TEKNIK BUDIDAYA PADA USAHA TERNAK KAMBING PENGGEMUKAN

Teknik Budidaya Pada Usaha Ternak Kambing Penggemukan - Teknik ini akan membahan mengenai strategi dan cara yang harus dilakukan agar usaha ternak kambing penggemukan yang dikelola bisa memperoleh hasil yang optimal. Beberapa teknik yang akan dibahan antara lain teknik kastrasi dan pemberian makanan penguat. Dengan menerapkan kedua komponen teknologi tersebut, diharapkan peternak dapat meningkatkan laju pertambahan berat badan kambing yang digemukkan.

Teknik Kastrasi Pada Usaha Ternak Kambing Penggemukan

Teknik Kastrasi Pada Usaha Ternak Kambing Penggemukan – Kastrasi merupakan teknik yang dilakukan untuk membuat alat kelamin kambing jantan tidak berfungsi. Dengan menonaktifkan fungsi alat kelamin kambing jantan, diharapkan nutrisi yang diperoleh melalui makanan akan digunakan secara optimal untuk meningkatkan laju pertumbuhan. Dengan demikian, kegiatan usaha ternak kambing akan memperoleh hasil yang lebih baik, yaitu kuntitas dan kualitas karkas yang lebih tinggi.

Dalam mengelola usaha ternak kambing penggemukan, kambing jantan yang akan dipelihara harus dikastrasi terlebih dahulu, agar laju pertambahan berat badan lebih optimal. Kastrasi pada kambing jantan dapat dilakukan secara terbuka maupun tertutup. Berikut ini uraian singkat mengenai teknik melakukan kastrasi pada usaha ternak kambing.

Kastrasi Tertutup Pada Usaha Ternak Kambing




Kastrasi tertutup dilakukan dengan mematikan sel-sel jantan, yang dapat dilakukan dengan teknik penutupan saluran testes maupun pemberian zat kimia melalui injeksi.

Pelaksanaan kastrasi tertutup pada usaha ternak kambing

Pada pelaksanaannya, kastrasi tertutup dapat dilakukan dengan pemberian preparat hormon atau obat-obatan tertentu, penjepitan menggunakan karet, dan penjepitan menggunakan tang burdiso.

Teknik kastrasi pada kambing jantan dengan pemberian preparat hormon

Cara melakukan kastrasi ini dilakukan dengan menyuntikkan preparat hormon atau obat-obatan tertentu di bawah kulit. Cara memasukkan preparat hormon tersebut dilakukan menggunakan alat khusus untuk penyuntikan. Cara ini biasanya kurang disenangi oleh pembudidaya atau peternak kambing penggemukan, karena biaya yang dikeluarkan untuk membeli preparat hormon relatif mahal. Namun, kastrasi dengan cara ini relatif mudah dilakukan.

Teknik kastrasi menggunakan karet elastrator

Teknik ini dilakukan dengan menjepit saluran sperma dan pembuluh darah kambing menggunakan karet elastrator. Tujuan pengikatan atau penjepitan ini adalah menutup suplai darah dan zat-zat makanan ke testis, sehingga secara berangsur-angsur, testis menjadi tidak aktif karena sel-sel jantan yang tidak memperoleh pasokan darah dan zat makanan akan mati secara perlahan-lahan.

Cara melakukan kastrasi pada kambing dengan teknik penjepitan menggunakan karet elastrator
  1. Siapkan tang penguak atau elastrator, yaitu alat yang digunakan untuk menguak cincin karet penjepit. Lubang cincin karet tersebut sangat kecil, sehingga membutuhkan alat khusus agar bisa dipasang pada pangkal buah zakar atau testes. Tang elastrator dapat dibeli di toko-toko yang menjual alat peternakan.
  2. Siapkan cincin karet penjepit yang dapat dibeli di toko-toko yang menjual peralatan peternakan. Cincin karet tersebut berfungsi untuk menutup saluran testes.
  3. Sebelum pemasangan, pangkal scrontum atau buah zakar dibersihkan menggunakan alkohol atau yodium tinctur
  4. Cincin karet atau elastrator dipasang pada tang penguak, kemudian buka lubang cincin tersebut.
  5. Setelah elastrator terbuka, pasang pada bagian pangkal buah zakar kambing jantan.
  6. Lepaskan cincin karet secara perlahan-lahan, agar saluran testes tertutup. Biarkan hingga putus sendiri.
  7. Buah zakar atau scrontum yang telah terjepit secara perlahan-lahan akan mengering dan akan terlepas dengan sendirinya setelah 2-3 minggu.
Cara penjepitan ini merupakan cara yang paling mudah dan aman, sehingga sering dilakukan oleh petani atau peternak kambing. Kastrasi dengan teknik penjepitan ini biasanya diterapkan pada cempe atau anak kambing jantan pasca sapih. Cempe yang telah dipasangi karet elastrator tidak akan mengalami gangguan, baik rasa sakit maupun kesehatan secara umum. Napsu makan juga tetap baik, dan pertumbuhannya stabil.

Teknik kastrasi menggunakan tang burdizo

Teknik ini juga merupakan salah satu teknik penjepitan untuk menutup saluran testes pada kambing jantan. Jika peralatan pada teknik penjepitan menggunakan karet gelas elastrator susah didapatkan, maka sebagai alternatif bisa dilakukan penjepitan menggunakan tang burdizo.

Cara melakukan kastrasi pada kambing menggunakan tang burdizo
  1. Sebelum dilakukan penjepitan, kedua testes ditarik hingga pangkalnya memanjang, olesi bagian pangkal tersebut menggunakan alkohol atau yodium tinctur.
  2. Cari kedua saluran testes tersebut, kemudian lakukan penjepitan menggunakan tang burdizo satu demi satu. Penjepitan bersamaan sekaligus, berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pada kambing.
  3. Penjepitan pangkal testes dilakukan dengan kuat atau hingga tang burdizo berbunyi "krek". Diamkan tang dalam posisi menjepit hingga beberapa saat.
  4. Setelah testes terasa agak dingin dan warnanya kebiru-biruan, lepaskan tang burdizo pelan-pelan. Jika penjepitan tidak tepat pada pangkal saluran testes, maka hasil kastrasi tidak sempurna, sehingga perlu dilakukan kastrasi ulang.
Kastrasi dengan teknik penjepitan menggunakan tang burdiso lebih cocok dilakukan pada kambing jantan yang telah dewasa. Jika kastrasi yang dilakukan berhasil, maka testes semakin lama makin mengecil. Dengan demikian, sifat kejantanan kambing secar perlahan-lahan akan menurun dan menghilang. Tetapi, jika kastrasi yang dilakukan tidak berhasil, maka testes tidak akan mengecil, atau bahkan semakin besar. Jika itu terjadi, maka perlu dilakukan kastrasi ulang.

Kastrasi Terbuka Pada Usaha Ternak Kambing

Pada dasarnya, teknik kastrasi secara terbuka dilakukan dengan melakukan pembedahan pada buah zakar kambing, kemudian testes dikeluarkan dari kantong testes atau buah zakar dengan cara pemotongan. Peralatan yang diperlukan untuk melakukan kastrasi terbuka adalah peralatan bedah, yang terdiri dari pisau, scapel atau silet, spiritus atau alkohol, kapas, pinset, gunting, jarum, benang, ember, air sabun, alat suntik. Selain peralatan tersebut, agar tidak terjadi infeksi setelah pembedahan, maka harus dipersiapkan juga obat-obatan, diantaranya adalah obat antibiotika, tepung sulfanilamide, yodium atau obat merah.

Cara melakukan kastrasi terbuka pada usaha ternak kambing penggemukan

Teknik kastrasi terbuka tidak bisa dilakukan satu orang, paling tidak harus dilakukan oleh dua orang. Dimana seorang yang melakukan proses kastrasi atau pembedahan, dan seorang lagi memegangi kambing agar menghadap ke atas. Pengang pada kaki depan dan kaki belakang agar kambing tidak meronta. Jika belum terbiasa melakukan kastrasi dengan teknik pembedahan ini, sebaiknya dilakukan oleh tiga orang.

Cara melakukan kastrasi terbuka pada kambing
  1. Sebelum melakukan pembedahan, kantong zakar harus dibersihkan dulu, kemudian diolesi alkohol agar lebih steril, terutapa pada bagian yang akan dibedah. Jika memungkinkan, Anda bisa melakukan pembiusan lokal, sehingga kambing lebih tenang dan tidak meronta karena kesakitan.
  2. Lakukan pembedahan kantung testes tepat pada bagian testes berada. Pembedahan yang dilakukan jangan terlalu besar, tetapi sekedar cukup untuk mengeluarkan testes. Lakukan pembedahan pada kedua testes satu-demi satu. Jangan melakukan pembedahan sekaligus, sebelum satu proses pembedahan dan pengambilan testes selesai.
  3. Setelah kantung scrontum terbuka, segera keluarkan testes. Sebelum dilakukan pemotongan, pembuluh darah dan saluran sperma yang menuju ke testes harus diikat terlebih dahulu menggunakan benang agar tidak terjadi perdarahan yang berlebihan saat dilakukan pemotongan.
  4. Lakukan pemotongan di bawah bagian yang terikat, kemudian ambil testes dari kantung zakar.
  5. Berikan obat-obat antibiotik agar tidak terjadi infeksi setelah pembedahan, kemudian lakukan penjahitan pada bagian yang dibedah.
  6. Setelah proses pengambilan kedua testes selesai, luka bekas jahitan diolesi dengan vaseline agar tidak dikerubungi lalat. Jika lalat mengerubungi bekas luka tersebut, dikhawatirkan akan memicu terjadinya infeksi.
Teknik kastrasi secara terbukan merupaka cara kastrasi yang paling efektif dan dijamin keberhasilannya, karena kedua testes kambing langsung diambil. Dengan pengambilan testes tersebut, kambing sudah tidak mampu lagi memproduksi sperma. Namun, kastrasi dengan cara terbuka ini memerlukan keahlian khusus, sehingga tidak semua petani atau peternak dapat melakukannya. Jika kastrasi dilakukan dengan sembarangan, dikhawatirkan akan terjadi infeksi setelah pembedahan, yang berpotensi menimbulkan kematian pada kambing.

Pemberian Konsentrat Pada Usaha Ternak Kambing Penggemukan

Pemberian Konsentrat Pada Usaha Ternak Kambing Penggemukan – Untuk meningkatkan pertambahan berat badan kambing, maka dibutuhkan pakan tambahan berupa konsentrat. Pada dasarnya, pemberian pakan hijauan saja sudah mampu mendukung pertumbuhan kambing dengan baik. Namun, pada usaha agribisnis ternak kambing yang sudah dikelola dengan baik, maka dibutuhkan konsentrat agar laju pertambahan berat badan kambing semakin tinggi, sehingga perputaran modal bisa lebih cepat dan keuntungan yang diperoleh lebih besar.

Pemberian konsentrat atau makanan penguat bernutrisi tinggi terutama protein atau energi, pada usaha ternak kambing penggemukan sangat mendukung untuk mempercepat pertambahan berat badan, selain pemberian makanan yang berupa pakan hijauan. Pada kegiatan agribisnis ini, seekor kambing dewasa membutuhkan rata-rata sepuluh kilogram pakan hijauan dan ½-1 kilogram makanan penguat per hari. Makanan penguat diberikan setiap pagi dan sore hari dalam bentuk bubur. Untuk kambing yang digembalakan, makanan penguat diberikan sebanyak ½ kilogram per hari per ekor. Sedangkan kambing yang dipelihara dengan cara dikandangkan, makanan penguat diberikan sebanyak satu kilogram per hari per ekor.


TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA
Tanijogonegoro On Google Plus