Bukan semen, ataupun terpal.
    - Perlukah saya memberikan atap pada kolam tersebut untuk menghindari perubahan suhu?mengingat kolam saya berada di tempat terbuka.
    - Bagaimana tips untuk mencegah/ menghindari ular yang masuk ke kolam dan memakan lele?
    Terimakasih sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perubahan suhu bisa diantisipasi dengan memanipulasi mikroklimat, atau kondisi perairan dalam kolam, salah satunya dengan pemberian atap saat musim hujan, tapi langkah tersebut kurang efektif, apalagi untuk budidaya dalam skala besar. Langkah terbaik adalah dengan menjaga dan meningkatkan kualitas air kolam, hindari terjadinya endapan sisa pakan yang berpotensi menimbulkan zat beracun, sehingga saat terjadi perbedaan suhu yang memicu upwheling atau pertukaran posisi lapisan air, tidak ada gas beracun yang menyebar dan meracuni ikan dalam kolam. Untuk pengendalian ular tetap dilakukan secara manual, dengan mengusirnya.

      Delete
  65. ssalamualaikum mbak…mau tanya neh,sy baru mau mulai ternak lele.sebelumny sy ada kolam semen 3 buah masing2 ukuranny 3×3 m.sebelumny kolam sy isi nila,patin,gurame dll..skrng sy mau kuras smua & akan diisi bibit lele..kolam lama sedang dlm perbaikan(alias dsemen ulang).yg ingin sy tanya ada beberapa hal neh mbak :
    1.perlu berapa hari sy hari mengisi air sebelum bibit lele dmasukan kdlm kolam semen
    2.dlm memasukkan air kolam,perlukah tambahan2 lainny seperti eceng gondok atau apalah istilahny gitu..hehe
    3.kondisi kolam semen sy keadaanny terbuka..perlukah diberi penutup karna dsekitar kolam ada pohon jambu yg berakibat sering masuk daun2ny kkolam
    4.berapa bibit lele yg mesti di masukkan untuk masing2 kolam tersebut…(@ 3×3 m)
    5.brp ukuran bibit yg baik untuk awal dmasukkan(untuk beternak 2-3 bulan) dan bagaimana trik2 dlm memilih bibit lele yg baik
    6.brp hari jarak sy bisa kasih pelet nantiny setelah bibit lele di tebar dkolam
    7.kira2 menurut perkiraan mbak ukuran kolam 3x3m tsb akan menghabiskan brp KG pelet(masing2 kolamny)
    8.pakan tambahan apa aja yg harus dberikan untuk megganti/mengurangi pelet yg berlebihan supaya tdk terlalu bnyk biaya yg kluar…
    mohon bantuan infony mbak…mohoonn maaf yg sebesar2ny mbak klo sy bnyk tanya neh n borongan…maklum mbak, modalny dikit,jd klo bs dperkecil hal2 yg bakalan mengeluarkan biaya…hehehe
    makasih mbak sbelumny….

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Untuk kolam semen baru sebaiknya diisi air terlebih dahulu selama kurang lebih 2 minggu, setelah itu airnya dikuras kembali dan diisi lagi dengan air yang baru.
      2. Sangat perlu tambahan nutrisi ikan atau pupuk yang berfungsi meningkatkan jumlah pakan alami dalam kolam. Berikan 1 minggu sebelum penebaran.
      3. Ditutup menggunakan plastik UV akan lebih baik, tetapi jika kondisi keuangan tidak memungkinkan, tidak usah ditutup juga tidak apa-apa. Yang penting jaga kebersihan kolam dari kotoran yang masuk maupun sisa pakan yang tenggelam. Sehingga pemberian pakan harus terukur, jangan berlebihan.
      4. Tinggal mengalikan luas kolam tersebut dengan standar peneberan yang sudah dikemukakan di atas.
      5. Untuk kriteria bibit silahkan mengikuti referensi pada artikel ini.
      6. 3-7 hari setelah penebaran, atau setelah ikan beradaptasi dengan perairan kolam
      7. dengan padat penebaran 40 ekor/m2 kurang lebih menghabiskan pakan 35-40 kg.
      8. bangkai ayam yg telah direbus, ikan runcah, koeng mas, bekicot, cacing, darah di RPH, dsb, yang penting bisa mencukupi kebutuhan protein.

      Delete
  66. Selamat siang mbak...saya baru aja selesai membuat kolam semen...saya dapat info untuk menghilangkan bau semen yang masih baru tidak perlu lama diisi air selama 2 minggu...tetapi kolam semen tersebut digosok dengan batang/gedebox pisang . hari pertama digosok diisi air..hari kedua air dibuang kemudian digosok lagi diisi air baru , hari ketiga air dibuang diganti air yang baru diamkan satu hari,hari esoknya sudah bisa untuk pembesaran lele..apakah benar mbak hal tersebut bisa mengurangi bau semen?Mohon infonya .Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya belum pernah mendapatkan referensi semacam itu. Ads yang bilang digosok pakai daun pepaya juga bisa. Tapi saya tidak pernah menerapkan. Pertimbangan saya, daripada tenaga digunakan untuk menggosok dan menguras kolam berkali-kali, saya lebih memilih merendam selama kurang lebih dua minggu. Tapi kalu mau dicoba silahkan, barangkali bisa mempercepat proses produksi.

      Delete
  67. slmt mlm mbak novik..sy mau tanya,ktanya kolam sebelum ditebar bibit ada baiknya air kolam i endapkan dulu selama 1 minggu.kemudian air kolam tsb dberi kompos dari kotoran kambing yg dmasukkan kdlm karung..kmudian kotoran tersebut diendapkan di dlm kolam yg telah berisi air.pertanyaan saya apakah memang perlu hal tsb dlakukan..??jika hanya di endapkan air saja bagaimana mbak..??mengingat lumayan susah sy mencari kotoran kambing,atau ada alternatif lain menurut mbak novik.trima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebetulnya pemberian kompos atau pupuk organik bertujuan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan pakan alami akan berkembang. Bukan hanya kotoran domba atau kambing, semua kotoran binatang maupun bahan organik lain, bisa digunakan untuk menumbuhkan pakan alami. Yang terpenting adalah, bukan jenis bahan organiknya, tapi proses fermentasinya. Pastikan bahan organik tersebut sudah terdekomposisi dengan baik, agar lebih aman, bahan organik yang sudah difermentasi tersebut direndam dalam kolam selama kurang lebih dua minggu, sehingga proses dekomposisi yang belum selesai atau masih tersisa, bisa diselesaikan di dalam kolam sebelum ikan lele berkembang. Sangat dianjurkan untuk menambahkan nutrisi perikanan yang bisa didapatkan di kios pertanian terdekat, selain sebagai pakan alami juga bisa digunakan untuk menetralisir sisa-sisa racun yang timbul akibat proses dekomposisi dalam kolam. Lele Anda sehat, budidaya berhasil, untung berlimpah. Seloga sukses, salam tani Indonesia, MERDEKA!

      Delete
  68. ass mbak.mau tanya donk tentang aturan pemberian pakan.katanya dalam pemberian pelet ada 2 macam yaitu pelet apung dan pelet tenggelam.untuk pelet apung pemberiannya 30% sedangkan pelet tenggelam 70% (jika murni pemberiannya sampai panen pelet tanpa pakan tambahan.jika ada pakan tambahan maka pelet tenggelam dikurangi kadar persennya).yang ingin di tanyakan kira2 kapan pemberian pelet apung dan kapan pemberian pelet tenggelam..?
    mohon infonya donk mbak novik.makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali, tujuan dari kombinasi pemberian dua jenis pelet tersebut adalah untuk menghindari perebutan makanan yang diberikan. Jika hanya diberikan pakan apung saja, maka seluruh ikan akan berebut pakan di permukaan air. Tetapi jika diberikan pakan tenggelam saja, juga kurang baik, pasalnya secara umum pakan tenggelam memiliki kandungan nutrisi yang rendah. Pemberian pakan terapung dan tenggelam tidak dilakukan secara terpisah, tetapi secara bersamaan. Jadi ikan lele yang berada di lapisan bawah juga kebagian pakan, dan ikan lele yang berada di lapisan atas juga bisa turun mengejar pakan yang tenggelam, sehingga memberi ruang pada ikan lain untuk mengejar pakan yang terapung. Pemberian pakan dalam bentuk pelet diberikan setelah minggu kedua, atau setelah ikan lele mampu memakan butiran pelet ukuran L1.

      Delete
  69. mbak..setelah airny sy endapkan selama 2 minggu kemudian dkuras dan diisi kembali,air yg diisi kembali itu di endapkan juga ga dulu sebelum bibit lele sy tebar ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perlu, hal itu bertujuan untuk memberikan waktu terjadinya proses dekomposisi terhadap pupuk organik yang diberikan. Akan lebih baik jika ditambahkan nutrisi perikanan yang bisa didapatkan di kios pertanian terdekat, selain sebagai pakan alami juga bisa digunakan untuk menetralisir sisa-sisa racun yang timbul akibat proses dekomposisi dalam kolam. Lele Anda sehat, budidaya berhasil, untung berlimpah. Seloga sukses, salam tani Indonesia, MERDEKA!

      Delete
  70. infonya sangat menarik,, dan jg mnginpirasi,,saya ingin mencoba ternak lele, boleh tanya brapa kira2 modal awal pmbuatan kolam ukuran 2mx5m,, juga biaya pemeliharaan pembesaran ikan lele sampai panen,,
    sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biaya pembuatan kolam kurang lebih Rp 500.000,- atau bisa disesuaikan dengan harga terpal di daerah Anda. Biaya pemeliharaan kurang lebih Rp 600.000,-

      Delete
    2. Untuk biaya pemeliharaan itu udah mencakup semua pakan, obat2an dan juga pembelian ya.,
      #kalo untuk pakan smpai panen untuk kolam ukuran 2x5m hbis brapa sak.,
      #harga pakan satu saknya berapa.
      Sebelumnya saya ucapkan bnyak terimakasih dah berkenan berbagi ilmu.

      Delete
    3. Analisa usaha sedang dalam proses pembuatan, tapi saya belum sempat menyelesaikan.

      Delete
  71. asalamualaikum...bisa gak kalau saya mau pelihara ikan lele di drum plastik,dengan bibit yg agak besar bisa di bilang seukuran ibu jari, tanpa di beri tanah dan pupuk kandang terlebih dahulu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa, yang penting bisa mengatur perbedaan suhu antara lapisan bawah dan lapisan atas tidak terlalu tinggi, atur pH air agar tetap dalam kondisi ideal yaitu 6,8-7. Pemberian pakan tambahan juga harus tinggi, karena tidak ditambahkan pupuk kandang yang berguna untuk menumbuhkan pakan alami.

      Delete
  72. salam knl bu
    ap yg dimksud dgn FCR?
    rumus bwt pehitgan peberian pelet/pakan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. FCR (Food Conversion Ratio) adalah perbandingan jumlah pakan yang diberikan terhadap daging/ikan yang diperoleh. Sebagai contoh, jika ada pakan dengan FCR 2, maka dapat dikatakan bahawa 2 bagian pakan tersebut dapat menghasilkan bobot ikan 1 bagian. FCR tidak ada rumusnya, itu merupakan salah satu parameter kualitas pakan. Jadi untuk mengetahui FCR suatu merk pakan, maka bisa ditanyakan ke pembuatnya, atau penjualnya.

      Delete
  73. punten bu,kalo nebar lele dikolam Uk.250m2.air kolam tidak ngalir alias dari mata air perlu sortir/pemisahan yag besar kecil ga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Budidaya ikan jenis apa saja idealnya harus dilakukan penyeragaman ukuran. Tetapi kadang petani terlalu repot melakukan itu

      Delete
  74. pagi bu ..

    saya ingin sekali membudidayakan / ternek lele , tetapi pekarangan rumah saya untuk membuat kolam semen hanya seluas 4 meter x 1/2 meter .

    - apakah saya bisa membudidayakan ikan lele dengan luas kolam seperti itu ?
    - kalau bisa bentuk struktur kolamnya seperti apa bu ?
    - dan dengan luas kolam yang seperti itu berapa banyak bibit yang saya taruh agar bisa mencapi panen dewasa untuk dijual ?

    mohon di share ilmunya ibu novik , karena saya ingin sekali mempunyai usaha kecil kecilan diumur saya ini bu .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa, kolam dibuat yang paling mudah saja, penebaran bisa dioptimalkan 150 ekor

      Delete
  75. Mau tanya nih gan, apakah budidaya lele di kolam terpal untuk saat ini masih layak untuk diusahakan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, hingga saat ini serapan atau permintaan pasar terhadap ikan lele masih sangat tinggi, sehingga secara ekonomis kegiatan budidaya masih sangat berpeluang untuk dikembangkan. Selamat mencoba, semoga sukses.

      Delete
  76. Saya seorang pemula, baru satu musim ini menggeluti usaha budidaya lele dari anakan. Kata teman saya, budidaya lele tidak membutuhkan pakan yang mahal, karena bisa digantikan dengan kotoran ayam. Tapi beberapa hari setelah saya beri kotoran ayam, kok lele saya banyak yang mati ya? Mohon pencerahannya, terima kasih. Salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pemberian pupuk kandang atau kotoran ayam memang dapat menghemat biaya selama kegiatan budidaya, terutama untuk menekan kebutuhan pakan. Tetapi jika kotoran terlalu banyak atau kotoran yang dimasukkan belum difermentasi, justru berbahaya terhadap ikan lele, apalagi jika ukuran ikan masih terlalu kecil.

      Delete

Tanijogonegoro.com: Menyajikan Informasi Terbaik

LOGO TANIJOGONEGORO
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA
Tanijogonegoro On Google Plus