KANDUNGAN DAN MANFAAT AZOLA DALAM KONSEP PERTANIAN ORGANIK

Kandungan dan manfaat Azolla dalam konsep pertanian organik sangat besar, terutama dalam menyediakan unsur hara penting bagi tanaman. Azoll atau Azolla sp. merupakan jenis tanaman paku air yang berperan besar dalam penambatan atau fiksasi nitrogen (N) yang tersebar di udara bebas yang dilakukan melalui proses hubungan simbiosis dengan ganggang hijau biru atau Annabaena azollae. Pemanfaatan azolla dalam konsep pertanian organik banyak dilakukan pada budidaya padi, baik dimanfaatkan dalam bentuk terdokomposisi maupun dalam kondisi yang masih segar.

Selain berperan sebagai penambat nitrogen (N), kompos Azolla juga mengandung unsur hara lain yang cukup tinggi dan lengkap, dengan C/N rasio rata-rata 15-18%. Berikut ini beberapa kandungan unsur hara yang terdapat dalam kompos Azolla.

Nitrogen (N) 0.50-0.90%, Phosphor (P) 4.00-5.00%, Kalium (K) 2.00-4.50%, Kalsium (Ca) 0.40-1.00%. Magnesium (Mg) 0.50-0.60%, Mangan (Mn) 0.11-0.16%, Ferum (Fe) 0.16-0.50%, dan C/N rasio 15-18%.

Tingginya kandungan unsur hara dalam kompos Azolla tersebut menjadikan tanaman paku air ini layak dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan bisa diandalkan untuk menopang konsep pertanian organik. Pemberian azolla pada budidaya tanaman padi sawah sebelum penanaman dapat meningkatkan hasil produksi padi 35-58%. Menurut beberapa hasil penelitian, penanaman atau penumbuhan Azolla selama satu periode dapat menghasilkan penambatan nitrogen (N) sebesar 90-120 kg per hektar. Angka ini menunjukkan hasil yang sangat tinggi yang diasumsikan dapat menekan atau menghemat pemberian pupuk urea sebanyak 260 kg per hektar.



Jika pemanfaatan Azolla ini dibarengi dengan pemberian pemberian bakteri rhizobium, maka kandungan nitrogen dalam tanah akan meningkat signifikan, sehingga tidak diperlukan lagi pemberian pupuk nitrogen (N) dalam budidaya pertanian. Kendala yang dibutuhkan untuk memanfaatkan Azolla sebagai egensia hayati penambat nitrogen (N) adalah waktu yang dibutuhkan untuk menumbuhkan Azolla tersebut, sehingga petani harus menyediakan jeda waktu dan selama masa penumbuhan Azolla, berarti lahan pertanian menjadi tidak produktif. Oleh karena itu, perlu penanganan dan perhatian yang lebih serius, terutama dari pihak pemerintah jika ingin memanfaatkan Azolla dalam konsep pertanian organik. Paling tidak selama waktu penumbuhannya, ada sebuah alternatif aktivitas pertanian agar lahan tetap bisa berproduksi.

Pembuatan kompos Azolla dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap perbanyakan dan tahap pengomposan. Tahap perbanyakan bisa dilakukan di lahan-lahan persawahan yang memiliki kondisi lingkungan sesuai untuk pertumbuhan Azolla. Setelah proses perbanyakan, kemudian dilakukan proses pengomposan atau proses penguraian sehingga menjadi bahan organik yang siap digunakan. Proses pengomposan dilakukan dengan pemberian mikroba dekomposer dan biasanya berlangsung selama 2-4 minggu.

Pemanfaatan Azolla tidak hanya digunakan sebagai pupuk organik dalam pertanian. Azolla juga mengandung beberapa nutrisi penting yang sangat baik digunakan untuk pakan ternak atau ikan. Namun pemanfaatan Azolla di sektor peternakan dan perikanan ini belum banyak dilakukan. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh ketersediaan biomass yang belum begitu banyak. Memang, usaha menumbuhkan atau membudidayakan Azolla masih belum banyak dilakukan baik oleh petani, peternak, maupun pembudidaya ikan. Hal ini disebabkan nilai ekonomis Azolla belum begitu tinggi. Namun seiring berjalannya waktu, apabila pemanfaatan Azolla baik di sektor pertanian, peternakan, maupun perikanan sudah tinggi, kemungkinan tanaman paku air ini juga akan memiliki nilai jual yang signifikan, sehingga menciptakan sebuah peluang usaha baru, yaitu perbanyakan atau pembudidayaan Azolla.

Pemanfaatan Azolla sebagai pakan ternak, unggas, maupun ikan membutuhkan penanganan yang berbeda dengan pemanfaatan sebagai pupuk organik. Untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak, unggas, atau ikan, terlebih dahulu tanaman paku air ini harus dikeringkan, kemudian dibuat tepung. Pemberian dalam bentuk tepung sebagai campuran pakan lebih disukai oleh ternak, unggas, maupun ikan. Di bawah ini kandungan nutrisi berat kering Azolla yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun ikan.

Lemak 3.00-3.30%, Pati 6.50%, Gula terlarut 3.50%, dan Protein 24.00-30.00%.

Demikian informasi yang kami sajikan mengenai Kandungan Dan Manfaat Azolla Dalam Konsep Pertanian Organik. Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih atas kunjungannya, salam Tanijogonegoro.


TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA
Tanijogonegoro On Google Plus