KANDUNGAN DAN MANFAAT JAHE

Selain memiliki nilai jual yang cukup tinggi, jahe sebagai tanaman rimpang dan rempah-rempah juga memiliki kandungan dan manfaat yang sangat bersar dalam kehidupan manusia. Tidak mengherankan, jika permintaan jahe semakin hari semakin meningkat, dikarenakan banyak konsumen yang bisa merasakan banyaknya manfaat jahe. Pemanfaat terbesar jahe adalah sebagai bahan minuman dan tanaman obat. Jahe mengandung banyak minyak atsiri yang sangat berguna dalam kehidupan manusia. Berikut ini kami uraikan secara rinci mengenai kandungan dan manfaat jahe bagi manusia.

Kandungan Jahe

Kandungan utama yang biasa dimanfaatkan dalam rimpang jahe adalah minyak atsiri. Secara umum, rimpang jahe yang diambil minyak atsirinya adalah rimpang yang telah berumur 10-11 bulan atau bahkan lebih. Secara fisik, dengan umur 10-11 bulan, rimpang jahe sudah terlihat agak kemerahan atau kebiruan. Di bawah ini kami sajikan kandungan yang terdapat dalam rimpang jahe untuk jenis jahe putih besar atau jahe gajah, jahe putih kecil atau jahe emprit, dan jahe merah atau jahe wulung.

Kandungan jahe putih besar atau jahe gajah

Karakter rimpang : Berukuran besar, berwarna putih kekuningan, tidak banyak akar, mata tunas besar.
Minyak atsiri : 1,62-2,29%
Pati : 55,10%
Serat : 6,89%
Abu : 6.60-7,57%

Kandungan jahe putih kecil atau jahe emprit




Karakter rimpang : Berukuran kecil dengan ruas yang kecil, berwarna putih kebiruan, banyak akar, mata tunas kecil.
Minyak atsiri : 3,05-3,48%
Pati : 54,70%
Serat : 6,59%
Abu : 7,39-8,90%

Kandungan jahe merah atau jahe wulung

Karakter rimpang : Berukuran kecil dengan ruas yang kecil, berwarna merah kebiruan, banyak akar, mata tunas kecil.
Minyak atsiri : 3,90%
Pati : 44,99%
Serat :
Abu : 7,46%

Dari data tersebut menunjukkan bahwa jahe memiliki kandungan minyak atsiri yang sagat besar. Kandungan minyak atsiri pada rimpang jahe banyak digunakan untuk keperluan industri makanan, kosmetik, dan obat-obatan.

Selain kandungan tersebut, secara umum rimpang jahe juga mengandung vitamin A, B, C, protein, dammar, lemak, asam organik, zingeron, zingerol, zingeberol, zingiberin, borneol, feladren, sineol, oleoresin atau gingerin.

Pemanfataan Jahe

Jahe sebagai rempah-rempah yang banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia ini sering dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, diantaranya adalah sebagai bumbu masak, keperluan pembuatan industri jamu dan obat-obatan, terutama obat-obatan herbal. Untuk keperluan obat-obatan ini jahe memang dikenal memiliki khasiat yang luar biasa dan sudah banyak dibuktikan, seperti untuk mengobati masuk angin dan sakit perut. Hal ini membuktikan bahwa jahe memiliki efek farmakologis yang cukup ampuh. Selain untuk pemanfaatan di atas, rimpang jahe juga sering dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuat kue, asinan, serbuk jahe, bahkan dimanfaatkan untuk membuat sirup jahe. Pemanfaatan jahe sebagai bahan minuman ini cukup tinggi, terbukti dengan permintaan industri-industri pembuatan serbuk jahe yang terus meningkat. Animo masyarakat terhadap minuman jahe ini cukup tinggi.

Dari uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa rimpang jahe memiliki kandungan yang sangat bagus bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, pemanfaatan jahe semakin hari semakin berkembang dengan pesat. Hal ini tentu akan mengakibatkan tingginya permintaan masyarakat terhadap jahe. Dengan demikian, akan memberikan peluang usaha baru baik dalam bidang produksi atau budidaya, pemasaran dan pengolahan jahe. Pengolahan jahe untuk diambil minyak atsirinya juga memiliki peluang usaha yang cukup bagus, mengingat penggunaan minyak atsiri rimpang jahe ini semakin berkembang. Inovasi dan kreativitas memang sangat diperlukan untuk untuk membidik peluang tersebut.

Demikian informasi yang kami sajikan mengenai Kandungan Dan Manfaat Jahe, semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih atas kunjungannya, salam Tanijogonegoro.


TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA
Tanijogonegoro On Google Plus