HUMUS

Humus merupakan salah satu jenis pupuk organik yang berasal dari sisa-sisa tumbuhan, baik itu berupa daun, ranting, batang, maupun cabang, yang terurai secara alami. Dilihat dari bahan-bahannya, humus sama hampir sama dengan pupuk kompos, hanya saja pada pupuk kompos, proses dekomposisi dilakukan oleh mikroorganisme (dekomposer) yang ditambahkan oleh manusia. Jadi, pada pembuatan pupuk kompos campur tangan manusia sangat vital.

Mengenal Humus

Terbentuknya humus secara alami di dalam tanah dilakukan oleh mikroorganisme (jasad renik) dan bantuan cuaca. Humus banyak dijumpai di hutan-hutan. Terutama lapisan bagian atas tanah di hutan banyak terbentuk humus. Hal ini dikarenakan bahan-bahan organik dari jatuhnya daun, ranting, maupun batang tanaman yang telah mati terurai secara alami oleh mikroorganisme. Selain itu, rindangnya pepohonan membantu mempercepat proses penguraian. Sama seperti proses pengomposan, mikroorganisme pengurai mengubah senyawa yang sukar larut menjadi senyawa organik tersedia bagi tanaman sehingga mudah diserap oleh akar tanaman. Hanya saja, terbentuknya humus membutuhkan waktu yang sangat lama.

Ciri Humus




Secara kasat mata, bentuk fisik humus dan kompos adalah sama, yang dicirikan dengan warnanya yang hitam atau coklat tua. Sifat humus yang mudah mengikat air dan gembur menjadikan pupuk humus sangat membantu memperbaiki struktur tanah yang rusak. Meskipun untuk lahan pertanian, humus tidaklah cukup mengimbangi aktivitas pertanian yang begitu tinggi. Cara yang baik untuk tetap memanfaatkan pupuk humus adalah dengan seringnya membenamkan pupuk hijau ke dalam tanah. Meskipun sedikit dan lama, paling tidak upaya ini juga berperan dalam pertanian organik berkelanjutan.

Pemanfaatan Pupuk Humus

Pupuk humus kini banyak diperjualbelikan di pasaran. Karena proses penguraian yang sangat lama menjadikan pupuk humus banyak dijual dengan harga yang lumayan mahal. Biasanya pupuk humus hanya dikemas dalam kantong plastik, bukan karung seperti pada kemasan pupuk organik lain maupun pupuk anorganik. Mahalnya harga pupuk humus inilah sehingga pemanfaatannya tidak dijumpai pada petani, apalagi dengan area budidaya yang sangat luas. Pupuk humus kebanyakan dimanfaatkan oleh para pemulia tanaman dan para ibu rumah tangga. Mereka menambahkan pupuk humus ke dalam media terbatas, seperti pot, ataupun polybag. Meskipun tetap diimbangi dengan penambahan pupuk majemuk seperti N,P,K untuk memenuhi kebutuhan tanaman.
Dewasa ini, ada juga pupuk humus yang diperjualbelikan dengan penambahan unsur makro, meskipun jumlahnya juga kurang signifikan dibandingkan dengan pupuk makro tunggal atau majemuk, seperti pupuk urea, pupuk NPK, dll. Namun upaya penambahan tersebut tentunya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan unsur hara makro, sedangkan unsur mikronya telah tersedia pada humus.

Aplikasi Pupuk Humus

Aplikasi pupuk humus sebetulnya juga hampir sama dengan pupuk kompos maupun pupuk kandang, hanya saja pada pupuk humus yang diaplikasikan berupa bahan-bahan organik mentah, sedang pupuk kompos maupun pupuk kandang berupa pupuk yang sudah jadi (sudah difermentasi). Aplikasi humus untuk sekala luas dengan cara membenamkan ke dalam tanah. Bagi para petani, tanpa terasa sebetulnya mereka juga banyak yang memanfaatkan pupuk humus, terutama saat melakukan pembubunan pada budidaya tanaman hortikultura. Pembalikan tanah saat pembumbunan menggunakan cangkul menyebabkan rumput tertimbun di dalam tanah. Selama proses tertentu bahan-bahan ini akan terurai menjadi tersedia bagi tanaman dan terbentuk humus. Karena proses terjadinya humus alamiah (tidak menambahkan dekomposer dalam jumlah besar) dan pada permukaan tanah, proses penguraian bahan humus tidak menimbulkan panas tinggi sehingga reralif lebih aman dan tidak berbahaya bagi tanaman.


TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA
Tanijogonegoro On Google Plus