TEKNIK DAN CARA BUDIDAYA JAMUR KUPING

Budidaya Jamur Kuping - Jamur merupakan makanan yang telah lama dikenal oleh manusia. Bahkan semenjak abada ke XIV, saat dinasti Ming berkuasa di daerah China, jamur telah menjadi menu spesial bagai pejabat negara tersebut. Cita rasa jamur yang lezat ini kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia dengan adanya perdagangan antarnegara dan antarbenua. Hingga kini, jamur pun menjadi suatu menu makanan favorit dan bergengsi di restoran-restoran terkemuka.

Budidaya jamur kuping merupakan salah satu alternatif bisnis yang memiliki prospek dan peluang cukup bagus untuk dikembangkan. Selain dapat dikerjakan sebagai usaha kecil maupun usaha besar, kegiatan budidaya jamur juga dapat dilakukan sebagai usaha sampingan yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan ruangan dalam rumah. Beberapa negara yang sudah cukup maju dalam mengembangkan agribisnis budidaya jamur kuping antara alain China, Prancis, Spanyol, Belgia, Belanda, dan Tahiland. Negara-negara tersebut dikenal sebagai negara produsen jamur terbesar di dunia.

Budidaya Jamur Kuping

Kegiatan budidaya jamur kuping dapat dilakukan dengan teknik yang sangat sederhana. Orientasi kegiatan ini adalah menciptakan dan menjaga agar lingkungan budidaya sesuai dengan syarat tumbuh jamur kuping. Ringkasan dari kegiatan yang dilakukan dalam budidaya jamur kuping adalah pembuatan rumah jamur atau kumbung, perawatan miselium dan tubuh buah jamur agar tetap dalam kondisi optimal, serta pengendalian hama dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kerugian dalam budidaya. Langkah terakhir dari kegiatan ini adalah pemanenan.

Untuk pengadaan bibit jamur kuping bisa dilihat di :

Pembiakan Bibit Jamur Kuping Tahap Pertama

Penyiapan Media Tumbuh Pembiakan Bibit Jamur Kuping

Pembiakan Bibit Jamur Kuping Tahap Kedua Dan Ketiga

Pembiakan Bibit Jamur Kuping Tahap Keempat


Pembuatan atau Rehabilitasi Kumbung Atau Rumah Jamur




Pembuatan rumah jamur atau kumbung dapat dilakukan dengan sederhana sehingga biaya pembuatannya juga lebih murah. Kerangka kumbung dapat dibuat dari kayu atau bambu, sedangkan atap kumbung dari anyaman bambu, jerami padi, atau rumbia. Ukuran kumbung disesuaikan dengan luas dan bentuk lahan. Tiang dibuat dari bambu atau kayu yang sudah tua agar lebih awet dan tahan lama. Sementara itu, atap kumbung dibuat melengkung seperti atap pada gerbong kereta api. Jika menggunakan bahan-bahan di atas, maka bahan tersebut perlu ditata sedemikian rupa untuk menghindari kebocoran saat musim hujan. Bila perlu, bagian bawah atap tersebut diberi alas dari plastik. Atap dan dinding rumah jamur ditutup rapat dan dibuat kokoh. Dinding dibuat dua lapis, pada lapisan bawah, kurang lebih setinggi satu meter, dibuat dari anyaman bambu dan dilapisi plastik bening atau transparan. Sedangkan pada lapisan atas dinding dibuat dari anyaman bambu tanpa dilapisi plastik bening. Jika kelembaban dalam ruangan terlalu rendah dan suhu tinggi, maka seluruh lapisan dinding ditutup atau dilapisi dengan plastik transparan.

Bagian atas dinding kumbung perlu dibuatkan ventilasi selebar 40 cm dan panjang meyesuaikan dinding kumbung, yang digunakan sebagai tempat keluar masuk udara. Sementara itu, pada lapisan dinding bagian bawah perlu dibuatkan lubang ventilasi khusus, seperti jendela, yang dapat dibuka dan ditutup kembali. Untuk mencegah masuknya binatang liar, maka ventilasi udara tersebut harus ditutup degan kasa. Rumah jamur atau kumbung dibuat dengan sekurang-kurangnya satu pintu utama yang digunakan sebagai tempat keluar masuk kumbung.

Kumbung dilengkapi dengan rak-rak atau pera-para yang digunakan sebagai tempat untuk meletakkan baglog. Para-para tersebut dibuat secara berjajar dan berlapis. Ukuran rak disesuaikan dengan ukuran polibag tempat bibit jamur yang akan dibudidayakan. Biasanya, rak dibuat dengan lebar 20 cm dan tinggi lapisan rak 30 cm. Dalam ruangan kumbung tersebut terdapat beberapa unit rak yang terpisah oleh jalan. Jarak antar unit rak kurang lebih satu meter untuk memudahkan pemeliharaan.

Pada setiap unit rak, lapisan rak paling bawah dibuat dengan jarak 30 cm di atas permukaan tanah atau lantai dasar. Pengaturan jarak ini dibuat dengan tujuan untuk memperlancar sirkulasi udara bagaian bawah dan mengantisipasi agar tubuh buah jamur yang telah tumbuh tidak terkontaminasi oleh kotoran pada lantai. Selain itu, ruangan dalam kumbung juga tidak sepenuhnya digunakan untuk penyusunan unit rak. Paling tidak 20% dari luas ruangan digunakan sebagai tempat inkubasi.

Rumah jamur sederhana tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu dua tahun, kurang lebih sekitar empat kali perioder penanaman. Artinya, umur ekonomis atau umur produktif kumbung hanya berlangsung selama dua tahun dan investasi yang dikeluarkan untuk membangun rumah jamur harus bisa kembali dalam jangka waktu dua tahun.

Perawatan Miselium dan Tubuh Buah Jamur Kuping

Bibit jamur (miselium) dari hasil pembibitan tahap keempat yang diperoleh dari pembelian atau produksi sendiri dapat dimasukkan ke dalam rumah jamur yang semua perlengkapannya telah disiapkan. Letakkan polibag bibit jamur tersebut pada lantai inkubasi yang telah disiapkan, yaitu lantai yang tidak di pasangi unit rak. Posisi peletakan polybag tersebut harus vertikal dengan cara meletakkan bagian polibag yang tidak ada kapas penyumbatnya berada di posisi bawah, sedangkan bagian polibag yang ada kapas penyumbatnya berada di atas.

Bibit jamur yang telah disiapkan dibiarkan berada pada lantai inkubasi selama 1,5 bulan atau hingga miselium tumbuh sempurna. Jika masa inkubasi ini berjalan normal, maka dalam kurun waktu 1,5 bulan miselium jamur akan menutupi paling tidak 70% parmukaan dan pori-pori media tumbuh.

Miselium jamur yang sudah menutupi 70% permukaan media tersebut segera dipindahkan pada unit rak tempat budidaya. Letakkan polybag atau baglog jamur tersebut dalam posisi miring dimana sisi baglog yang ada kapas penutupnya barada pada posisi luar menghadap ke arah jalan antar unit rak, sedangkan sisi bawah baglog atau sisi yang rapat berada dalam posisi saling bersinggungan satu sama lain. Penyusunan dibuat dua lapis pada setiap lapis rak. Baglog yang selama masa inkubasi tidak tumbuh miselium jamurnya segera dibuang, dikeluarkan dari kumbung, agar tidak mencemari baglog yang tumbuh baik.

Monitoring pada baglog atau polybag jamur yang telah diletakkan pada unit rak harus dilakukan dengan rutin. Jika menjumpai miselium dalam baglog tidak tumbuh baik, maka baglog tersebut harus segera disingkirkan dari dalam kumbung. Tempat kosong bekas polybag yang telah dibuang bisa diisi dengan polybag atau baglog lain atau jika cadangan baglog sudah tidak ada maka bisa dibiarkan dalam posisi kosong.

Penumbuhan tubuh jamur kuping dilakukan saat 75% permukaan media tumbuh telah tertutup oleh miselium jamur kuping. Penumbuhan dilakukan dengan cara merobek plastik baglog pada bagian lengkung yang berada di dekat ujung baglog. Tipe sobekan bisa berbentuk segiempat yang berukuran 1x1 cm atau berbentuk huruf L. Jika robekan berbentuk huruf L, maka sudut siku-siku yang terbuka menghadap ke arah ujung baglog. Namun, untuk memudahkan calon tubuh buah jamur (pin head) keluar, sebaiknya robekan berbentuk segiempat.

Calon tubuh buah jamur atau pin head akan keluar pada umur 15 hari setelah perobekan baglog. Setelah calon tubuh buah jamur tersebut berumur 15 hari, maka perobekan kedua bisa dilakukan. Perobekan kedua dilakukan pada tempat yang berseberangan dengan perobekan pertama sehingga terjadi pemerataan pemanfaatan nutrisi dalam media tumbuh sekaligus untuk memudahkan pemanenan.

Kegiatan utama selama masa pemeliharaan tubuh buah jamur kuping ini adalah menciptakan dan menjaga agar kondisi lingkungan sesuai dengan syarat tumbuh jamur kuping. Manipulasi kondisi lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan pengontrolan kelembaban dan sirkulasi udara, serta menjaga kebersihan lingkungan kumbung untuk menghindari serangan hama maupun penyakit yang dapat merugikan kegiatan budiday jamur kuping. Jika kondisi udah terlalu tinggi atau kelembaban terlalu rendah, maka harus dilakukan penyiraman dengan menggunakan tangki sprayer. Jika suhu udara dan kelembaban stabil, maka penyiraman dapat dilakukan setelah tubuh buah jamur yang tumbuh pada robekan pertama berumur 15 hari atau setelah melakukan perobekan kedua. Pada kumbung atau rumah jamur permanen, penyemprotan dilakukan dengan alat semprot otomatis atau presage chamber, sehingga tekanan dan kabut sempror yang dihasilkan bisa lebih lembut dan merata.

Penyiraman merupakan kegiatan penting dalam budidaya jamur kuping ini. Penyiraman bertujuan untuk menciptakan atau mengatur agar suhu udara serta kelembaban bisa stabil sesuai dengan kondisi ideal untuk pertumbuhan jamur. Penyiraman pertama dilakukan hingga tubuh buah jamur kuping tampak basah dan meneteskan air. Sedangkan penyiraman berikutnya dilakukan sesuai dengan kondisi suhu dan kelembaban udara. Jika kelembaban terlalu kering atau rendah dan suhu udara terlalu panas maka penyiraman dapat dilakukan 3-4 kali sehari. Apalagi jika kondisi udara yang demikian dibarengi dengan tiupan angin yang kencang, maka penyiraman dapat dilakukan sebanyak 5 kali dalam sehari. Jika kondisi udara sangat tenang atau tidak ada angin, sirkulasi udara dalam kumbung terhambat, dan tidak ada hujan, maka tindakan yang harus dilakukan untuk menjaga lingkungan dalam kumbung agar tetap sesuai dengan syarat tumbuh jamur adalah dengan membuka lubang ventilasi khusu pada lapisan dinding bagian bawah.

Selain menjaga kelembaban, kegiatan yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kebersiahan kumbung. Harus diingat agar setiap kali selesai melakukan panen, maka lantai dasar kumbung harus ditaburi dengan kapur pertanian. Hal ini dilakukan untuk mencegah serangan hama pengganggu dan penyakit yang akan menyerang, dengan demikian lingkungan kumbung akan tetap terjaga kesehatannya.


LOGO TANIJOGONEGORO
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA
Tanijogonegoro On Google Plus