PROSEDUR PEMELIHARAAN TERNAK KELINCI

Ternak Kelinci - Kelinci memiliki kecepatan perkembangbiakan yang sangat tinggi. Potensi perkembangbiakan ini menjadi peluang usaha yang cukup bagus jika dikelola dengan baik. Bisa dibayangka bagaimana perkembangbiakan kelinci ini akan menjadi potensi bisnis yang menjanjikan, dalam satu tahun kelinci mampu melahirkan anak sebanyak empat kali dan setiap kali dapat melahirkan 6-12 ekor anak.

Banyaknya frekuensi melahirkan kelinci ini disebabkan masa kebuntingannya yang hanya berlangsung selama 30-35 hari. Seekor induk kelinci betina mampu berproduksi dengan baik hingga berumur enam tahun dengan puncak produksi kurang lebih tiga tahun pertama. Jika pengelolaan ternak kelinci ini dilakukan dengan baik, maka potensi produktivitas perkembangbiakan kelinci ini akan menjadi sumber penghasilan yang sangat menjanjikan.

Lokasi Budidaya Kelinci

Beternak kelinci dapat dilakukan di berbagai daerah, tetapi untuk mengoptimalkan hasil usaha ternak kelinci, sebaiknya kegiatan tersebut dilakukan di lokasi atau daerah yang berketinggian di atas 500 mdpl, dan suhu udara sejuk. Suhu optmal untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan kelinci berkisar 15-18°C (60-85°F). Di daerah dengan ketinggian tersebut umumnya tersedia banyak pakan dari hijauan yang bisa mendukung kegiatan budidaya. Pakan hijauan merupakan pakan yang digemari oleh kelinci, bisa berupa sayuran, limbah sayuran atau tanaman pangan, maupun rumput-rumputan yang biasa digunakan sebagai pakan ternak lain.

Seleksi Kelinci Ternak

Keberhasilan usaha ternak kelinci sangat bergantung pada manajemen pengololaannya, sehingga produktivitas potensial yang terdapat pada kelinci bisa dioptimalkan. Salah satu faktor yang bisa menentukan keberhasilan dalam usaha ternak kelinci ini adalah pemilihan atau seleksi. Seleksi merupakan kegiatan memilih kelinci-kelinci unggul berdasarkan kriteria atau standar tertentu yang bertujuan untuk menghasilkan kelinci-kelinci berkualitas. Seleksi kelinci harus dilakukan secara rutin dengan mengamati beberapa kriteria atau parameter. Secara umum, parameter yang digunakan sebagai acuan dalam melakukan seleksi kelinci antara lain sifat ras dari induk yang digunakan, penampilan fisik kelinci, usia, daya produksi, tingkah laku, dan nilai ekonomis. Agar tujuan kegiatan ternak kelinci lebih terarah dan menunjukkan kualitas peternakan yang baik, maka seleksi ras harus dilakukan dengan ketat.

Kegiatan seleksi dilakukan dengan memisahkan kelinci-kelinci yang tidak masuk dalam kriteria. Pemisahan tersebut dilakukan terhadap kelinci yang cacat atau anak kelinci yang pertubmuhannya lambat, kelinci yang sifatnya kurang baik, induk-induk yang kurang baik atau kurang produktif, induk-induk yang tidak dapat mengasuh anak-anaknya, serta kelinci calon induk yang memiliki sifat kurang baik. Kelinci-kelinci tersebut dipisahkan tempat pemeliharaannya untuk dijual sebagai kelinci pedaging.

Pemisahan juga dilakukan terhadap kelinci-kelinci berkualiatas yang akan digunakan sebagai calon induk atau indukan. Kelinci-kelinci tersebut dipelihara secara khusus, karena kelinci-kelinci berkualitas inilah yang nantinya dapat membesarkan kegiatan usaha ternak kelinci. Kriteria kelinci induk berkualitas diantaranya adalah dapat melahirkan anak dengan bobot yang berat, Berat tubuh setelah menyusui atau menyapih anak-anaknya tidak terlalu menyusut, dan kelinci yang memiliki laju pertumbuhan baik yang dihitung dari grafik pertambahan berat tubuh per ekor per minggu.

Kartu Induk Kelinci Ternak

Kegiatan ternak kelinci yang dikelola dengan baik harus memiliki pencatatan yang teratur. Pencatatan dilakukan terhadap setiap ekor induk kelinci, meliputi data-data tertulis dan asal-usul keturunan atau ras. Pencatatan tersebut dibuat dalam kartu induk kelinci yang dapat dipisahkan dalam kartu induk jantan dan kartu induk betina. Setiap ekor induk kelinci memiliki kartu induk sendiri-sendiri.

Dari data-data dalam kartu induk kelinci tersebut, setiap kelinci dapat diamati potensinya. Misalnya, untuk induk betina bisa ketahui apakah induk yang bersangkutan mudah dibuahi oleh kelinci jantan atau tidak, jumlah rata-rata anak saat melahirkan, bobot rata-rata anak saat melahirkan, tingkat kematian anak yang dilahirkan, potensi induk jantan untuk membuahi betinanya, keunggulan-keunggulan individu selama dalam pemeliharaan, serta kekurangan-kekurangannya.

Mengamati Dewasa Kelamin Kelinci

Masa dewasa kelamin atau matang gonad pada kelinci betina dan kelinci jantan tidak sama. Untuk kelinci betina, secara umum memiliki masa dewasa kelamin yang lebih cepat dibandinkan dengan kelinci jantan. Begitu pula masa dewasa kelamin pada setiap ras kelinci juga tidak sama.

Kelinci tipe berat yang memiliki bobot antara 5-8 kg, memiliki masa dewasa kelamin setelah berumur 7-8 bulan. Masuk dalam kategori kelinci berat antara lain kelinci ras Checkered Giant, Giant Chinchilla, dan Flemish Giant. Sementara itu untuk kelinci yang memiliki bobot lebih berat lagi, antar 10-12 kg, masa dewasa kelaminnya setelah kelinci tersebut berumur satu tahun. Kelinci tipe berat ini biasanya dipelihara atau diternakkan dengan tujuan untuk mendapatkan daging dan furnya.

Sementara itu, kelinci tipe sedang yang memiliki bobot tubuh antara 2-4 kg memiliki masa dewasa kelamin antara 5-6 bulan. Kelinci tipe sedang ini dipelihara atau diternakkan dengan tujuan untuk mendapatkan daging dan furnya. Termasuk kelinci dalam tipe sedang ini antara lain, kelinci ras New Californian, English Spot, Zealand White, Champagne d' Argent, Carolina, dan Simonoire.

Sedangkan kelinci tipe kecil atau mini yang secara fisik memiliki bobot tubuh antara 0,9-2 kg dan biasanya dipelihara sebagai hewan pemeliharaan atau ternak hias ini memiliki masa dewasa kelamin setelah kelinci tersebut berumur 3-4 bulan. Termasuk dalam kelinci tipe kecil diantaranya adalah kelinci ras Polish, Dutch, dan Nederland Dwarf.

Selain dipengaruhi oleh tipe ras dan jenis kelamin, masa dewasa kelamin pada kelinci juga dipengaruhi oleh faktor individu kelinci bersangkutan, nutrisi atau pakan yang diberikan, lokasi peternakan, serta sistem perkandangan. Pada kegiatan ternak kelinci yang sistem pemeliharaannya dicampur antara kelinci jantan dan kelinci betina dalam satu koloni, maka masa dewasa kelaminnya lebih cepat dibanding dengan kelinci yang sistem pemeliharaannya dilakukan secara terpisah.

Kegiatan budidaya kelinci pada umumnya dilakukan untuk beberapa tujuan utama, yaitu sebagai penghasil daging, penghasil daging dan fur, penghasil fur, penghasil woll, serta penghasil wool.


LOGO TANIJOGONEGORO
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA
Tanijogonegoro On Google Plus