TEKNIK MENANAM TANAMAN HIAS SANSEVIERIA

Teknik Menanam Tanaman Hias Sansevieria - Sansevieria merupakan salah satu jenis tanaman hias yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonrsia. Tanaman yang dikenal dengan nama lidah mertua ini memiliki banyak penggemar dari berbagai kalangan di seluruh belahan dunia. Sansevieria terdiri dari berbagai varietas yang sangat beragam. Sebagai tanaman hias, sansevieria sering dimanfaatkan sebagai elemen penghias ruangan maupun pengias taman dan teras rumah. Tanaman ini dikenal mampu menyerap polusi udara dan menghilangkan radiasi lingkungan, sehingga tidak mengherankan jika tanaman hias sansevieria banyak dimanfaatkan sebagai tanaman penyegar dalam ruangan. Bahkan menurut keyakinan yang berkembang di Tionghoa, tanaman hias sansevieria mampu menghadirkan chi dan menghilangkan pengaruh negatif dalam rumah. Beberapa varietas tanaman hias sansevieria, karena kelangkaan jenis dan keindahan penampilan fisiknya, tergolong dalam tanaman hias eksklusif yang harganya cukup mahal.

Tanaman ini memiliki daya hidup yang cukup baik, bahkan mampu bertahan pada kondisi media atau lahan yang kekurangan unsur hara atau mengalami kekeringan. Penampilan fisik, corak, dan warna daunnya sangat menawan, sehingga tidak mengherankan jika para penggemar tanaman hias dari dulu hingga kini masih mencintai kehadirannya. Tanaman hias sansevieria memiliki warna daun yang sangat beragam, mulai dari hijau, kuning, keputihan, hingga abu-abu. Corak daunnya juga sangat bervariasi, ada yang polos, bergaris, dan ada pula yang beribintik-bintik. Tunas daun tumbuh dari pangkal batang atau rimpang akar di dalam tanah, sehingga memberikan kesan unik terhadap tanaman hias ini.

Teknik Menanam Tanaman Hias Sansevieria

Sebelum melakukan penanaman, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, sehingga diperoleh pertumbuhan yang optimal dan penampilan yang menawan. Pot yang digunakan harus disesuaikan dengan bentuk atau tipe varietas tanaman hias ini. Begitu pula dengan media tanamnya, yang juga harus disesuaikan dengan karakteristik pertumbuhan tanaman. Misalnya, untuk mendapatkan penampilan yang cantik dan menawan, varietas sansevieria yang berukuran besar dan tinggi sebaiknya ditanaman pada pot yang besar dan tinggi pula, agar penampilannya lebih seimbang. Pemilihan bahan pembuat pot juga menentukan keindahan penampilan, misalnya sansevieria yang berukuran kecil atau mini akan lebih menarik jika ditanam pada pot yang terbuat dari keramik. Sementara itu, untuk menopang pertumbuhan dan kesehatan tanaman, media tanaman sansevieria juga harus steril dan memiliki kandungan unsur hara yang cukup agar pertumbuhan tanaman tidak merana.

Pemilihan Pot




Pot yang digunakan untuk menanan tanaman hias ini dapat berupa pot yang terbuat dari plastik, tanah liat, semen, maupun pot keramik. Masing-masing jenis pot ini memiliki beberapa keuntungan atau kelebihan maupun kekurangan.

Pot tanah liat maupun semen memiliki kelebihan tersendiri, yaitu mudah menyerap air, sehingga kelebihan air pada saat penyiraman lebih tidak beresiko terhadap kesehatan tanaman. Namun, umumnya pot jenis ini harganya lebih mahal. Sementara pot plasti maupun pot keramik tidak mudah menyerap dan membuang kelebihan air, sehingga perlu dibuatkan lubang pembuangan air yang lebih besar. Namun, harga pot plastik relatif lebih murah, sedangkan pot keramik memiliki keindahan penampilan yang menawan. Pada umumnya, para penggemar tanaman hias memilih perpaduan antara pot plastik dan pot keramik. Sansevieria ditanam dalam pot plastik, baru kemudian dimasukkan dalam pot keramik yang ukurannya lebih besar, sehingga pot keramik tetap bersih tidak kotor oleh media.

Komposisi Media Tanam

Secara umum, tanaman hias sansevieria merupakan tanaman kering, artinya tidak menyukai kelebihan air dalam media. Oleh karena itu, pemilihan media juga harus mempertimbangkan karakteristik tersebut. Meskipun lebih menyukai media yang kering, namun pembuatan komposisi juga harus mempertimbangkan karakteristik varietasnya, yaitu kelompok varietas yang lebih toleransi dengan media agak basah, dan kelompok varietas yang benar-benar membutuhkan media dengan kadar air yang minim, terutama untuk tipe sansevieria berdaun silindris. Untuk kelompok pertama, komposisi media terdiri dari 1 pasir malang, 1 sekam bakar, dan 1 Pupuk Organik. Dengan komposisi tersebut, media masih memiliki kemampuan mengikat air yang cukup. Sedangkan kelompok yang benar-benar membutuhkan media dengan kadar air minim yaitu dengan komposisi 2 pasir malang, 1 sekam bakar, dan 1 pupuk organik. Dengan komposisi tersebut, media memiliki kemampuan mengikat air sangat rendah. Secara umum, kebutuhan air tanaman hias ini kurang lebih 26 mililiter per tanaman per minggu, sehingga sebagai tanaman hias dalam ruangan, sansevieria masih mampu tumbuh baik dengan tidak disiram selama setengah bulan. Tanaman ini juga mampu bertahan hidup dalam kondisi polusi udara yang sangat tinggi, dimana pada kondisi tersebut tanaman lain jarang yang mampu bertahan hidup. Salah satu kelebihan tanaman hias ini adalah daya hidupnya yang cukup tinggi atau bisa dibilang tanaman yang bandel.

Teknik Perbanyak Tanaman

Teknik penanaman sansevieria cukup mudah, hampir tidak beda dengan penanaman tanaman hias lain. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan dengan pemisahan anakan, stek daun, maupun potong pucuk. Biasanya para penggemar sansevieria melakukan perbanyakan dengan pemisahan anakan atau tunas.
Perbanyakan Tanaman Hias Sansevieria Dengan Teknik Pemisahan Anakan
Tanaman hias sansevieria biasanya akan memiliki anakan pada umur satu tahun. Anakan tersebut dipisahkan setelah berumur 2-4 bulan, yaitu dengan cara sebagai berikut:
  1. Pilih pohon induk yang tampak rimbun dan memiliki beberapa anakan.
  2. Tanaman terlebih dahulu harus dikeluarkan dari pot, kemudian bersihkan perakaran dari media tanam atau kotoran lain agar memudahkan proses pemisahan.
  3. Pisahkan anakan yang sudah memiliki paling tidak tiga helai daun yang keluar dari pangkal batang. Pemotongan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dan bekas potongan diolesi dengan pestisida.
  4. Setelah semua anakan yang berdaun minimal tiga helai dipisahkan, masukkan kembali sansevieria ke dalam pot yang sudah disiapkan.
  5. Sebelum tanaman dimasukkan ke dalam pot, terlebih dahulu ¾ bagian diisi dengan media. Letakkan sansevieria di atas media, kemudian tambahkan media hingga pot penuh atau sampar perakaran terpendam.
  6. Tambahkan pupuk NPK secukupnya, ke dalam media, kemudian siram media dan seluruh tanaman hingga air mengalir keluar dari dalam pot. Penyiraman selain untuk mempercepat proses adaptasi tanaman juga untuk memadatkan media tanam.
  7. Letakkan tanaman di tempat yang teduh, dan lakukan penyiraman 3 hari sekali atau jika media sangat kering dan tanaman tampak layu, bisa segera disiram.
Perbanyakan Tanaman Hias Sansevieria Dengan Teknik Stek Daun
Selain pemisahan anakan, cara perbanyakan yang juga cukup banyak dilakukan oleh pembudidaya atau penggemar tanaman hias sansevieria adalah dengan stek daun. Cara ini cukup mudah dilakukan, meskipun laju pertumbuhan tanaman hasil perbanyakan akan sedikit lambat. Namun perlu diingat, perbanyakan dengan cara stek daun ini hanya cocok dilakukan untuk jenis atau varietas tanaman hias sansevieria tertentu agar tidak mengalami perubahan fisik daun, misalnya sansevieria jenis Laurentii, Golden Hahnii, Futura, atau Bantel’s.
Karakteristik daun setiap jenis sansevieria juga berbeda-beda, misalnya untuk beberapa jenis sansevieria yang berdaun pendek, setiap helai daun merupakan satu individu, artinya, satu helai daun hanya dapat distek untuk satu tanaman saja. Sementara itu, untuk sansevieria jenis pedang-pedangan, setiap helai daun dapat dipotong-potong menjadi beberapa individu.
Untuk melakukan perbanyakan dengan stek daun, terlebih dahulu harus memilih induk yang cukup siap, sehat, dan cukup umur, dengan ukuran daun yang relatif besar. Daun yang dipilih adalah daun yang paling tua atau paling bawah. Tancapkan daun atau potongan daun pada media tanam. Komposisi media tanam sama seperti komposisi media yang digunakan untuk menanam tanaman induk. Olesi bagian bawah dengan perangsang akar, seperti Rooton F atau Grow Tone. Letakkan stek di tempat yang teduh atau tidak terkena sinar matahari langsung. Untuk stek daun dari jenis sansevieria yang bertipe pedang, potongan berukuran kurang lebih 10 cm. Siram media tanam hingga air keluar dari dalam pot. Penyiraman dilakukan secara rutin jika kondisi media kering.
Perbanyakan Tanaman Hias Sansevieria Dengan Teknik Potong Pucuk
Pada umumnya, setiap individu akan mengeluarkan dua anakan atau tunas baru. Dengan melakukan toping, atau teknik potong pucuk, anakan yang dihasilkan akan lebih banyak, karena suplai nutrisi tidak digunakan untuk pertumbuhan tanaman induk yang telah ditoping. Selain itu, tanaman yang sudah dimatikan titik tumbuhnya, secara alamiah akan terangsang untuk mengeluarkan tunas atau anakan baru, yang bertujuan untuk memperbaiki daur hidupnya. Teknik potong pucuk ini lebih sesuai diterapkan pada jenis sansevieria yang sulit mengeluarkan anakan atau tunas, misalnya Congo, Nelsonii, atau Moonshine.
Sebelum melakukan pemotongan pucung, pilih pohon induk yang siap, yaitu berdaun minimal 12 helai dan sudah membentuk batang. Potong bagian atas atau pucuk tanaman, minimal sebatas 4 helai daun bagian atas. Lepaskan bagian pucuk tersebut secara perlahan agar susunan daun pada pucuk yang dipotong tidak terlepas. Diamkan ditempat kering selama dua hari, kemudian tanam pucuk tersebut pada media yang telah disiapkan. Siram media tanam dengan air secukupnya, dan letakkan ditempat yang teduh. Penyiraman terus dilakukan secara rutin jika media tanam terlihat kering. Untuk sansevieria yang bertipe daun tipis, anakan akan mulai muncul setelah satu bulan penanaman, sedangkan sansevieria yang bertipe tebal, anakan akan muncul setelah berumur tiga bulan.

Penyiraman Tanaman

Karena sansevieria merupakan jenis tanaman yang lebih menyukai kondisi kering, maka penyiraman hanya dilakukan seperlunya saja. Penyiraman berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air dan sebagai pelarut unsur hara pada media. Namun, kebutuhan air tanaman hias ini sangat kecil, sehingga lebih tahan pada kondisi yang relatif minim air.

Pemupukan

Pemupukan dilakukan setiap tiga bulan sekali, menggunakan pupuk akar slow release, yaitu pupuk yang tidak mudah larut. Pupuk yang digunakan adalah NPK 15-15-15. Untuk pot yang berdiameter 15 cm, pemberian pupuk NPK cukup satu sendok makan. Untuk mempercepat pertumbuhan, pemberian pupuk daun juga bisa dilakukan setiap 7 hari sekali. Pupuk daun yang digunakan memiliki komposisi kandungan unsur hara dengan perbandingan NPK 1:1:1.

Repoting Tanaman

Repoting atau penggantian pot baru perlu dilakukan jika tanaman sudah tampak padat atau penuh dengan anakan, sehingga mengurangi estetika atau keindahan penampilan tanaman hias ini. Selain untuk membenahi penampilan tanaman, repoting juga berfungsi untuk mengganti media tanam yang sudah tidak subur lagi. Penggantian media tanam yang baru akan meningkatkan laju pertumbuhan tanaman.

Keluarkan tanaman dari dalam pot jika agak keras, saat mengeluarkan tanaman, pot dipukul atau diketok pelan-pelan. Pisahkan anakan yang mengganggu penampilan sekaligus untuk perbanyakan tanaman. Siapkan pot baru yang berukuran lebih besar, isi ½ bagian pot dengan media tanaman. Masukkan tanaman yang akan dipindahkan, kemudian isi kembali pot dengan media tanam hingga bibir pot. Tambahkan pupuk NPK slow release pada media tanam tersebut. Siram media dan tanaman hingga air keluar dari dalam pot, kemudian letakkan tanaman di tempat yang teduh.

Aksesories Tanaman Hias Sansevieria

Untuk menambah kecantikan penampilan tanaman hias sansevieria, para pembudiaya maupun hobis biasanya menambahkan beberapa aksesories. Beberapa aksesories yang sering digunakan untuk memperindah sansevieria antara lain pasir malang, batu alam, atau kerikil berwarna.


TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA
Tanijogonegoro On Google Plus